Untuk mendapatkan jiwa yang kuat, salah satu caranya adalah dengan membaca. Namun, bagaimana bisa membaca buku setebal 400 – 500 halaman ketika kita terlalu sibuk bekerja? Tenang saja, saat ini, ada banyak novel non fiksi singkat yang rata-rata hanya membutuhkan waktu 10 – 30 menit untuk dibaca. Apalagi buku untuk perbaikan diri berikut, Anda bisa belajar tanpa menghabiskan banyak waktu. Dari Blinkist Magazine, berikut buku non fiksi singkat yang bisa Anda baca,
1. Thirteen Things Mentally Strong People Don’t Do karya Amy Morin
Buku ini sangat pas bagi kalian yang sedang mengalami masa-masa transisi. Bagi orang-orang yang ingin melupakan kegagalan atau memikirkan hal-hal yang berada di luar kendali, buku ini menceritakan tentang bagaimana pasien terapi mengatasi kesulitan mereka dalam semua kegagalan yang pernah mereka alami.
2. How to Stop Worrying and Start Living karya Dale Carnegie
Terkadang, kita mengkhawatirkan sesuatu secara berlebihan sehingga membuang-buang waktu yang berharga. Dengan menemukan sumber stress, kita bisa menghindari hal-hal yang mengganggu pikiran kita. Buku ini memberikan formula yang tak lekang oleh waktu tentang bagaimana mengatasi kekhawatiran yang berlebihan.
3. How Will You Measure Your Life? karya Clayton M. Christensen, James Allworth and Karen Dillon
Falsafah yang mengungkapkan “tidak semua bisa dibeli dengan uang” bukan hanya kata-kata, tapi sangat berarti di kehidupan kita. Meskipun pencapaian karier bisa memuaskan, mengabaikan keluarga dan teman-teman bisa menjadi kerugian jangka panjang. Buku ini mengingatkan kita tentang bagaimana mengukur pencapaian hidup dengan hal-hal yang tidak bisa dibeli dengan uang.
4. Finding Your Element karya Ken Robinson
Setiap orang memiliki passion mereka sendiri. Jika ada yang masih belum mengetahui apa yang membuat mereka senang, bisa berarti mereka belum menemukannya. Atau bisa saja mereka pernah melakukannya, tapi terhenti karena masalah tertentu. Cari tahu apa yang dapat membebaskan diri kita dengan buku non fiksi singkat dari Ken Robinson ini.
5. Emotional Intelligence karya Daniel Goleman
Tahukah kamu jika denyut nadi manusia naik ke atas 100 bpm, manusia dianggap terlalu emosional untuk berfikir rasional? Terkadang manusia membiarkan perasaan mengaburkan penilaian dan pengambilan keputusan lebih sering dibandingkan yang kita bayangkan. Goleman menjelaskan bagaimana kita bisa menghindari emosi menguasai diri kita serta membuat keputusan yang baik dalam hidup.