Film The Nun II jadi instalasi terbaru di semesta horor Conjuring dan yang kedua dalam memperkenalkan kisah Valak. Sayang sekali film ini punya cerita yang tak terlalu solid lalu ada perubahan dalam hal ketegangan dan horor dengan penurunan yang jelas terasa jika dibandingkan dengan film pertamanya.
Sinopsis film The Nun II
Berlatar empat tahun setelah kejadian di Romania, Suster Irene (Taissa Farmiga) yang kini sudah dipindahkan ke katedral baru mendapatkan penglihatan tentang peristiwa di katedral lainnya. Ia lalu menyadari penglihatan tentang suster dan pastor yang meninggal menjadi kenyataan.

Bersama dengan Sister Debra (Storm Reid), mereka berdua ditugaskan ke Prancis untuk mencari tahu tentang kejadian tersebut. Mereka mengetahui bahwa Valak mencoba untuk mendapatkan sebuah relik yang bisa meningkatkan kekuatannya.
Tetiba di Prancis, mereka diberitahu oleh seorang pastor bahwa relik tersebut berada di sebuah asrama remaja wanita. Namun Valak yang kembali merasuki Frenchie (Jonas Bloquet) juga menyadarinya dan mulai menyerang anak-anak di asrama tersebut.
Membosankan di tengah
Sebagai sekuel dari The Nun (2018), film ini kembali memperkenalkan teror dari hantu Valak setelah mendapatkan sambutan yang cukup hangat. Namun sayangnya ada banyak kekurangan yang bikin film ini masih belum mampu menyaingi film lain di semesta Conjuring.

Masalah terbesar dari film ini adalah cerita yang lebih lemah dibandingkan film pertama. Beberapa menit pertama hingga setengah film berjalan, ada lebih banyak drama yang bikin edisi kedua ini terasa lebih membosankan di tengah-tengah plot.
Baru ketika Suster Irene datang ke asrama wanita tersebut, film ini mulai terasa menegangkan. Apalagi ditambah dengan kemunculan hantu baru yang lebih menakutkan. Di satu sisi kehadiran Valak jadi tak terlalu berkesan. Agak disayangkan memang, mengingat Valak merupakan karakter villain utama di film ini.
Entah mengapa warna yang lebih kelam dibandingkan film pertama punya andil besar dalam membuat film ini terasa membingungkan. Meski film horror, tapi jika hantunya tak terlalu jelas terlihat, buat apa? Atau sekadar untuk menghadirkan kesan menakutkan dari kegelapan?

Karakter Irene yang diperankan Taissa punya aura yang lebih besar dibandingkan film perdananya. Kali ini semakin kuat berkat kehadiran Storm Reid yang menemani. Sebelumnya tampil menawan ketika mencari ibunya yang hilang dalam film Missing (2023).
Cerita kurang solid
The Nun awalnya punya nuansa menakutkan di sepanjang film dan jumpscare yang bikin bergidik. Namun hal ini tak ditemukan di film kedua. Michael Chaves yang menggantikan Corin Hardy di kursi sutradara seperti kehilangan arah untuk mengembangkan kisah Valak.

Alur narasi yang lebih besar melingkupi banyak area seakan membuat ceritanya mengambang tanpa arah. Valak yang sedang mencari relik tak banyak dikulik, membuat ketegangan film semakin jauh berkurang.
Chaves harus bersusah payah untuk menghadirkan kesan menegangkan yang sebelumnya didapatkan dengan mudah oleh Valak. Salah satu karakter fenomenal ini hanya punya sedikit screen time, apalagi ditambah dengan third act di ujung yang yang kurang menggigit.

Sebagai salah satu bagian dari semesta Conjuring, ada adegan post credit di film The Nun II yang menunggu. Memperlihatkan sekilas, meski tak banyak, tentang film terbaru karangan James Wan berjudul The Conjuring: Last Rite yang masih dalam masa pengembangan.
Film The Nun II punya berbagai potensi untuk membuat Valak tampil lebih berkarakter dan menakutkan. Tapi eksekusi yang lemah dan cerita yang kurang solid mengurangi keseruan spin-off ini, apalagi bagi penggemar horror yang memang ingin dibikin takut.
Genre: Horor
Kreator: Michael Chavens
Pemain: Taissa Farmiga, Storm Reid, Bonnie Aarons

