Book for Your Shelf merupakan rubrik dari Mariviu yang akan memberikan beragam rekomendasi novel, mulai dari rekomendasi novel konspirasi, hingga novel ringan yang terkenal, terpopuler, hingga terpantas untuk menjadi penghias lemari buku teman-teman. Bukan hanya buku-buku baru yang akan kami rekomendasikan, tapi juga buku lawas yang sayang untuk dilewatkan. Bagi teman-teman yang mencari rekomendasi novel yang belum dibaca ketika semua buku di rak sudah dilalap habis, rubrik ini untuk kalian.
Untuk Book for Your Shelf yang pertama, Mariviu memberikan salah satu rekomendasi novel konspirasi paling terkenal seantero dunia persastraan. The Da Vinci Code merupakan contoh konkrit bagaimana sebuah fiksi mampu memutar-balikkan fakta yang ada. Buku karangan Dan Brown ini terbit pertama kali pada tahun 2003 dan kemudian versi terjemahannya sudah di jual di Indonesia tahun berikutnya, pada 2004.
Buku ini memiliki keunikan karena merupakan buku fiksi yang mengunakan latar dan data-data aktual dalam penulisannya. Dan Brown dapat dipastikan melakukan riset yang cukup dalam untuk melahirkan karya seperti buku The Da Vinci Code ini. Sang penulis mampu mencampurkan data-data aktual tersebut dengan teori fiktif yang ada dalam imajinasinya dengan porsi yang seimbang sehingga pembaca akan merasa kebingungan untuk memilah mana yang fakta dan mana yang fiktif.
Imajinasi Dan Brown dalam buku ini penuh dengan hal-hal yang kita kenal dengan teori konspirasi. Ia menyelipkan prasangka-prasangka pada pikiran pembaca untuk mempertanyakan kembali hal-hal yang sudah dianggap pengetahuan umum, misalnya: Cawan Suci atau Holy Grail bukanlah cawan sungguhan melainkan seorang perempuan bernama Maria Magdalena, istri simpanan Jesus. Teori ini dilanjutkan dengan pernyataan bahwa Maria Magdalena kemudian melahirkan keturunan suci yang memiliki darah Jesus hingga sekarang.
Buku ini memang sarat dengan kontroversi dalam penerbitannya, karena teori konspirasi yang diangkatnya menyangkut satu kelompok agama, yaitu Katolik. Maka tak heran buku ini memang menuai banyak kecaman dari berbagai kalangan agamawan dan cendekiawan Katolik di seluruh dunia, bahkan penulis seperti Stephen King pun ikut mengkritisi novel ini.
Salah satu gugatan yang muncul ialah dari Michael Baigent dan Richard Leigh yang menyatakan bahwa Dan Brown telah melakukan penjiplakan ide dari buku penelitian sejarah karangan mereka yang berjudul The Holy Blood and the Holy Grail. Namun hakim Peter Smith yang saat itu memimpin sidang menutup kasus ini dengan pernyataan bahwa seorang novelis seharusnya bebas menggunakan ide-ide tersebut dalam konteks fiksi, dan memutuskan untuk membatalkan gugatan Baigent dan Leigh.
Terlepas dari banyaknya kecaman dan kritikan, baik itu dari segi ketidakakuratan sejarah, gaya penulisan, dan isu keagamaan, buku ini masih bertahan sebagai salah satu buku populer sampai sekarang. Bahkan buku yang disebut sebagai rekomendasi novel konspirasi terlaris ini juga sudah difilmkan ke layar lebar.
Dan Brown pun masih tetap menulis karya-karya menarik lainnya hingga sekarang. Tidak sedikit juga buku baru yang bermunculan untuk membahas, mengkritisi, dan meneliti teori yang ada dalam buku The Da Vinci Code. Sekarang, tentukan sendiri, bukankah buku ini patut untuk dikoleksi dan ada dalam rak bukumu?
Penulis: Dan Brown
Penerbit: Serambi
Tebal halaman: 624
Kisaran harga: (±) Rp. 125.000,-