Film Dune: Part Two mampu melampaui ekspektasi tinggi yang diberikan oleh film pertama dalam proyeksi sinematik karya Denis Villeneuve; menyajikan pengalaman blockbuster nan epik dan masif dalam cerita Paul Atreides yang sayang jika ditonton di layar kecil.
Sinopsis film Dune: Part Two
Paul Atreides (Timothee Chalamet) dan Lady Jessica (Rebecca Ferguson) bergabung dengan orang-orang Fremen. Tanpa sepengetahuan mereka, Jessica meminum Air Kehidupan ketika mengandung adik Paul, membuatnya bisa berbicara dengan anaknya yang berada di dalam kandungan.
Ketika berkelana dengan orang-orang Fremen, Paul menjadi dekat dengan Chani (Zendaya) yang sebelumnya hadir dalam penglihatannya. Ia lalu berlatih untuk menjadi prajurit Fremen dan diberi julukan Muad’Dib.
Jessica melanjutkan perjalanannya ke Selatan untuk meyakinkan orang-orang bahwa Paul adalah sang juru selamat. Sementara di sisi lain, keluarga Harkonnen mencari cara untuk mengalahkan pemberontakan Fremen.
Fiksi ilmiah nan epik
Melanjutkan film pertamanya tiga tahun lalu, Denis Villeneuve menunjukkan kapabilitasnya sebagai kreator fiksi ilmiah nan epik dengan mempersembahkan film Dune: Part Two yang masif dan cerita yang solid.
Jika Dune (2021) lebih banyak hadir sebagai set up sekaligus memperkenalkan keluarga Atreides dalam dunia Arrakis dengan pertarungan politik yang padat, Villeneuve membawa sekuelnya dengan penuh aksi pertarungan padang pasir yang mencengangkan.
Masih mengangkat kisah tentang juru selamat yang sudah diterjemahkan dalam berbagai adaptasi kini lebih dipertajam dengan tema tentang kekuasaan. Tak ketinggalan balutan komedi dan drama percintaan dalam pertunjukkan blockbuster yang jauh melebihi film pertamanya.
Bukan hanya menghadirkan dunia Arrakis dan semua pertempurannya dengan epik, Villeneuve juga mampu membawa keindahan sinematik melalui penggunaan warna dan cahaya dalam siluet serta lanskap padang pasir yang menawan. Calon pemenang Oscar untuk sinematografi, visual efek dan desain produksi (lagi!).
Part Two fokus pada cerita Paul Atreides dan sang ibu, Lady Jessica, dan tak ketinggalan romansanya dengan Chani. Arc Paul dari sosok bangsawan muda yang terbuang menjadi karakter tangguh dengan beban berat bisa ditampilkan dengan baik oleh Chalamet. Sementara sosok Javier Bardem sebagai Stilgar jadi scene stealer di setiap kemunculannya.
Keberhasilan adaptasi Dune
Dune masih menjadi novel yang susah untuk diadaptasi. Dengan novel sepanjang 900 halaman, masuk akal jika Villeneuve membagi film ini menjadi dua bagian, yang mana semua adaptasi memiliki kesulitannya tersendiri.
Tanpa inner monolog atau komunikasi intrapersonal yang khas dalam versi novelnya, Villeneuve mentransformasikannya dalam deretan shot untuk menangkap pergolakan yang terjadi pada karakter. Sangat efektif untuk memberikan adaptasi yang tetap setia terhadap sumbernya.
Mudahnya bagi Villeneuve di Part Two adalah penonton (kemungkinan) sudah mengerti tentang inti plot dan sebagian set up yang dijejalkan di film pertama. Sehingga di film kedua, ia bisa leluasa membawa karakter baru dan mempertegas tema dengan keindahan sinematik yang menyejukkan mata.
Meski tak bisa dipungkiri bahwa film ini masih tetap memiliki cerita yang serius dalam plot yang padat, termasuk balutan politik dan unsur keagamaan yang disampaikan. Apalagi durasi 167 menit jauh lebih panjang 12 menit dibandingkan film pertama.
Dengan kesuksesan film pertama dan kedua, adaptasi Dune Messiah sebagai novel kedua dari seri Dune tinggal menunggu waktu. Adaptasi yang menarik dikarenakan Villeneuve mengungkapkan bahwa ini menjadi film Dune terakhir yang akan ia sutradarai.
Film Dune: Part Two mengangkat film pertama dalam segala aspek, baik dari segi cerita, karakteristik, dan tentu saja kemampuan Villeneuve dalam menghadirkan dunia Arrakis yang artistik dalam lanjutan kisah Paul Atreides sebagai juru selamat yang dinanti-nantikan.
Genre: Fiksi Ilmiah
Sutradara: Denis Villaneuve
Penulis Naskah: Denis Villaneuve, Jon Spaihts
Pemain: Timothée Chalamet, Zendaya, Rebecca Ferguson