Video Game Sulit Difilmkan? Ini Kata Sutradara Film Rampage

Sepanjang sejarah Hollywood, belum ada film adaptasi video game yang mampu mencatat kesuksesan yang benar-benar berarti. Walaupun beberapa dari film-film tersebut dapat dinilai sukses baik secara kritis maupun secara komersial, tetap saja lebih banyak miss yang dihasilkan oleh film-film tersebut dibandingkan hit nya. Bahkan beredar sebuah anggapan bahwa ada kutukan dalam mengadaptasi video game menjadi film. Lalu bagaimana dengan film Rampage?

The Rock akan memerankan tokoh utama dalam film Rampage yang diadaptasi dari game berjudul sama
Game Rampage dan the Rock via GameCrate

Brad Peyton, sutradara Rampage, dikutip dari Cinemablend.com menyatakan bahwa dia sesunggunya baru awas dengan istilah kutukan video game tersebut 2 minggu setelah ia menyelesaikan filmnya. Namun sepanjang pengerjaan Rampage, Peyton mengakui ada banyak kesulitan selama proses produksi film ini.

Peyton meneruskan: “Bila anda mencoba untuk mengadaptasi sesuatu yang memiliki alur cerita yang dalam atau karakter yang sangat kuat atau apapun yang serupa dengan itu, anda benar-benar akan dibebani untuk menyampaikan sesuatu yang bagus. Dan itu benar-benar tantangan yang sulit karena video game memiliki tampilan yang immersive yang akan sulit untuk ditandingi.”

Salah satu alasan, menurut Peyton, mengapa film adaptasi video game sulit dilakukan adalah karena mereka merasa harus menyampaikan hal yang benar-benar serupa dengan apa yang apa yang ada di video game. Untungnya bagi Peyton sebagai sutradara, film Rampage tidak membutuhkan alur cerita serumit Assassin’s Creed ataupun Prince of Persia. Hal yang paling penting dari film Rampage adalah hadirnya tiga makhluk berukuran raksasa yang sangat ikonik itu dan melakukan kehancuran di mana-mana. Di sini Peyton mendapat keleluasaan dalam membangun cerita dikarenakan identifikasi elemen utama yang tidak begitu muluk-muluk.

Dwayne Johnson akan memerankan Davis Okoye, seorang Primatologist dalam film Rampage

Peyton lalu mengatakan pada IGN.com, “Tujuan utama saya di film ini adalah untuk benar-benar mengingatkan anda bahwa monster itu menakutkan, tapi sekaligus memperlihatkan bahwa film monster juga menyenangkan.” Kemudian dia menambahkan bahwa tujuan utama dari film Rampage adalah untuk secara konstan memberikan kejutan dan hiburan karena hal yang paling menghibur adalah hal yang tidak dapat anda prediksi kedatangannya. Maka itu, Peyton mengatur agar film ini tidak menjadi semacam pengulangan dari video game-nya.

Film Rampage yang dibintangi Dwayne Johnson ini akan benar-benar mengamuk di bioskop mulai 20 April 2018. Menurut kamu, apakah film ini mampu menimbulkan nostalgia pada video game Rampage?

Avatar photo
Haris Quds

A culture enthusiast and a book reviewer. Studied American Studies in University of Indonesia.

Articles: 46

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *