Categories
Review Serial TV

Review Serial Sweet Tooth (2021): Kisah Paska Pandemi Bernuansa Cerah

Serial Sweet Tooth memperkenalkan latar paska apokaliptik untuk anak-anak di tengah pandemi virus yang mengubah dunia. Dikembangkan oleh Jim Mickle dari sumber komik dengan judul yang sama karya Jeff Lemire, serial ini menceritakan petualangan yang unik dengan cerita yang ringan khas Netflix.

Ceritanya dimulai dari “Wabah Besar”, sebuah pandemi flu yang membunuh banyak manusia, bertepatan dengan kemunculan spesies hybrid. Mereka adalah bayi dengan sebagian fisiknya seperti hewan. Gus muda (Christian Convery) adalah anak dengan tanduk rusa yang dibawa bersembunyi oleh ayahnya, Richard (Will Forte), ke pegunungan.

Gus, Bear, dan Jepperd
via Netflix

Hingga akhirnya sang ayah meninggal karena pandemi, ia mulai mengembara untuk mencari tahu ibunya, Birdie (Amy Seimetz), dibantu oleh Jepperd (Nonso Anozie) dan pemimpin dari pasukan pelindung hybrid, Bear (Stefania LaVie Owen).

Di tempat lain ada Aimee (Dania Ramirez) yang menciptakan tempat perlindungan anak-anak hybrid, serta Dr. Aditya Singh (Adeel Akhtar), seorang dokter yang pertama kali menangani kasus flu tersebut, dan mencari cara untuk mendapatkan obat untuk menyembuhkan sang istri, Rani (Aliza Vellani).

Ringan dan heartwarming

Serial ini hadir dalam plot maju, disandingan dengan flashback di setiap episode untuk mengungkap misteri ketika Wabah Besar terjadi. Menceritakan tentang tatanan sosial yang runtuh akibat pandemi ganas, ditambah dengan munculnya anak-anak hybrid yang berbeda dengan manusia biasa.

bayi Gus dalam serial Sweet Tooth
via Netflix

Skema visual yang cerah dari lanskap paska apokaliptik, fokus terhadap hutan dan pegunungan, kota-kota yang berlumut dan hancur ditinggal penghuninya, serta lagu upbeat Dirty Paws dari Of Monsters and Men. Termasuk anak-anak hybrid yang dibuat sangat menggemaskan.

Convery terlihat lucu dengan tanduk dan telinga rusanya yang bisa bergerak. Anozie datang sebagai si kuat “Big Man”, yang dibuat lebih melankolis dalam beberapa episode terakhir. Namun karakter yang paling menarik dan dinamis yaitu Dr. Singh, yang harus mencari berbagai cara untuk menyelamatkan istrinya.

BACA JUGA  Review The Addams Family (2019): Nama Besar yang Sulit Terulang Kembali
lanskap serial Sweet Tooth
via Netflix

Masing-masing terbagi menjadi beberapa sub plot dan dihadapkan dengan masalah mereka sendiri; mulai dari keterasingan, perbedaan dan berkutat dengan penyesalan. Sayangnya mereka semua baru dipertemukan di episode terakhir. Menyisakan lebih banyak kisah yang dipersiapkan untuk musim keduanya.

Dibuka dengan pandemi

Serial Sweet Tooth merupakan iterasi terbaru Netflix yang membawa tema apokaliptik, tapi terasa sangat dekat dengan keadaan dunia saat ini. Bertemakan dunia paska wabah dari virus yang menyebar ke seluruh dunia, termasuk subplot tentang komunitas penyintas yang takut akan kemunculan gelombang baru dari virus tersebut.

Christian Convery sebagai Gus
via Netflix

Padahal sumber aslinya adalah buku komik yang mulai diterbitkan pada tahun 2009, dengan syuting pertama pada tahun 2019. Tapi tema ini membuat Sweet Tooth terasa sangat dekat dengan dunia nyata saat ini. Apalagi dengan karakter Dr. Aditya yang ingin menciptakan vaksin untuk virus ini.

Serial ini memang tak sempurna. Pace yang stabil, bahkan cenderung membosankan bagi penonton dewasa. Menghilangkan pesona dari komik aslinya yang gelap dan keras. Tanpa moral ambiguitas yang menjadi ciri khas sumber aslinya, setiap karakter dibagi menjadi dua karakteristik, “baik” dan “jahat”.

Sweet Tooth komik
via Vertigo

Dan ketika narasi mulai menyerupai kompleksitas komiknya, Mickle dan Schwartz membawa plot menjadi lebih sederhana, dengan solusi yang seringkali datang dari langit. Membuatnya semakin setia dengan tujuan utamanya: cerita yang ringan bagi penonton anak-anak.

Musim pertama berakhir dengan cliffhanger yang sangat menyiksa. Menunjukkan keyakinan Netflix dengan keberlangsungan serial ini. Asal jangan menggantung layaknya Jupiter’s Legacy (2021) yang malah di-cut di musim pertama. At least, kita bisa melihat group hug di akhir episode musim pertama. Serta set up yang sangat menggoda untuk musim keduanya.

BACA JUGA  Review Serial Dark Season 2: Takdir Tidak Bisa Dielakkan
Gus dan Richard
via Netflix

Serial Sweet Tooth membawa tone yang lebih ringan dibandingkan sumber komiknya. Penuh dengan petualangan dan harapan untuk menggaet penonton muda, tapi tak jauh berbeda dibandingkan cerita paska-apokaliptik lainnya. Dibuat menghibur sebagai tontonan di waktu senggang bersama keluarga.

Genre: Petualangan, Drama

Kreator: Jim Mickle

Penulis: Beth Schwartz

Aktor: Christian Convery, Nonso Anozie, Stefania LaVie Owen, Dania Ramirez

Rekomendasi TV Series
75%

Summary

Serial Sweet Tooth membawa tone yang lebih ringan dibandingkan sumber komiknya. Penuh dengan petualangan dan harapan untuk menggaet penonton muda, tapi tak jauh berbeda dibandingkan cerita paska-apokaliptik lainnya. Dibuat menghibur sebagai tontonan di waktu senggang bersama keluarga.

By Padli Nurdin

Penulis baru yang terpesona dengan bagaimana kata-kata bisa mengubah dunia.

Leave a Reply