Telah lama ditunggu-tunggu, film The Holdovers kayak semi-otobiografi Alexander Payne yang membawa kita kembali ke era 70-an dengan balutan corak mentereng dan kisah keseharian penuh kehangatan antara guru dan murid.
Sinopsis film The Holdovers
Sebagai guru yang sudah lama mengabdi di sekolah swasta untuk anak-anak kaya di Borton, Paul Hunham (Paul Giamatti) yang mengajar sejarah peradaban kuno ditugaskan untuk tinggal di sekolah selama liburan untuk mengajar anak-anak yang tidak pulang ke rumah selama Natal 1970.
Angus Tully (Dominic Sessa) merupakan satu dari lima anak yang tinggal di sekolah. Awalnya diajak liburan ke St Kitts, dia ditinggalkan karena ibunya yang sudah menikah lagi ingin melangsungkan bulan madu dengan suami barunya.
Ketika keempat anak lainnya diajak berlibur oleh orang tua murid, hanya Tully yang tidak ikut. Ia terpaksa tinggal bertiga di sekolah bersama Hunham dan Mary (Da’Vine Joy Randolph), koki sekolah yang masih berkabung sebab kepergian anaknya yang meninggal akibat perang.
Hangat dan bikin mewek
Film karya sutradara Alexander Payne ini berlatar di masa libur Natal tahun 1970, yang mana ceritanya disebut terinspirasi dari peristiwa yang ia alami. Jadi tak heran jika film ini terasa sangat membumi dan mengalir dengan mulus dari awal sampai akhir.
Payne mengantar penonton menyusuri anak-anak kaya penuh masalah yang ada di sebuah sekolah swasta, dari sudut pandang Hunham, guru yang telah mengajar puluhan tahun dan dipandang terlalu konservatif yang menganggap sekolah sebagai rumahnya sendiri.
Dibalut lantunan aroma Jazz klasik dari scoring kelas wahid milik komposer asal Polandia, Mark Orton, gaya 70-an bukan hanya dari kostum atau pewarnaan film ini saja. Ada banyak shot adegan yang dibuat jadul, lengkap dengan camerawork dan transisi yang harmonis satu sama lainnya.
Ada nuansa Natal yang kental dengan musim dingin, liburan, dan cerita yang hangat. Bahkan ketika setiap karakter utama yang ada di film ini tanpa keluarga, mereka membentuk hubungan baru yang erat dan saling memahami layaknya keluarga kandung.
Tiga karakter utama memiliki daya tarik masing-masing. Tapi jelas bagaimana Da’Vine dan Giamatti lah yang membawa film ini menjadi lebih syahdu, apalagi didukung dengan cerita yang bersahaja tapi tetap bikin penasaran hingga akhir; membuatnya bakal jadi feel-good movie yang bisa ditonton berkali-kali.
Isu sosial, kelas, dan keluarga
Payne sendiri mengungkapkan bahwa film The Holdovers merupakan semi-autobiografi. Film ini didedikasikan untuk ayah, ibu, dan pamannya. Jelas terlihat bagaimana kehilangan keluarga jadi benang merah dari tiga karakter utama di film ini.
Dari film berdurasi 133 menit ini, Payne menyelipkan berbagai materi tentang isu sosial, khususnya perbedaan pendidikan si kaya dan si miskin, konflik antara guru yang berdedikasi dengan orang tua yang memaksa untuk meluluskan anaknya, hingga kesehatan mental sang anak yang jauh dari keluarganya.
Belum lagi isu tentang kelas yang diterjemahkan dengan menawan; seorang ibu meratapi anaknya yang meninggal sebagai tentara akibat tidak bisa masuk kuliah karena kekurangan biaya dan anak kaya yang bisa bertindak sesukanya tanpa hukuman berarti karena pengaruh orang tua serta pasti masuk kuliah terbaik di seantero negeri.
Penggambarannya terasa layaknya novel The Catcher in the Rye karya J. D. Salinger, yang mana anak-anak dengan privilege pendidikan dan kehidupan kelas atas malah memiliki depresi dan ketidakmampuan untuk bersosialisasi dengan kehidupan sekitarnya.
Film ini dibawakan dengan syahdu tanpa ada banyak konflik yang menegangkan, jadi mungkin akan terasa membosankan bagi sebagian penonton. Namun alur penceritaannya terasa dinamis dan memperlihatkan berbagai masalah yang dialami oleh ketika karakter utama dengan sederhana dan tanpa dibesar-besarkan.
Film The Holdovers mengantarkan penonton ke dalam kehidupan guru di sekolah privat ternama dengan penggambaran ketimpangan antar kelas dan sosial antara guru dan murid. Hangat, menyentuh, dan klasik, tapi masih jadi isu yang relatable dengan kehidupan sehari-hari saat ini.
Genre: Drama
Sutradara: Alexander Payne
Penulis Naskah: David Hemingson
Pemain: Paul Giamatti, Da’Vine Joy Randolph, Dominic Sessa