Film Michael yang disutradarai oleh Antonie Fuqua dan diproduseri Graham King yang sukses dengan biopic lainnya, Bohemian Rhapsody (2023), menerima kritikan tajam dari para kritikus di seluruh dunia. Meskipun begitu, hal tersebut tak menghentikan para penggemar King of Pop ini untuk berbondong-bondong menonton film ini.
Biopic Michael Jackson
Michael menceritakan perjalanan hidup atau biopic dari legenda musik pop Michael Jackson. Diperankan oleh keponakannya sendiri, Jaafar Jackson, film ini langsung memecahkan berbagai rekor, termasuk rekor pembukaan terbesar dari semua jenis film biopic, baik musik maupun yang lainnya.
Rekor lainnya termasuk rekor pembuka pertama Lionsgate sejak 2015, biopic dengan score penonton tertinggi di Rotten Tomatoes dengan 97%. Michael juga jadi film biopic pertama dalam sejarah yang menyentuh $100 juta dalam satu hari.
Ceritanya dimulai semenjak Michael tergabung dalam Jackson 5 pada tahun 1966 dan dikontrak oleh Motown pada tahun 1969. Ia lalu mengeluarkan solo album pada 1978. Meski meledak di pasaran, namun Michael muda masih disetir oleh ayahnya, Joe Jackson yang diperankan oleh Colman Domingo.
Film ini menceritakan tentang kehidupan Michael dan keluarganya di tengah jalannya menjadi King of Pop. Namun sayangnya, film ini hanya mengulas kurang dari 20 tahun kiprahnya di dunia musik.
Dipenuhi komentar negatif kritikus
Berbagai kritikus mengungkapkan berbagai kekurangan film ini. Beberapa diantaranya mengeluhkan ada banyak sensor di film Michael. Termasuk cerita film yang berakhir sebelum dia dituduh melakukan pelecehan terhadap anak-anak.
Padahal pihak produksi udah melakukan pengambilan gambar adegan ini. Namun Fuque harus melakukan re-shoot setelah menemukan adanya klausal pada tuduhan pelecehan seksual terhadap anak-anak tahun 1993 yang menyebutkan bahwa mereka tidak boleh menunjukkan siapa pelapornya.
Selain itu, Carla Hay dari Culture Mix bilang dalam ulasannya meskipun pertunjukan musik di film ini mengesankan, tapi karakter lainnya terasa datar. Keluarga Michael hanya menjadi karakter background yang tak dijelaskan lebih dalam.
Robert Daniels dari RogerEbert.com bilang kalau film ini lebih seperti tribute ketimbang biopic. Dimana Fuqua hanya mengangkat musik dan persona Michael, tapi tidak mengeksplorasi sosok Michael di belakang layar.
Sementara Johnny Oleksinski dari The Altantic mengungkapkan bahwa biopic ini tak menghibur dan too predictable walaupun Jaafar punya potensi akting yang keren. Sedangkan Spencer Kornhaber dari Time Magazine menjelaskan bahwa ceritanya jauh dari gambaran lengkap dan hampir tak mampu menangkap esensi Michael Jackson.
Tak peduli kata kritikus, Liosgate sekarang sedang mempertimbangkan untuk membuat film kedua. Dengan anggapan ada banyak plot yang masih belum diceritakan, tentunya hal ini bakal jadi kesempatan buat Lionsgate buat menguras habis cerita sekaligus pamor King of Pop dalam cerita keduanya.