Categories
Review Serial TV

Review Serial Jupiter’s Legacy (2021): Realita Superhero yang Membosankan

Adaptasi serial Jupiter’s Legacy dari novel grafis karya penulis Mark Millar dan illustrator Frank Quietly akhirnya tayang di Netflix. Dinanti-nanti oleh penggemar bukunya, sayang adaptasinya masih jauh di bawah ekspektasi dengan plot yang datar dan berbeda dibandingkan versi tulisnya.

Serial ini fokus pada kisah Sheldon Sampson/Utopian (Josh Duhamel), sang istri Grace/Lady Liberty (Leslie Bibb), dan dua anaknya, Brandon/Paragon (Andrew Horton) dan Chloe (Elena Kampouris). Mereka tergabung dengan The Union, kumpulan pahlawan seperti Justice League, kecuali Chloe yang memilih untuk menjadi model.

Utopian, Lady Libery, dan Brainwave
via Netflix

Konflik tercipta ketika Brandon membunuh villain bernama Blackstar, yang mana menyalahi The Code. Tak dijelaskan di dalam serial ini, tapi The Code yaitu aturan tidak boleh membunuh milik The Union. Sebaliknya, banyak superhero yang terbunuh. Sehingga sebagian besar superhero muda mempertanyakan pentingnya The Code.

Tak hanya itu, masalah lain muncul setelah diketahui bahwa Blackstar yang terbunuh adalah sebuah kloning. Ketika mencari fakta tentang siapa yang menciptakan kloningan tersebut, ternyata ada villain lain yang ingin memecah belah The Union.

Masalah keluarga superhero

Serial ini diceritakan dalam dua struktur waktu; di tahun 1920an dimana Sheldon dan kelima superhero generasi pertama mendapatkan kekuatannya, dan di masa sekarang. Keduanya diceritakan beriringan di setiap episodenya, meski cerita tentang asal mula kekuatan Union terasa lebih menarik.

flashback serial Jupiter's Legacy
via Netflix

Dalam ranah aksi, Jupiter’s Legacy malah didominasi drama di sepanjang musimnya. Hanya ada sedikit adegan pertarungan di awal, sebagian di tengah, dan episode terakhir. Sangat membosankan jika kamu ingin mencari tontonan semisal The Falcon and the Winter Soldier.

Serial ini fokus pada drama: bagaimana superhero muda bisa mempertahankan warisan “pahlawan yang hadir sebagai panutan bagi kemanusiaan” milik The Union. Sistem ideologi yang sayangnya dijelaskan dengan cara yang rumit dari dialog-dialog yang klise. Bahkan ada quote “With great powers comes great responsibility” di episode pertama serial ini.

BACA JUGA  Review Serial I’m not Okay with This (2020) : Prekuel nan Apik

Dengan enam karakter utama dari generasi tua, ditambah hingga belasan superhero generasi baru, ada banyak subplot yang mestinya bisa dikembangkan. Sekilas membingungkan, salah satunya karena diceritakan dalam dua timeline yang berbeda (1920-an dan masa sekarang).

Brainwave dan The Utopian
via Netflix

Secara struktural, seharusnya Brandon yang menjadi protagonis dari cerita ini. Hanya ada di pertengahan musim pertama, kehadirannya sama sekali tak terasa. Bahkan kemunculan sang paman, Walter/Brainwave (Ben Daniels) lebih mendominasi. Termasuk anaknya, Raikou (Anna Akana) yang hanya muncul di dua episode terakhir

Adaptasi yang gagal?

Potret pahlawan yang lebih realis, sama seperti karya Millar lainnya semisal Kick Ass, merupakan daya tarik serial ini. Ketika superhero memiliki masalah pribadi yang lebih dari sekadar membasmi kejahatan, termasuk ketakutan akan kematian ketika berhadapan dengan penjahat.

Brandon a.k.a Paragon
via Netflix

Hanya saja 8 episode serial ini gagal membawa daya tarik dari cerita aslinya. Dimana versi novel grafisnya menawarkan cerita yang lebih mendalam tentang bagaimana superhero generasi lama harus menyesuaikan diri dengan dunia yang semakin berkembang.

Belum lagi efek yang kasar untuk sekelas layanan berbayar. Sebagian CGI dan aksi tak ubah layaknya video fan fiction yang bisa dilihat di YouTube. Termasuk kulit prostetik yang dipakaikan pada generasi tua agar mereka terlihat lebih tua, meski tak separah kumis Superman di Justice League (2017), tapi tetap saja terasa kurang menyakinkan.

Utopian dalam serial Jupiter's Legacy
via Netflix

Serial Jupiter’s Legacy menghadirkan adaptasi tanpa kedalaman narasi sebaik cerita sumbernya. Terlepas dari semua plot twist yang cukup mengejutkan, tapi membosankan dan seperti tanpa tujuan. Mengecewakan, walaupun bisa menjadi pondasi untuk musim kedua yang sepertinya lebih menjanjikan.

Genre: Drama, Aksi

Sutradara: Steven S. DeKnight

Kreator: Mark Millar, Frank Quitely

BACA JUGA  Review Serial The Haunting of Hill House - Kisah Keluarga Disfungsional Berbalut Horor

Aktor: Josh DuhamelBen DanielsLeslie Bibb, Andrew Horton, Elena Kampouris

50%

Summary

Serial Jupiter’s Legacy menghadirkan adaptasi tanpa kedalaman narasi sebaik cerita sumbernya. Terlepas dari semua plot twist yang cukup mengejutkan, tapi membosankan dan seperti tanpa tujuan. Mengecewakan, walaupun bisa menjadi pondasi untuk musim kedua yang sepertinya lebih menjanjikan.

By Padli Nurdin

Penulis baru yang terpesona dengan bagaimana kata-kata bisa mengubah dunia.

Leave a Reply