Review Film Paddington in Peru (2025): Masih Menyenangkan Walau Ditodong Ekspektasi Tinggi

Dengan dua film yang melejit, film Paddington in Peru mencoba menjawab keraguan di hati penggemarnya. Hasilnya sebuah tontonan keluarga yang masih menyenangkan meski cerita yang lebih kompleks, tapi tetap enak ditonton bersama keluarga. 

Sinopsis film Paddington in Peru

Paddington akhirnya resmi menjadi warga Inggris dan telah mendapatkan paspor. Namun ketika dia mendapatkan kabar bahwa Bibi Lucy menghilang, dia akhirnya berangkat ke Peru untuk mencarinya, walaupun sendirian tanpa ditemani oleh keluarga Brown.

film Paddington in Peru
via Sony Pictures

Mary Brown merasa bahwa perjalanan ke Peru bisa menjadi cara untuk membuat keluarganya kembali dekat seperti dulu. Sehingga dia akhirnya mengajak keluarganya untuk menemani Paddington ke Peru demi mencari keberadaan Bibi Lucy.

Tiba di Peru, mereka mengetahui bahwa Lucy menghilang di El Dorado. Mereka pun menyewa kapal dari Kapten Hunter Cabot (Antonio Banderas) yang serakah untuk membantu mereka mengarungi pedalaman Peru demi mencari El Dorado.

Cerita yang kompleks dengan karakter baru

Paddington memang punya segudang daya tarik, bukan hanya untuk penonton anak-anak tapi juga penggemarnya yang sudah dewasa. Apalagi bagi Paddington 2 yang disebut-sebut sebagai film keluarga paling menyenangkan dengan segala magisnya dan pas untuk ditonton semua umur.

keluarga Brown dalam film Paddington in Peru
via Sony Pictures

Dengan segala kesuksesan dan ketenaran dua film sebelumnya, mau tak mau ada ekspektasi yang perlu diperhatikan. Dan mungkin masalahnya pada ekspektasi, film ketiga ini masih kurang kuat jika dibandingkan edisi pertama dan kedua yang dirilis tahun 2014 dan 2017 silam.

Beralih ke Peru, Paddington 3 memiliki plot yang lebih kompleks. Kisah petualangannya dibuat grande, termasuk membawa kesan nostalgia ketika menelusuri lebih dalam mengenai masa lalu Paddington yang tak sempat ditawarkan sebelumnya.

Olivia Colman sebagai The Reverend Mother
via Sony Pictures

Deretan karakter baru diupayakan demi menambah rasa ‘grande’ film ini. Ada Antonio Banderas sebagai Kapten Hunter Cabot serta Emily Mortimer berhasil menggantikan Sally Hawkins sebagai Emily Brown. Tapi Olivia Colman yang nyebelin di Falcon and the Winter Soldier (2022) dengan rekayasa adegan Sound of Music-nya jadi momen yang membekas dalam film ini. 

Film ini bagaikan terbagi menjadi dua bagian, yaitu Paddington dan Hunter yang mencari Aunt Lucy serta petualangan keluarga Brown dalam mencari Paddington. Tapi tenang saja, keduanya bakal menyatu di bagian akhir, termasuk twist menarik yang siap menyapa di penghujung film.

Masih menyenangkan sebagai film keluarga

Tugas berat memang harus ditempuh oleh Dougal Wilson. Harus menopang beban berat dari Paul King yang sukses membawa Paddington 1 dan 2 menjadi salah satu karakter lovable yang disukai oleh berbagai penjuru usia. Di film ketiga, ada banyak hal yang belum bisa menyaingi pendahulunya.

Komedinya mungkin tak selucu sebelumnya dimana ada lebih sedikit slapstick. Begitu pula villain utama yang terasa kurang memorable, apalagi mengingat bagaimana Hugh Grant bersinar terang di edisi 2017 lalu.

Paddington Brown dalam film Paddington in Peru
via Sony Pictures

Menggunakan latar Peru, bukannya London yang punya pesona khas dan sebagai nyawa tersendiri di film sebelumnya, memang membuat film ketiga ini kehilangan sebagian magisnya. Tapi tenang saja, masih ada banyak hal baru yang bisa membuat cerita si beruang karya Michael Bond ini menarik untuk diikuti.

Mengingat Paddington sendiri merupakan seekor beruang Andes atau dikenal juga dengan nama beruang berkacamata yang berasal dari Peru. Jadi keputusan untuk beralih dari London ke Peru dibutuhkan demi alasan cerita, termasuk menjelaskan mengapa Paddington sangat menyukai selai jeruk Marmalade.

Paddington dan Bibi Lucy
via Sony Pictures

Tapi sekali lagi, jangan bandingkan dengan dua film sebelumnya yang sudah mencapai puncaknya. Film Paddington in Peru masih menawarkan daya tarik tersendiri sebagai sebuah film keluarga yang menyenangkan untuk ditonton bersama, lucu dan menggemaskan, sekaligus memperlihatkan bahwa sebuah film semua umur memang bisa dinikmati oleh semua kategori usia.

Genre: Drama, Komedi

Sutradara: Dougal Wilson

Penulis Naskah: Mark Burton, Jon Foster, James Lamont

Pemeran: Ben Whishaw, Hugh Bonneville, Emily Mortimer

Avatar photo
Rahmat Hidayat
Articles: 9

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *