Review Serial Moon Knight Episode 5 (2022): Episode Paling Emosional

Moon Knight episode 5 membawa lebih banyak dinamika dalam kisah backstory Marc Spector yang intens secara emosional. Membuka berbagai kemungkinan dari akhir serial perdana kemunculan Moon Knight di Marvel Cinematic Universe.

Sinopsis Moon Knight episode 5

Marc dan Spector yang bertemu dengan Taweret akhirnya menyadari bahwa mereka sedang berada di dalam perjalanan ke alam baka. Dimana fasilitas serupa rumah sakit tersebut adalah manifestasi kapal Taweret yang sedang menyeberangi bukit pasir Duat.

Tawaret dengan Marc dan Steven
via Disney+

Tapi di satu sisi, mereka tidak bisa menyeberang karena timbangan Marc belum seimbang. Menandai bahwa masih ada persoalan duniawi yang belum terselesaikan. Jika tidak diperbaiki, maka jiwa mereka akan menghilang.

Lalu Marc dan Steven akhirnya sama-sama kembali membuka berbagai kisah masa lalu mereka. Hingga akhirnya ada banyak kenangan yang terlihat, sampai dengan awal mula Marc ‘menciptakan’ sosok Steven Grant. 

Lepas dari serial aksi

Setelah empat episode yang penuh dengan aksi dan ditutup dengan 10 menit yang membingungkan dari episode keempat, kali ini Mohamed Diap sebagai sutradara mengarahkan penonton ke ranah yang jauh lebih dalam: menjelaskan tentang latar belakang Marc. 

Bisa dibilang episode kali ini datang tak disangka-sangka. Dimana Marc dan Steven dari awal datang untuk menghentikan Harrow. Sampai akhirnya terbunuh dan terbangun di sebuah fasilitas layaknya rumah sakit jiwa. 

Marc dan Harrow dalam Moon Knight episode 5
via Disney+

Dan ternyata fasilitas ini merupakan manifestasi dari kapal milik Tarawet, dewi kelahiran Mesir. Ruang kapal astral tak bisa dicerna oleh otak manusia, hingga akhirnya Marc dan Steven memproyeksikannya sebagai sebuah fasilitas dengan banyak kamar. 

Setiap kamar merupakan fragmen-fragmen dari kehidupan Marc dan Steven. Setiap kejadian yang mempengaruhi kehidupan mereka bisa ditemukan, termasuk kematian sang adik, Randall, dan ibunya yang mempengaruhi kesehatan mental mereka secara drastis. 

Alih-alih menghadirkan kekacauan alam semesta yang lebih luas dari mitologi dewa dewi Mesir tapi Diab membawa penonton ke skala yang lebih kecil; masuk ke pikiran terdalam Marc untuk menunjukkan salah satu episode MCU paling heartbreaking yang pernah ada. 

Oscar Isaac sebagai Marc
via Disney+

Tapi jangan salah, visual apik tetap menjadi bagian penting dari Moon Knight. Meski tak bisa mengalahkan Khonshu yang mengubah langit di episode ketiga, tapi Diab berhasil memvisualisasi pikiran Marc yang rumit dan kacau balau. 

Begitu pula dengan Oscar Isaac yang semakin menawan dalam memerankan Marc dan Steven yang penuh amarah namun rapuh. Oscar jadi salah satu faktor penting kesuksesan karakter Marc dalam kemunculan perdananya di MCU. 

Kisah orisinal superhero yang emosional

Moon Knight episode 5 mengubah persepsi dari MCU; dari sebelumnya fokus terhadap aksi dan petualangan, menjadi semesta yang luas dan mencakup beragam sudut pandang dan eksistensi manusia. 

Kali ini, Diab fokus dalam memperlihatkan apa yang sebenarnya terjadi terhadap Marc, hingga akhirnya memunculkan Steven (dan bahkan mungkin Jake sebagai kepribadian ketiga dari Marc).

Marc dan Steven di Moon Knight episode 5
via Disney+

Penggemar Moon Knight sejak versi komik tentu saja tak asing lagi dengan kepribadian yang ada pada Marc. Dan akhirnya Marvel mengadaptasi backstory tersebut melalui salah satu kisah orisinil superhero paling emosional yang menguras energi. 

Marc dan Steven yang kali ini berada di dua tubuh yang berbeda. Memberi kesempatan bagi penonton untuk mengetahui segala kisah latar berdasarkan dua sudut pandang yang berbeda.

Satu demi satu trauma yang dialami Marc terungkap, mulai dari pembunuhan yang dilakukannya hingga depresi yang ia alami setelah kehilangan sang adik. Sampai akhirnya Steven menyadari bahwa semua yang ia ingat hanyalah rekayasa belaka.

Steven dan Marc
via Disney+

Hal yang lumrah terjadi pada orang yang mengalami kepribadian ganda, atau dissociative identity disorder. Marc menciptakan Steven sebagai pelarian dari perilaku abusive dari sang ibu sebagai pelampiasannya setelah meninggalnga Randall. 

Hingga akhirnya kepribadian Marc dan Steven yang selama ini berada dalam garis edarnya seakan bertubrukan terjadi karena Marc kehilangan sang ibu yang meninggal dunia. Menandai bagaimana kisah Marc berpusat pada kehilangan. 

Trauma dan kelemahan manusia

Love it or hate it. Pendapat mengenai episode kelima akan sangat bertentangan bagi penonton, tergantung ekspektasi terhadap Moon Knight dan MCU secara keseluruhan.

Bagi kamu yang menginginkan cerita penuh aksi yang membabi buta atau pertarungan antara Moon Knight dan dewa-dewa Mesir sepertinya akan kecewa dengan apa yang ditawarkan oleh Oscar Isaac dan Mohamed Diab. 

Tawaret dalam Moon Knight episode 5
via Disney+

Namun di sisi lain, episode ini mengeksplorasi lebih jauh mengenai apa saja yang bisa ditawarkan oleh MCU terhadap karakter yang dikembangkannya. Bukan hanya sekadar memperkenalkan latar belakang sebuah karakter, tapi membuatnya terasa lebih manusiawi dan relatable.

Menghadirkan segala hal tentang kekuatan sebuah karakter adalah hal biasa dari cerita superhero. Tapi fokus terhadap kelemahan dan trauma seseorang membuat Moon Knight terasa lebih menarik dan fresh untuk ditonton.

Sayangnya salah satu kekurangan serial Marvel adalah kekuatan dua episode terakhir yang membuat ekspektasi pada episode finale seakan mengecewakan (ehm, The Falcon and Winter Soldier).

Ethan Hawke sebagai Harrow
via Disney+

Tapi dengan peningkatan yang diberikan dari episode ketiga hingga kelima, ada masih banyak kisah yang bisa dikembangkan Marvel untuk menutup serial ini. Walau menghadirkan karakter lain yang sudah lebih dulu muncul di MCU bisa pemikat di episode terakhir. 

Moon Knight episode 5 merupakan penegasan Marvel dalam membuka berbagai ruang ‘bermain’ untuk memperkenalkan karakternya yang beragam. Menjadikannya salah satu kisah orisinil karakter Marvel yang intens dan emosional.

Genre: Aksi

Sutradara: Mohamed Diab

Penulis: Alex Meenehan, Peter Cameron, Sabir Pirzaba

Pemeran: Oscar Isaac, Ethan Hawke, May Calamawy

Avatar photo
Padli Nurdin

Penulis baru yang terpesona dengan bagaimana kata-kata bisa mengubah dunia.

Articles: 923

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *