Review Film Werewolf by Night (2022): Homage Horor Klasik 1930-an

Film Werewolf by Night yang baru saja dirilis di Disney+ merupakan iterasi terbaru yang ditampilkan oleh Marvel Studio. Jauh dari pertarungan baik dan jahat, kali ini membawakan monster dan pemburu dalam palet hitam putih dan gaya klasik horor tahun 1930-an.

Sinopsis film Werewolf by Night

Jack Russell (Gael García Bernal) adalah satu dari pemburu monster yang diundang oleh janda dari pemburu monster ternama, Verusa Bloodstone (Harriet Sansom Harris). Verusa mengumpulkan pemburu lainnya untuk menghormati kematian suaminya, Ulysses Bloodstone.

Gael García Bernal sebagai Jack Russell di film Werewolf by Night
via Disney+

Mereka lalu menyuruh pemburu monster tersebut untuk berlomba membunuh monster. Siapa yang membunuh monster tersebut akan mendapatkan batu bertuah Bloodstone yang bisa melemahkan dan digunakan untuk melawan monster.

Turut datang dalam pertemuan tersebut adalah anak Ulysses, Elsa Bloodstone (Laura Donnelly), yang pernah membangkang, tapi akhirnya ikut serta untuk mendapatkan batu Bloodstone. Tapi ternyata ada monster lain yang ikut serta dalam perburuan tersebut.

Horror 30-an gaya Marvel

Semua aspek dalam film Werewolf by Night adalah sebuah ode untuk film horor hitam putih keluaran tahun 1930-an. Mulai dari tampilan, musik atau scoring, sampai dengan penataan adegan. Disandingkan dengan tema superhero, atau gaya aksi khas Marvel.

Kesan horror masa lampau langsung terasa ketika sequence opening dimulai. Belum lagi opening Marvel kali ini dibawakan dengan palet hitam putih dan cakaran serigala (bukan Wolverine) yang merujuk pada Werewolf di TV spesial ini.

Laura Donnelly sebagai Elsa
via Disney+

Durasi 53 menit memang jauh lebih singkat dibandingkan film fitur Marvel. Tapi kehadiran karakter-karakter baru dengan background yang dijelaskan di sepanjang cerita membuat kesan misterius semakin terasa di sepanjang film.

Bahkan sebagian besar karakter dalam film ini belum pernah sekalipun muncul di semesta Marvel, baik dalam film panjang maupun serial. Menekankan bahwa iterasi kali ini merupakan sebuah tontonan spesial bagi penggemar yang mungkin sudah bosan dengan kompleksitas semesta Marvel yang selalu saling berkaitan.

Walaupun memang tidak bisa dipungkiri bahwa ada beberapa easter egg atau pesan tersembunyi yang menunjukkan bahwa iterasi kali ini masih berada dalam semesta Marvel. Tapi hal tersebut hanya menjadi bumbu saja. Walaupun Kevin Feige menjelaskan bahwa seri ini akan menjadi bagian penting di MCU, mungkin dari segi cerita, atau dari segi tema dan tone yang digunakan.

film Werewolf by Night
via Disney+

Pasalnya TV spesial ini jauh berbeda dibandingkan dengan film maupun serial MCU sebelumnya. Memang Sam Raimi sudah pernah membawa gaya horror di film Doctor Strange in the Multiverse of Madness (2022). Tapi yang ada di dalam serial ini jauh lebih menegangkan.

Film karya Michael Giacchino dan naskah oleh Heather Quinn serta Peter Cameron menegaskan ketertarikan sekaligus apresiasi mereka terhadap film horror klasik. Ada banyak medium shot dan close up khas horror tahun 30-an yang menampakkan ekspresi ketakutan dari sang karakter.

Palet hitam putih pun menjadi gaya khas yang memberikan kesan klasik dan vintage lebih kentara dengan sinematografi menawan. Mengingatkan pada karya James Whale, semisal Frankenstein (1931) maupun The Invisible Man (1933).

Laura Donnelly sebagai Elsa Bloodstone
via Disney+

Yang paling mengesankan tentu saja satu adegan yang menggunakan bayangan untuk memperlihatkan perubahan monster dipadukan dengan zoom shot yang menggambarkan ketakutan karakter lainnya. Sebuah ode menarik tentang film horor klasik yang sayang untuk dilewatkan.

Memperkenalkan: Werewolf by Night

Iterasi ini merupakan bagian dari adaptasi karakter yang sudah 50 tahun lalu di semesta Marvel. Ada dua inkarnasi Werewolf by Night, yang pertama yaitu Jack Russell yang muncul pertama di Marvel Spotlight #2 (Februari 1972), serta inkarnasi kedua yaitu Jake Gomez yang debut perdana di serial Werewolf by Night #1 (Oktober 2020).

Jack Russell Werewolf by Night
via Marvel Comics

Dan film spesial ini mengambil karakter Jack Russell. Russell berbeda dengan werewolf atau manusia serigala lainnya. Da mendapatkan kutukan lycanthropy tersebut melalui sang kakek, Gregor Russell yang menjadi manusia serigala setelah membaca buku terkutuk Darkhold.

Russell berubah menjadi manusia serigala setiap tiga malam bulan pertama. Dimana ia mendapatkan kekuatan dan kecepatan manusia super serta penyembuhan. Tapi ketika berubah, ia kehilangan kewarasannya dan berubah menjadi binatang haus darah.

Di versi komik, Russell pernah bekerja sama dengan Morbius. Ia juga menjadi bagian dari Midnight Sons, kelompok superhero yang terdiri dari pahlawan supernatural, seperti Ghost Rider maupun Doctor Strange.

Jack Russel dan Man-Thing
via Disney+

Spesial ini juga menampilkan karakter Marvel lainnya, Man-Thing, yang disebut sebagai ‘keluarga’ oleh Russell. Jangan terkecoh karena Man-Thing memiliki bentuk yang hampir sama dengan karakter DC bernama Swamp-Thing yang pernah diadaptasi dalam serial di tahun 2019 lalu.

Film Werewolf by Night adalah homage bagi horror klasik tahun 1930-an dengan palet hitam putih dan scoring yang menyayat hati. Pelarian yang menyenangkan bagi penggemar Marvel, lepas dari hingar bingar superhero dan villain yang ingin menghancurkan dunia, masuk ke ranah monster yang menakutkan dalam pustaka karakter Marvel Comics yang berlimpah.

Genre: Horor

Sutradara: Michael Giacchino

Penulis Naskah: Heather Quinn, Peter Cameron

Pemeran: Gael García Bernal, Laura Donnelly, Harriet Sansom Harris

Avatar photo
Padli Nurdin

Penulis baru yang terpesona dengan bagaimana kata-kata bisa mengubah dunia.

Articles: 889

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *