Layaknya lagu “Bohemian Rhapsody” yang merusak pakem lagu hits pada masanya, dengan durasi lebih dari enam menit. Hal serupa juga terlihat pada film Bohemian Rhapsody. Durasi yang lebih dari dua jam sering membuat penonton mulai bosan di pertengahan cerita. Tapi tentu saja, suguhan lagu Queen yang membahana sepanjang film ini memberikan nada di setiap jatuh bangunnya Queen – khususnya sang vocal leader Freddie Mercury – hingga akhir cerita.
Menonton film Bohemian Rhapsody sama dengan melihat bagaimana band rock asal Inggris ini menjadi salah satu legenda, bahkan bisa dibilang menjadi wajah musik rock era 70-an. Dan tak salah film ini mengambil sudut pandang dari cerita sang frontman, Farrokh “Freddie” Bulsara.
Salah satu kekuatan film ini adalah sang superstar Rami Malek yang mendalami kekuatan sang legenda, Freddie Mercury. Kejeniusannya dalam bermusik, pribadi yang eksentrik, hingga masa-masa depresi pencarian jati diri atas homoseksualitas terlihat begitu meyakinkan. Memang benar gigi tambahan sangat mempengaruhi fisik Malek untuk memerankan Mercury. Tapi tentu saja gaya bicara, tatapan, hingga gestur tidak bisa dibuat-buat begitu saja.
Melihat semua cara yang dilakukan Malek untuk menjadi Freddie Mercury – mulai dari belajar dialek hingga pelatih movement – yang dijelaskan oleh New York Times membuatnya menjadi salah satu penantang Oscar terbesar untuk Best Actor tahun depan. Bukan hanya Mariviu saja yang bilang, tapi Vulture.
Tapi di balik peran besar Rami Malek untuk film Bohemian Rhapsody, cerita yang ditawarkan masih terkesan hambar dan kurang mengena. Tentu saja film ini mengambil fokus Freddie Mercury, tetapi hanya mengungkapkan beberapa fakta yang diketahui tentang kehidupan pribadi sang mega bintang, homoseksualitas serta penyakit AIDS yang dideritanya.
Bahkan jika ingin mengulik lebih dalam lagi, kehidupan glamor dan penuh sex Freddie Mercury hanya dijelaskan sedikit dalam film ini. Dalam tulisan-tulisan, contohnya The Guardian menyebutkan bahwa film ini mengedepankan versi safe for audience dengan menunjuk pada rating PG-13 (13 tahun ke atas) dan menghilangkan detail kehidupan paling gelap sang frontman.
Tapi dibalik semua itu, film Bohemian Rhapsody merupakan film wajib bagi penggemar Queen dan musik-musik rock era 70-an. Disebut sebagai biopic official, tentu saja film ini menjelaskan bagaimana Freddie Mercury, Brian May, John Deacon, dan Roger Taylor mendapatkan kejayaannya.
Musik bisa memberikan nyawa pada setiap peristiwa, seperti yang kita rasakan pada soundtrack-soundtrack film saat ini. Tetapi ketika musik dijelaskan sebagai peristiwa, setiap lirik dan melodinya semakin dekat mengena. Memang terkesan klise, tetapi jika bukan karena peran menawan Rami Malek serta kebesaran nama Queen dan lagu-lagunya dalam film ini, sepertinya film Bohemian Rhapsody hanya menjadi cerita from-zero-to-hero perjalanan band pada umumnya.
Rating: 3/5
Genre: Drama, Biografi
Sutradara: Bryan Singer
Penulis: Anthony McCarten
Bintang: Rami Malek, Lucy Boynton, Ben Hardy, Joseph Mazzello, Gwilym Lee