Categories
Anime Editor Choice

Anime Uramichi Oniisan dan Lelahnya Menjadi Dewasa

Anime Uramichi Oniisan atau dikenal juga dengan nama Life Lesson with Uramichi Onissan, dibuat berdasarkan manga komedi dengan nama yang sama oleh sang kreator Gaku Kuze. Anime summer 2021 ini merupakan salah satu anime bergenre dark comedy yang menawarkan premis yang sederhana tapi tetap dengan cerita yang unik.

Uramichi Omota
via Funimation

Premis yang ditawarkan oleh anime ini cukup sederhana. Ceritanya berpusat mengenai Uramichi Omota, seorang pesenam yang menjadi pembawa acara program anak-anak. Di balik keceriaannya di depan layar kaca, dia adalah seorang yang pesimis menghadapi kehidupan.

Gag komedi sarkastik

Anime ini mengeksplorasi sikap pesimistis sang protagonis terhadap kehidupan. Kekecewaan dan nada yang suram disampaikan dengan tone dan warna-warna yang cerah dan ceria. Apalagi ditambah dengan unsur komedi dari berbagai karakter yang ada di dalam serial ini.

Uramichi dan Utano Tadano
via Funimation

Premis dan joke yang ditawarkan cukup menarik layaknya anime gag Jepang lainnya. Tapi salah satu elemen yang membuat anime ini semakin menyenangkan adalah pengisi suara yang bertabur bintang. Seperti Hiroshi Kamiya yang menyuarakan Urumichi, menyampaikan dialog panjang dengan presisi dan nada sarkastik yang alami.

Memang tidak semua karakter dibuat pesimistis seperti Uramichi. Bahkan ia yang dipercaya memiliki depresi atas kehidupannya yang monoton selalu melakukan yang terbaik untuk menjalani hidup dan bekerja secara profesional untuk menghibur anak-anak.

anime Uramichi Oniisan episode 1
via Funimation

Uramichi harus pura-pura bahagia di depan anak-anak. Tak jarang melampiaskan ketidaknyamanannya kepada mereka. Sehingga ia harus menyampaikan komentar yang negatif tapi dengan cara yang ceria. Kamiya menghadirkan transisi di antara semua emosi dengan mudah dan cepat.

Tekanan hidup membuatnya sadis. Dan ia sering melampiaskan kekesalannya kepada juniornya, Tobiichi Usahara (Tomokazu Sugita) dan Mitsuo Kumagai (Yuichi Nakamura). Walaupun Mitsuo memang pantas diberi pelajaran karena sering menjahili Uramichi.

BACA JUGA  10 Anime Shounen Terbaru untuk Binge-Watch di Rumah

Susahnya menjadi orang dewasa

Keseluruhan anime dibuat dengan setting gag ini, atau memiliki beberapa potongan cerita dalam 20 menit per episode. Selain menghadirkan humor yang cukup kompleks, namun anime dan manga mengambil inspirasi dari etos kerja penduduk Jepang yang selalu mengikuti perintah atasan.

Terlihat dari sederet dialog yang ditawarkan. Contohnya ketika Uramichi disuruh lembur untuk melukis bola atau mengenakan helm laba-laba yang ketat selama syuting program anak-anak tersebut.

“Apapun yang dikatakan atasanmu, kamu harus berpura-pura memahaminya… Itulah yang dilakukan orang dewasa,”

ungkap Uramichi di episode 2.
anime Uramichi Oniisan episode 2
via Funimation

Yang terbaru adalah ketika ia harus melakukan syuting untuk video musim panas di tengah musim gugur yang dingin hanya dengan mengenakan kaos singlet. Ia tetap tenang dan melakukan semua yang disuruh oleh sutradara meski seluruh pori-pori di tubuhnya meronta kedinginan.

Dari episode ke episode, penonton akan dibuat memahami bagaimana Uramichi menjalani kehidupannya. Ia tahu bahwa kehidupannya terbuang sia-sia dan tak berarti. Namun ia tetap membuat setiap usaha yang dilakukan berarti.

Tetap positif menjalani kehidupan

Meski terlihat jelas bagaimana ia kesal dan mengeluh setiap bangun di pagi hari, tapi ia tetap berusaha keluar dari depresinya dengan menemukan kesenangan di dalam hidup. Termasuk melampiaskan amarahnya kepada Usahara.

Life-Lessons-with-Uramichi-Oniisan
via Funimation

Selain berkumpul bersama junior dan pengisi acara lainnya, Uramichi mencoba untuk membuat masa liburnya dengan menenangkan diri. Yaitu dengan cara memancing di Minggu pagi. Sebuah usaha kecil untuk menikmati masa libur dari pekerjaan yang melelahkan mengurusi anak-anak setiap harinya.

Anime Uramichi Oniisan menampilkan realitas yang mungkin dialami oleh sebagian besar orang dewasa. Ditempa kehidupan yang berat, ia masih peduli kepada anak-anak dan berusaha keras untuk tetap bersikap positif. Menyiratkan bagaimana menjadi dewasa tidak pernah mudah.

By Padli Nurdin

Penulis baru yang terpesona dengan bagaimana kata-kata bisa mengubah dunia.

Leave a Reply