Lupakan sejenak gadget yang selalu meminta untuk diisi ulang untuk dimainkan. Ga ada salahnya jika kita kembali membaca, bukan hanya membaca twitwar di Twitter atau caption-yang-ga-sesuai-sama-foto di Instagram, tapi juga membaca buku seperti novel. Bagi teman-teman yang kebingungan dalam memilih novel yang ingin dibaca, coba lihat novel fiksi terbaik 2017 pilihan TIME yang bisa menjadi rekomendasi bacaan libur panjang kali ini.
10. New People karya Danzy Senna

Novel terbaru karya Danzy Senna yang khas dengan satir tentang isu ras yang sering terjadi akhir-akhir ini akan bercerita tentang pasangan multi-ras, Khalil dan Maria. Novel ini akan memberikan sudut pandang baru terhadap kompleksitas perasaan tentang identitas. Yang paling menarik dari novel ini adalah balutan sentuhan humor, bagaimana cara mengerti pandangan orang lain serta sentuhan simpati untuk memberikan pandangan perbedaan bukan menjadi alasan untuk membeda-bedakan.
9. Days Without End karya Sebastian Barry

Dengan genre bernuansa masa perperangan di Amerika, pembaca akan merasakan pengalaman sang narator Thomas McNulty dengan kekasihya John Cole dalam serangkaian peristiwa. Mulai dari berpura-pura menjadi wanita di dalam bar, bertempur di Perang India dan perang Sipil hingga menghindari penangkapan sebagai pasangan gay. Barry menceritakan peristiwa tersebut dalam nuansa romansa nan anggun.
8. The Ninth Hour karya Alice McDermott

Sebuah novel baru yang luar biasa dari salah satu novelis terkenal di Amerika, Alice McDermott. The Ninth Hour menceritakan tentang kisah yang sangat berpengaruh dalam rentang abad ke-20 di Amerika. Tentang seorang janda dan putrinya dengan seorang biarawati yang melayani komunitas Irlandia-Amerika di Brooklyn. Menghadirkan cerita yang menyentuh dengan gambaran pas keluarga Katolik di Brooklyn awal abad 20.
7. The Changeling karya Victor LaValle

Salah satu novel bergenre thriller fantasi ini bercerita tentang Apollo Kagwa dan istrinya Emma Valentine yang sedang bersuka cita atas kelahiran anak pertama mereka. Tapi sang ibu merasakan jarak yang aneh dari putranya. Cerita yang cerdas menginterogasi norma-norma cara mengasuh anak, prasangka rasial dan teknologi di sudut-sudut hiruk pikuknya kota New York.
6. Exit West karya Mohsin Hamid

Hamid menjelaskan tentang pasangan yang kisah asmaranya dimulai saat perang pecah di kota mereka. Meskipun kota tersebut tidak disebutkan, dari penggambaran Nampak bahwa mereka tinggal di Lahore, ibukota provinsi Punjab di Pakistan. Cerita ini akan menggambarkan bagaimana mereka mencoba untuk keluar dari perang dan pergi ke negara Barat di mana di sana mereka malah menemukan ancaman baru: penduduk kota yang menginginkan imigran untuk kembali ke tempat mereka berasal.
5. Lincoln in the Bardo karya George Saunders

Merupakan pemenang Man Booker Prize 2017, novel lengkap pertama dari George Saunders ini akan menceritakan kisah hantu bersejarah dari Abraham Lincoln. Malam yang mencekam ketika Perang Sipil berkecamuk di Amerika, Presiden Abraham Lincoln mengunjungi makam putranya tapi mendapatkan teman sekelompok jiwa-jiwa yang tidak bisa meninggalkan kenangan mereka di dunia.
4. Manhattan Beach karya Jennifer Egan

Novel pemenang Putlizer Prize ini menceritakan kisah yang terjadi selama Perang Dunia ke-II di Amerika, dimana karakter utama cerita ini, Anna Kerrigan, merupakan seorang wanita dengan karakter yang pas untuk kehidupan glamor Hollywood; semangat, kerentanan dan keanggunan yang menyertainya dalam transisinya dari pekerjaan sebagai penyelam wanita sampai menjadi pekerja di klub malam yang dipenuhi oleh gangster.
3. Transit karya Rachel Cusk

Novel kedua dari Rachel Cusk akan mengajak pembaca masuk kedalam trilogy dengan plot yang minimalis tapi dengan observasi maksimal. Struktur plot dalam novel ini merupakan narasi lambat dari narrator yang tinggal di sebuah flat di London. Percakapan dengan kontraktornya, teman-teman dan tungku api tuanya. Melalui meditasi elegan dalam kehidupan kontemporer, penggambaran Cusk terhadap narator menyelimuti misteri, puitis, dan berbeda dengan dunianya.
2. White Tears karya Hari Kunzru

Novelis Inggris ini membengkokkan budaya Amerika dengan kisah tentang ras kulit putih dan perampasan budaya. Bercerita tentang dua pria kulit putih muda yang masuk ke dalam industri musik untuk menemukan kesuksesan dari rekaman lagu blus yang diaransemen ulang, mereka mulai berfikir tentang kebohongan-kebohongan mereka yang secara tidak sengaja menjadi kenyataan. Perjalanan mencari kebenaran membawa kepada pengungkapan perjalanan masa lalu yang mengerikan.
1. Sing, Unburied, Sing karya Jesmyn Ward

Buku ketiga Jesmyn Ward akan mengambil cerita pada kota fiksi Bois Sauvage, berdasarkan kampung halamannya di DeLisle, Mississippi. Mengantarkan pembaca pada rasa realisme magis tentang hantu di masa lalu yang mencoba untuk menggapai kembali atau bahkan mencekik masa kini. Novel ini menghadirkan alur prosa yang handal, pengamatan tentang manusia yang detail serta komentar tajam untuk masyarakat masa kini.
Akhir minggu bisa kita jadikan pelepas lelah dengan beristirahat dan menenangkan pikiran. Tak ada salahnya juga untuk membaca buku sebagai pelarian. Jadi, mau baca buku apa minggu ini?

