Review Film Tarot (2024): Ramal-Meramal tak Selamanya Menyenangkan

Film Tarot mengikuti 7 orang sahabat yang diincar maut setelah iseng meramal dengan kartu tarot yang mereka temukan di sebuah rumah yang disewa di pinggir kota lalu diiringi dengan kejutan yang mungkin sudah diprediksi sebelumnya. 

Sinopsis film Tarot

Tujuh sahabat Haley (Harriet stater), Grant (Adain Bradley), Elise (Larsen Thompson), Paige (Avantika Vandanapu), Lucas (Wolfgang Novogratz), Madeline (Humberly Gonzalez) dan Paxton (Jacob Batalon) merayakan ulang tahun Elise di sebuah rumah tua yang jauh dari kota. 

pemeran film Tarot
via Sony Pictures

Saat mereka kehabisan persediaan pesta, mereka menemukan satu kotak aneh yang berisikan kartu tarot tua. Haley yang bisa meramal menggunakan tarot meramal takdir teman temannya berdasarkan zodiak mereka.  

Mereka mulai mencurigai ada yang salah dengan kartu tarot yang mereka pakai dan berusaha mematahkan kutukan sembari menghindari kematian yang mengancam mereka.

Plot standar yang gampang ditebak

Tarot adalah film horor terbaru Sony Picture yang rilis di pertengahan tahun ini. Disutradarai oleh Spenser Cohen dan Anna Halberg, film ini tanpa nama besar kecuali Jacob Batalon yang bersinar setelah tampil di franchise Spider-Man milik MCU. 

Tampil dengan mengatasnamakan film horor, Tarot datang dengan plot yang biasa saja. Penonton bisa menebak sedari awal jalan cerita film, termasuk ‘perilaku-perilaku bodoh’ yang selalu dilakukan oleh karakter-karakter film horor.

Avantika sebagai Paige
via Sony Pictures

Untungnya, walaupun film ini gampang ditebak, efek kejut dalam filmnya disajikan tanpa berlebihan. Walaupun ada di beberapa scene jump scare-nya dirasa tidak perlu-perlu amat. Yah, layaknya film horor pada umumnya. 

Satu hal lagi yang lumayan mengganggu adalah pengambilan gambar yang kebanyakan gelap. Memang sebagai film horor memberikan kesan dan suasana gelap sepertinya merupakan keharusan. Cuma dalam film ini terlalu banyak suasana temaram yang lumayan mengganggu saat menonton.

Dari segi plot, ada beberapa hal yang terasa aneh. Pertama saat setelah kematian salah satu karakter, tak terlihat raut kesedihan di wajah para pemerannya. Ekspresi takut dan cemas tak begitu tergambar pada raut para aktor. Mungkin ini pulalah yang membuat penonton kesusahan merasakan emosi yang dialami pemain.

Horor B-movie

Film Tarot mungkin lebih cocok dibilang sebagai horor B-movie yang identik dengan budget yang tak terlalu tinggi. Ketegangan yang ditimbulkan hanya dari situasi dan kejutan-kejutan yang ditawarkan dalam cerita, bukan dari production value seperti set dan kostum.

Secara garis besar, penonton bisa menebak ke arah mana cerita akan mengalir. Apalagi sudah dijelaskan bahwa setiap karakter akan mati sesuai dengan kartu yang mereka pilih. So, no surprise. 

Jacob Batallon sebagai Paxton di film Tarot
via Sony Pictures

Tak ada ‘wow factor’ yang bikin film ini menarik, baik dari segi penulis/sutradara, aktor yang terlibat, maupun premis dan eksekusi yang diberikan.

Cukup menyeramkan buat kamu yang lagi nyari tontonan bertemakan horor ringan yang mudah dicerna. Namun film ini tak begitu menjanjikan di tengah banyaknya film lain yang diputar di bioskop saat ini.

Genre: Horor

Sutradara: Spenser Cohen, Anna Helberg

Penulis Naskah: Spenser Cohen, Anna Helberg, Nicholas Adams

Pemeran: Jacob Batalon, Avantika, Olwen Fouéré

Avatar photo
Rahmat Hidayat
Articles: 9

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *