Uwais Pictures baru saja mengadakan press conference sekaligus screening film Ikatan Darah bersama media di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan. Film aksi yang disutradarai oleh Sidharta Tata ini menghadirkan adegan pertarungan penuh darah dengan bela diri silat khas Indonesia.
Sinopsis film Ikatan Darah
Mega (Livy Ciananta) merupakan mantan atlet pencak silat nasional yang terpaksa harus berhenti karena cedera pada bahunya. Ia dan saudaranya, Bilal (Derby Romero), saling mendukung, termasuk mengambil hutang dalam jumlah besar untuk mendukung Mega.
Hutang yang terus menumpuk membuat Bilal masuk ke dalam lingkaran setan judi online (judol) untuk melunasinya. Masalah demi masalah membuat Bilal terjebak di lingkaran kejaran gangster yang dipimpin oleh Primbon (Teuku Rifnu Wikana).
Mega yang akhirnya tahu alasan Bilal terjebak dalam hutang berusaha untuk menyelamatkan Bilal. Terlebih ketika ia tahu Bilar membunuh adik Primbon yang membuatnya diburu oleh kelompok gangster bawahan Primbon.
Adegan aksi khas Uwais Pictures
Film Ikatan Darah merupakan karya kedua dari Uwais Pictures, rumah produksi milik Iko Uwais yang fokus dengan film drama aksi. Sebelumnya, Uwais Pictures telah lebih dulu mengeluarkan film Timur (2025) yang juga dibintangi oleh Iko.

Keseluruhan film mengandalkan koreografi aksi yang juara. Adegan perkelahian yang padat diambil oleh sinematografi yang pas tanpa mengurangi intensitas dan kenyamanan menonton. Tata juga menggunakan lokasi yang nyata di lingkungan padat penduduk demi cerita yang relate dengan banyak orang.
Tak terlalu menggunakan senjata api, pertarungannya terlihat bertenaga dan efektif dimana sebagian besar menggunakan tangan kosong. Ditambah pula dengan berbagai senjata tajam lainnya, seperti pisau, parang, gergaji rumput, dan senjata tajam lainnya.
Terinspirasi film Korea
Dalam mengembangkan film ini, Sidharta Tata yang dikenal sebagai sutradara Ali Topan (2023) dan duologi Waktu Maghrib mengungkapkan bahwa ia menggunakan karakter yang terinspirasi dari film aksi Korea. Salah satunya karakter villain atau penjahat yang tidak hanya fokus pada sifat jahatnya saja.
“Meskipun kita bicara karakter antagonis, tapi yang menarik adalah mereka itu punya karakter-karakter yang sangat menarik untuk dikulik,” jelas Tata kepada media.

Setiap peran, baik antagonis maupun protagonis, memiliki karakteristik yang multidimensi, dimana mereka tidak hanya jahat atau baik saja. Ia juga menambahkan bahwa setiap pemain mengembangkan karakter yang diperankan menggunakan ide yang mereka bawa.
Film Ikatan Darah juga dibintangi oleh Dimas Anggara, Abdurrahman Arif, Imsi Melinda, serta aktris senior Lydia Kandou. Bekerja sama dengan KG Pictures, Legacy Pictures, dan Raid Rapid Active, film ini siap menyapa penonton 30 April 2026 mendatang.

