Mengenang Formasi Terbaik Dewa 19, Fans Merapat!

via Dewa 19

Musik memang dinamis. Industrinya berubah haluan dan genre yang makin beragam adalah dua bukti. Rasanya tak elok menahan kencang lari perubahan itu dengan terus-terusan memuja-muji masa lalu. Tak ada yang abadi. Begitu kata Ariel dan Axl Rose.

Namun selera tak bisa berbohong. Sungguh sulit rasanya menyeimbangkan laku mendengarkan musik dulu dan sekarang. Apalagi yang telinganya sulit beradaptasi. Kita dituntut untuk menjinakkan imajinasi dan menyelaraskan daya dengar terhadap bebunyian baru.

Dewa 19 merupakan satu di antara begitu banyak band populer arus utama yang di masa lalu punya taji di blantika musik Indonesia. Di bawah komando Ahmad Dhani sebagai tokoh utama, kelompok ini secara rutin melahirkan nomor-nomor berkualitas yang selalu bisa diterima pasar. Tambal sulam personel yang silih berganti tak cukup kuasa untuk membinasakan kedigdayaan Dewa. Sembari berkutat di rumah selama musim wabah, Mariviu ingin mengenang formasi terbaik Dewa 19.

1. Vokal: Once Mekel

formasi terbaik dewa 19
via Wikipedia

Kita tentu paham bahwa Dewa pernah disuarai oleh dua penyanyi hebat yang berbeda karakter. Ari Lasso sebagai vokalis awal berhasil melantunkan lagu Kangen dan Kamulah Satu-satunya dengan sangat ikonis. Banyak berpendapat jika era awal Dewa merupakan fase puncak kejeniusan Ahmad Dhani dalam meramu lirik. Meski terkadang gelap dan rumit minta ampun. Tapi itu dapat diatasi Ari Lasso dengan baik.

Memasuki era baru milenium bersama Once, nama besar Dewa makin mengkilap. Nasib buruk bagi band yang ganti vokalis tidak mereka alami. Dengan suara khas yang tinggi menciptakan identitas baru bagi Dewa. Tak terhitung lagi berapa banyak lagu hits yang telah mereka ciptakan dan Separuh Nafas adalah sebuah monumen sejarah.

BACA JUGA  Review Film In Order of Disappearance (2014) - Film Balas Dendam dalam Komedi Gelap

Untuk tidak memperpanjang perdebatan Once adalah pilihan paling ideal. Bersamanya Dewa menjalani tahun-tahun penuh kesuksesan hingga akhirnya band ini bubar. Lagipula nama Once tertuang sebagai satu dari 50 penyanyi terbaik Indonesia Terbaik Sepanjang Masa versi Rolling Stone. Sebuah prestasi yang luar biasa.

2. Drum: Tyo Nugros

era keemasan dewa 19
via Discogs

Baladewa sempat dibuat penasaran dengan menghilangnya Tyo Nugros. Belakangan diketahui bahwa dirinya mengalami cedera kaki dan memaksanya untuk absen dalam waktu yang cukup lama. Perlahan posisinya digantikan oleh Agung Asmara.

Banyak orang tidak memiliki ingatan kuat akan deretan penggebuk drum sebelumnya. Nama Aksan Sjuman dan Bimo Sulaksono tidak cukup membuat asosiasi kuat terhadap kelompok ini. Begitu juga dengan Agung Asmara yang datang paling akhir atau nama Wawan Juniarso yang mengisi perjalanan awal Dewa.

Lagipula siapa yang bisa menampik kharisma dahsyat drummer jebolan Hollywood ini. Dengan gaya yang khas ia selalu mengiringi lagu-lagu Dewa dengan begitu santai namun tetap presisi dan berisi. Tyo Nugros yang flamboyan namun kalem sudah menjadi wajah tersendiri bagi keseluruhan formasi terbaik Dewa 19.

3. Bass: Yuke Sampurna

via Wikipedia

Sangat banyak vokalis yang tenar karena lengkingan suaranya, gitaris dengan cabikan mautnya atau drummer dengan hentakan permainannya. Tapi seorang basis seakan selalu terlewatkan dan selalu menjadi bagian yang paling tidak menonjol. Begitu juga dengan Yuke Sampurna. Rasanya tak banyak yang bisa diceritakan.

Nama Erwin Prasetya sebagai basis asli kadung hilang dari ingatan banyak orang. Meski sempat rujuk sebentar dengan Dewa, keberadaannya seakan tak tertangkap radar hingga akhirnya membentuk supergrup bernama Evo dan melakukan audisi vokalis lewat sebuah reality show. Beliau yang baru berpulang beberapa hari yang lalu membawa serta pergi huruf ‘E’ pada akronim ‘DEWA’.

BACA JUGA  Review Film Bernie The Dolphin (2019) - Pertemanan Anak-anak dengan Lumba-lumba

Yuke Sampurna adalah pilihan aman dan itu tak menjadi masalah.

4. Gitar: Andra Ramadhan

formasi terbaik dewa 19
via Wikipedia

Sesungguhnya Dewa menyampaikan sebuah roman lewat nomor Dua Sejoli. “Andra tercipta di Dewa, untuk menemani sang Dhani.” Begitu akuratnya lagu itu menceritakan kemesraan di antara dua punggawa asli dari band ini. Rasanya tak ada yang lebih mengerti seorang Ahmad Dhani melebihi seorang Andra Ramadhan.

Kejeniusan dan kemampuan teknis dua musikus ini seakan selalu berjalan seirama dan terjadi dalam satu tarikan nafas yang sama. Kreatifitas Ahmad Dhani terus bermuara dan menemukan kepingan terakhirnya pada petikan nada Andra Ramadhan. Sebuah siklus ajaib yang mengekalkan perjalanan Dewa selama ini dan akan selalu begitu selamanya.

5. Keyboard: Ahmad Dhani

formasi terbaik dewa 19 di musik indonesia
via Discogs

Bagai seorang kapten bagi sebuah penerbangan, layaknya masinis dalam laju sebuah kereta, sosok Ahmad Dhani merupakan episentrum dari seluruh proses kreatif Dewa. Meski sosoknya dinilai terlalu dominan, sulit untuk membayangkan sosok ini untuk diganti dengan musisi jenius manapun juga.

Lewat tangan dinginnya tak terhitung lagi berapa banyaknya hits yang sudah diciptakan. Ia adalah seorang keyboardis hebat, penulis lagu yang ulung, dan pebisnis yang andal. Dalam kendalinya Dewa bukan lagi dinilai sebagai sebuah band melainkan sebuah nama besar yang selalu bisa menembus waktu dan melibas zaman.

Kabar baiknya Dewa sudah kembali berjibaku dalam dapur rekaman untuk kemudian melahirkan karya terbarunya. Walau belum tentu disusun formasi terbaik Dewa 19, patut untuk menantikan kegilaan macam apa lagi yang akan diciptakan Ahmad Dhani dan kawan-kawan. Semoga racikan terbarunya bisa jadi obat rindu bagi seluruh baladewa dan alternatif baru bagi dunia musik Indonesia.

Menulis-nulis dahulu, berbincang-bincang kemudian.