Butuh hampir setahun bagi film Presence karya Michael Soderbergh untuk tayang di bioskop. Tapi penonton umum akhirnya bisa menonton salah satu film horor yang dibuat dengan gaya yang tak biasa; memberikan nuansa baru dari perspektif sosok gaib yang selalu memperhatikan penghuni rumah.
Sinopsis film Presence
Sebuah sosok berkeliaran di dalam rumah berlantai dua. Berawal dari lemari baju, dia menelusuri rumah tersebut. Hingga akhirnya seorang agen membuka pintu dan membawa satu keluarga yang beranggotakan empat orang melihat-lihat rumah tersebut.

Sang ibu, Rebecca (Lucy Liu) seorang wanita karir, sang ayah, Chris (Chris Sullivan), si kakak, Tyler (Eddy Maday), dan adiknya berkeliaran di ruang tengah. Sementara si bungsu Chloe (Callina Liang) yang sedang berduka akibat temannya yang meninggal dunia mulai naik ke lantai atas dan masuk ke kamar dimana sosok tersebut terbangun untuk pertama kalinya.
Mereka akhirnya pindah ke rumah tersebut. Semua terasa biasa sampai akhirnya Chloe merasakan keanehan ketika sosok yang biasanya ‘bersembunyi’ lemari baju di kamarnya menutup pintu kamarnya secara tiba-tiba atau memindahkan barang-barang tanpa sepengetahuannya.
Hanyut ke dunia milik Soderbergh
Film Presence merupakan karya teranyar dari Steven Soderbergh yang terkenal berkat kepiawaiannya menggiring narasi dan membawa penonton masuk ke dalam dunia yang dibangunnya. Dan hal ini terasa jelas ketika menonton film ini, seisi bioskop mengira-ngira apa yang akan dilakukan oleh sosok tersebut, hanyut ke dalam cerita Chloe dan keluarganya.
Secara garis besar, keluarga Chloe merupakan tipikal rumah tangga Amerika. Film ini pun mengangkat isu-isu sosial yang sering dijumpai, dimana suami yang insecure karena sang istri yang bekerja, kisah cinta remaja, kehilangan teman, pertengkaran kakak adik, atau masalah drugs dan porn revenge di kalangan anak sekolahan.
Lebih banyak fokus pada drama dan horor, bisa dibilang film ini bukan bertujuan untuk menakutkan atau fokus pada jumpscare. Tapi Soderbergh menyajikan nuansa tak enak yang memperlihatkan bagaimana jika sesuatu tak terlihat selalu memperhatikan gerak-gerik kita.

Empat karakter utama dalam film ini dibuat ‘biasa’. Merepresentasikan keluarga Amerika yang memang sedang mencari hal baru di hidupnya, termasuk dengan pindah ke rumah baru. Tapi Celline punya daya tarik yang menawan dalam memerankan karakter Chloe yang rapuh sekaligus mencari-cari jawaban atas kehilangan yang dialaminya.
Untuk sebuah film yang memantik rasa penasaran, Presence hanya menawarkan durasi sepanjang 85 menit saja. Terasa kurang mengingat banyaknya perspektif baru yang dihadirkan atau narasi-narasi lainnya yang bisa dikembangkan. Sehingga tak heran jika bagian akhirnya terasa kurang memuaskan untuk kebanyakan penonton.
Yah, tipikal film festival. Pertama kali dirilis di Sundance Film Festival 2024, Presence memang dibawakan dengan sangat lambat dengan progresi plot yang perlahan menanjak. Tanpa banyak scoring musik, membuat penonton fokus pada apa yang terjadi di layar. Meningkatkan ketegangan demi ketegangan dalam mencari tahu apa yang akan dilakukan oleh sosok tersebut.
Dilihat dari perspektif makhluk gaib
Jika kamu tahu film A Violent Nature (2024) yang diambil dari perspektif seorang pembunuh berantai, maka film ini kurang lebih menggunakan gaya yang tak jauh berbeda. Namun jika film tersebut masih memperlihatkan sosok si pembunuh berantai, film Presence hadir dengan sudut pandang penonton sebagai sosok tersebut.
Film ini menegaskan kembali betapa visioner dan kreatifnya Steven Soderbergh. Sutradara Amerika berusia 62 yang dikenal berkat trilogi Ocean’s (2001-2007) dan Logan Lucky (2017) ini mengambil sudut pandang yang berbeda: sosok makhluk gaib yang selalu memperhatikan penghuni rumah, bahkan berada di samping mereka.

Pergerakan kamera menjadi aspek penting dalam film ini, memperlihatkan bagaimana sosok tersebut ‘melayang’ mengelilingi rumah dan mengetahui apa yang dilakukan oleh orang-orang di dalam rumah. Membuat penonton berpikir, “Ooh, seperti ini rasanya jika diamati oleh sosok makhluk yang tinggal di rumah.” Menyeramkan atau malah bikin malu?
Sedikit spoiler, Soderbergh tak mengungkapkan siapa atau apa sebenarnya sosok tersebut. Membuat penonton mengira-ngira melalui petunjuk-petunjuk yang ada. Tapi apakah penonton nantinya bisa mengetahui bentuk sebenarnya sosok tersebut? Kamu bisa tahu setelah menontonnya.
Mungkin film Presence bukan untuk penonton yang mencari film horor yang ‘bertujuan’ untuk menakutkan pemirsanya. Ada perasaan tak enak yang dibawakan, termasuk ending yang bikin gregetan. Tapi dengan tata visual menawan dan narasi yang lugas, film ini pun masih menyenangkan untuk ditonton berkali-kali.
Genre: Misteri, Horor
Sutradara: Steven Soderbergh
Penulis Naskah: David Koepp
Pemeran: Lucy Liu, Callina Liang, Chris Sullivan, Eddy Maday

