One Piece chapter 915 telah dirilis dan chapter terbaru One Piece ini masih fokus pada usaha Luffy, Zoro dan O-Kiku dalam menyelamatkan O-Tama yang diculik.
Bahas One Piece Chapter 915
Ada beberapa hal menarik yang terjadi di One Piece 915. Mulai dari sifat asli Urashima, Headliner Holdem, pertandingan sumo, hingga sepak terjang O-Kiku. Namun, lagi-lagi seperti chapter sebelumnya, kita masih belum melihat Zoro membahas Nidai Kitetsu yang dipakai oleh Luffy, tetap.
Berikut pembahasan One Piece chapter 915 yang berjudul “Kota Bakura”
1. Aura Zoro dan Sifat asli Urashima
Di chapter sebelumnya O-Kiku menyebutkan kalau Urashima meninggalkan kedai teh O-Tsuru karena kedatangan Zoro. Di chapter ini, kita mengetahui alasannya. Si pesumo menyebutkan kalau ia pergi setelah merasakan aura aneh dari Zoro. Apakah itu hanya aura biasa atau tidak?
Ketika pertama kali diperkenalkan di chapter 913, Urashima terlihat seperti orang yang cukup baik. Namun ternyata ia merupakan tipe orang yang memandang status sosial adalah segalanya. Dengan statusnya sebagai Yokozuna (juara sumo nomor satu), Urashima suka memaksakan kehendaknya dan merasa bahwa orang kelas bawah seperti O-Kiku seharusnya tidak akan mau menolaknya.
Selain memperlihatkan sifat asli Urashima, chapter ini juga memperlihatkan hubungan Urashima dengan bajak laut Kaido. Ia tampak berteman dengan salah satu gifters, Mouseman, yang memiliki telinga tikus. Urashima mengamini hasutan Mouseman untuk menggunakan cara kekerasan agar O-Kiku mau menikahinya. Ia juga setuju dengan ucapan Mouseman yang menegaskan kalau di Wano, hirarki sosial sangatlah penting.
Spekulasi:
Aura intimidasi Zoro
Ada dua kemungkinan yang bisa kita simpulkan dari ucapan Urashima tentang Zoro. Zoro memiliki aura pembunuh yang kuat seperti karakter-karakter keren manga shounen kebanyakan, atau Zoro memiliki aura intimidasi yang sangat kuat, seperti Haoshoku Haki. Apakah kita akan menyaksikan kebangkitan Haoshoku Haki dari Zoro? Ini bisa saja akan terjadi mengingat Zoro seperti wakil kapten layaknya Silvers Rayleigh di bajak laut Go D. Roger.
2. Headliner Holdem
Gazelleman akhirnya sampai dan menghantarkan O-Tama ke hadapan Holdem. Memang ia dianugerahi kemampuan berlari yang sangat kencang, tapi ternyata stamina Gazelleman masih lemah dan ia terlihat ngos-ngosan dengan lebay setelah berlari.
Rasa penasaran kita tentang Holdem akhirnya terjawab. Ia bukan berasal dari suku Mink maupun pemakan buah setan tipe Zoan. Ternyata Holdem adalah pemakan buah setan buatan jenis singa.
Uniknya, tubuh Holdem tidak seperti Gazelleman, Batman atau Mouseman. Tiga gifters tersebut mengalami perubahan setengah binatang yang masih bisa dimaklumi. Sedangkan Holdem, berkat smile yang ia makan, di perutnya muncul kepala singa dengan lidah menjulur lengkap dengan dua tangan. Anehnya lagi, singa tersebut memiliki pikiran sendiri.
O-Tama yang ditawan pun ketakutan melihat keanehan bentuk sang Headliner. Gengsinya sebagai prajurit membuat O-Tama berusaha untuk tidak menangis. Karena O-Tama berusaha menyembunyikan kemampuan buah setannya yang kemudian membuat Holdem ingin menggunakan tang untuk mengetes kekuatan pipi O-Tama.
Headliner yang satu ini juga memiliki sifat kocak, yaitu suka berkelahi dengan singa yang ada di perutnya itu hanya karena masalah sepele. Holdem yang tampak “remeh” ini seperti kurang meyakinkan sebagai Headliner.
3. Luffy, Zoro dan O-Kiku di Kota Bakura
Luffy, Zoro dan O-Kiku akhirnya sampai di kota Bakura. Duo monster bajak laut Topi Jerami tampak sangat bersemangat. Seperti yang ditakutkan Law, Luffy tanpa aba-aba langsung berteriak mencari O-Tama. Untung O-Kiku bisa menahan Luffy dan memintanya untuk sedikit lebih tenang.
Luffy tampaknya tidak main-main untuk segera menemukan warisan kakaknya. Ketika semua petarung di kota Bakura mulai mencurigainya, Luffy langsung melepaskan Haoshoku Haki yang membuat para cecunguk tersebut hilang kesadaran.
Nah, anehnya O-Kiku tidak mengetahui kemampuan haki tersebut. Bisa jadi ia memang belum pernah melihat Haoshoku Haki, atau O-Kiku bukanlah samurai pengguna haki.
O-Kiku kemudian menjelaskan tentang kota Bakura. Walaupun dipenuhi petarung dari pihak Kaido dan Shogun, masih ada masyarakat sipil di kota tersebut. Rata-rata mereka adalah para pedagang.
Sebelum diserang Orochi, Bakura dulunya adalah kota yang meriah. Kedatangan Orochi memaksa banyak penduduk Bakura meninggalkan kota tersebut karena hanya para pedagang tertentu yang boleh menetap. Terlihat di One Piece chapter 915 ini kalau kota Bakura cukup padat dengan toko-toko.
4. Pertandingan sumo di kota Bakura
Tiba-tiba seseorang melayang ke arah Luffy. Ia adalah salah satu pesumo yang diterbangkan oleh Urashima dalam sebuah turnamen sumo. Urashima yang merupakan seorang champion di ibu kota mendominasi turnamen tersebut.
Dalam turnamen itu, siapapun yang bisa mengalahkan Urashima akan mendapatkan 500 emas. Dengan superior Urashima berhasil membuat kontestan lain babak belur. Bahkan ia bisa melawan tiga orang sekaligus.
Bicara tentang sumo, dalam One Piece chapter 915, Oda-sensei menggambarkan ring pertandingan sumo, yang juga disebut dengan dohyo, semirip mungkin dengan yang ada di Jepang. Di atas Dohyo tersebut terdapat sebuah atap yang bernama tsuriyane.
Atap tersebut mungkin terlihat menarik karena melayang di atas dohyo. Tapi hal ini tidak hanya ada di One Piece karena di Jepang pun tsuriyane juga seperti melayang. Mulai dari tahun 50-an tiang yang menopang atap tersebut sengaja dihilangkan agar para penonton lebih leluasa menyaksikan pertandingan sumo. Jika di Jepang atap tersebut dibuat seperti melayang dengan cara digantung, di Wano masih belum jelas apa yang membuat atap itu bisa melayang.
5. Kelas sosial di Wano dan sepak terjang O-Kiku
Setelah melihat O-Kiku, Urashima tidak begitu menghiraukan penantangnya lagi. Hanya dengan satu pukulan ia mengalahkan tiga pesumo sekaligus. Sang Yokozuna dengan pede-nya menganggap O-Kiku sengaja mengejarnya ke kota Bakura untuk menikah dengannya. O-Kiku yang tidak nyaman dengan manjanya bersembunyi di belakang Zoro.
Di One Piece chapter 915 ini lagi-lagi kita melihat masalah sosial yang ada di Wano. O-Kiku dianggap sangat beruntung karena akan dinikahi oleh seorang Urashima yang memiliki status sosial yang tinggi. Berita Urashima akan menikah membuat semua orang heboh seolah-olah itu adalah berita yang sangat penting. Saking hebohnya, mereka tidak menghiraukan teriakan Luffy yang jelas-jelas ingin mencari Headliner yang telah menculik O-Tama.
Menariknya, O-Kiku dengan mudahnya dibawa paksa ke tempat Urashima. Ternyata Zoro membiarkan O-Kiku dibawa dengan alasan ia mau menebas pria setengah telanjang. Alasan yang sangat masuk akal, Zoro.
Ketika O-Kiku dibawa, semua orang langsung mengenali O-Kiku sebagai penduduk kota Okobore yang terbuang. Mereka menganggap O-Kiku sebagai wanita rendahan yang vulgar dan sangat tidak layak menjadi pasangan Urashima.
Dengan kerennya, O-Kiku membungkam semua cemoohan tersebut. Sambil mencabut katananya O-Kiku memotong “sanggul” Urashima yang membuat semua orang terperangah.
O-Kiku menyebut kalau satu-satunya yang rendah dan vulgar adalah hati mereka yang menganggap rendah orang lain hanya karena kelas sosial.
Wajar semua penduduk tersebut terperangah karena “sanggul” yang disebut Chonmage itu melambangkan harga diri seorang pesumo. Apakah Urashima yang sangat angkuh dengan status sosialnya akan melawan balik atau malah kabur dengan memalukan setelah chonmage-nya dipotong oleh O-Kiku?
Di lain pihak, Luffy tampak sangat kagum dengan aksi O-Kiku sedangkan Zoro sangat ingin menikmati pertarungan yang akan terjadi.
Itulah pembahasan One Piece Chapter 915. Jika kamu punya spekulasi atau mungkin teori tentang chapter tersebut, sialakan tulis di kolom komentar.