Film Missing membalikkan premis yang ditawarkan pada film sebelumnya, bagaimana seorang anak melakukan apa yang ia bisa untuk menemukan ibunya yang menghilang ketika berlibur di luar kota hanya dengan berbekal informasi di internet. Menggoda sekaligus menegangkan.
Sinopsis film Missing
June (Storm Reid) hanya tinggal berdua dengan sang ibu, Grace (Nia Long) setelah sang ayah meninggal dunia. Grace memutuskan untuk berlibur dengan pacar barunya, Kevin (Ken Leung) ke Kolombia.
Ketika June menjemput mereka ke airport, keduanya tak ada di dalam daftar penumpang. Ia lalu menyadari bahwa Kevin dan ibunya mematikan lokasi iPhone mereka dan tak bisa dilacak.
June lalu melakukan segala cara untuk bisa menemukan mereka berdua. Termasuk dengan menyewa pekerja lepas di Kolombia, Javi (Joaquim de Almeda) untuk memeriksa kamera pengawas di hotel tempat mereka menginap.
Thriller screenlife yang brilian
Meski tak terkait secara langsung, film Missing merupakan sekuel dari Searching (2018) yang dibintangi John Cho. Jika Searching menceritakan seorang ayah yang mencari anaknya, Missing fokus tentang seorang anak yang mengungkap misteri hilangnya sang ibu, Grace.
Keduanya masih menggunakan genre screenlife. Genre ini merupakan bagian dari film di mana sebagian besar film diceritakan melalui layar komputer, tablet, maupun smartphone.
Searching memang digemari karena mampu memadukan genre screenlife dengan alur thriller serta kisah whodunit yang menegangkan. Daya tarik yang kembali bisa dirasakan pada film ini.
Jika film pertama fokus pada alur penceritaan dari genre screenlife yang mengagumkan, Missing semakin cemerlang dengan perpaduan tema dan cerita yang terkoneksi dengan matang.
Premisnya masih sangat sederhana; apa yang kamu lakukan jika orang yang kamu sayang tiba-tiba menghilang. Dan bagaimana kamu menyerahkan semua yang kamu punya untuk menemukan mereka.Â
Tanpa CGI yang berlebihan dan pengambilan gambar yang megah, Will Merrick dan Nick Johnson selaku sutradara memberikan ketegangan di setiap adegan. Apalagi penonton hanya mengetahui tentang Grace melalui layar laptop/smartphone.
Dan walaupun ceritanya dibuat berputar-putar, Missing tak kehilangan sedetik pun waktu untuk membikin penasaran. Di saat twist demi twist terungkap, kisah June menemukan Grace membuka tabir misteri yang menarik untuk diikuti.
Lebih dari sekadar screenlife
Sebagai sebuah sekuel, film Missing tak memiliki karakter yang sama dengan Searching. Keduanya hanya berbagi gaya penceritaan dan genre screenlife yang sama-sama apik. Dan iterasi kedua ini memberikan banyak peningkatan yang memuaskan.
Sementara Searching menawan dengan menggali dunia internet lebih dalam, bahkan berbahaya, Missing memesona dengan memadukan genre screenlife dan perkembangan teknologi dan kemudahan yang menyertainya.
Masih merupakan cerita dari Sev Ohanian, film ini mencengangkan sekaligus menyeramkan bagaimana warga sipil bisa mengakses informasi-informasi yang bahkan bersifat privasi hanya melalui email dan nama ibu kandung semata.
Ohanian menghadirkan bermacam kecanggihan teknologi untuk menggambarkan kemudahan masyarakat mengakses bahkan berinteraksi dengan orang yang sangat jauh. Misalnya, kamu bisa minta tolong kepada orang yang ribuan kilometer jauhnya dari tempatmu berada untuk melakukan hal yang kamu minta.
Dan tak terbendung banyaknya promo teknologi Apple a.k.a iPhone yang (literally) menyelamatkan nyawa ditampilkan dalam film ini. Bisa jadi iklan produk Apple berkedok film yang dibuat dengan sangat smooth.
Tema keluarga yang digabungkan masih dipertahankan; seberapa besar kamu mengetahui semua hal tentang orang terdekatmu? Tapi kali ini, Ohanian menyematkan topik lain, semisal single parent, kekerasan dalam rumah tangga, sampai dengan masalah-masalah yang dihadapi remaja.
Film Missing semakin menawan karena mampu menyeimbangkan narasi antara keluarga dan misteri tentang orang-orang di sekitar kita. Semakin memesona dengan perpaduan premis sederhana dan perkembangan teknologi yang semakin tak terkendali.
Genre: Thriller
Sutradara: Will Merrick, Nick Johnson
Penulis Naskah: Sev Ohanian, Anesh Chaganty
Pemeran: Storm Reid, Nia Long, Ken Leung