Review Film Kapal Goyang Kapten (2019): Film Bagus untuk Ketawa

Ada banyak kelucuan ketika para komika diajak kepulau kosong!

cover film Kapal Goyang Kapten

Kapan lagi ada film yang mampu memberikan tawa di sepanjang cerita? Tidak hanya membuat mengernyitkan dahi karena garingnya, film Kapal Goyang Kapten juga bisa membuat penonton tertawa terpingkal-pingkal dari serangkaian sketsa yang disajikan. Dan tentu saja, pemandangan kota Ambon yang tak kalah indahnya dari pulau-pulau Indonesia lainnya. Indahnya Ambon menjadi pemanis film ini.

Menggandeng nama-nama besar stand-up komedian Indonesia, seperti Ge Pamungkas (yang notabene sudah memiliki banyak riwayat peran), Babe Cabita, Muhadkly Acho, hingga Mamat Alkatiri, jangan ragukan kepiawaian mereka mengocok perut penontonya.

pemeran dalam film Kapal Goyang Kapten
via Mega Pilar Pictures

Mengambil latar di Ambon, Kepulauan Maluku, yang terkenal dengan keindahan pantainya, cerita ini bermula ketika Tour and Travel Gomgom (Babe Cabita) menerima sembilan orang peserta, termasuk Tiara (Yuki Kato). Harapan untuk bersenang-senang pupus setelah kapal mereka dibajak oleh komplotan Daniel (Ge Pamungkas), Cakka (Muhadkly Acho), dan Bertus (Mamat Alkatiri).

Sehari sebelumnya, Daniel yang kabur dari rumah menginap di rumah Cakka. Ibunya yang sakit membuatnya memenuhi ajakan Bertus untuk merampok kapal, yang dibantu oleh Daniel. Sayangnya, kapal Gomgom yang mereka bajak kehabisan bahan bakar dan akhirnya mereka terdampar di sebuah pulau. Lalu, apa yang terjadi selanjutnya?

Penuh tawa

Ketika membaca sinopsisnya, banyak yang mengira film ini adalah sebuah film drama tentang pembajakan kapal dan semua orang mencoba bertahan hidup setelah terdampar di sebuah pulau terpencil. Tapi, ada banyak tawa yang diselipkan di berbagai bagian dalam film, bahkan di adegan yang tak disangka-sangka.

Arief Didu dan Muhadkly Acho
via Mega Pilar Pictures

Ini tentu saja tak lepas dari para komika yang sudah terkenal dengan kelucuannya. Kombinasi Muhadkly Acho dan Mamat Alkatiri dengan tik tok yang lucu dan menyenangkan, serta karakter Babe Cabita nan eksotis(?) menjadi bagian penting dalam mengundang tawa.

Dan jangan lupa ada Dewa Komedi, Lord Rispo yang datang dengan berbagai celetukan tak biasa memberikan komedi renyah dari awal hingga akhir. Ada banyak jokes yang tersaji. Mulai dari komedi slapstik (biasa terlihat di film komedi Indonesia) hingga komedi narasi yang logis (tapi tak logis?) milik Lord Rispo. Renyah dan menghibur.

Dijejali pemandangan indah Pulau Bair

Seperti judulnya, film Kapal Goyang Kapten sebagian besar mengambil tempat di pulau dan pantai. Berlokasi di Maluku dan Pulau Bair, ada banyak spot menawan yang menegaskan kembali keindahan pulau-pulau di Indonesia. Dan semuanya bisa terlihat dari sebagian besar shot dalam film ini.

Yuki Kato dan Ge Pamungkas
via Mega Pilar Pictures

Walaupun ada banyak adegan memesona yang terlihat, gambar (terlebih editing yang masih menjadi PR bagi sebagian besar film Indonesia) tetap harus diperhatikan. Tak ada yang bisa menolak keindahan Ambon dan Kepulauan Maluku. Tapi sayang, sebagian shoot tidak terlalu menarik perhatian, layaknya mengambil setting dari pulau-pulau lainnya.

Lokasi yang sempit mungkin menjadi penyebabnya. Ketika sebagian besar pembuat film menggunakan gambar yang lebar untuk bisa menangkap keindahan alam dari setting. Sebagian lagi terasa mubazir dengan editing yang masih kasar dan jelas terasa. Namun beberapa shoot terakhir cukuplah untuk menampilkan pemandangan memesona dari Maluku dan Ambon (paragraf ko kurang jaeh paik. yang mubazir tu mungkin labiah dijalehan mksdnyo).

Cheesy atau garing?

Karena tertawa bisa berbeda-beda, mungkin sebagian dari penonton menganggap jokes yang dilontarkan tidak begitu mengena, atau anyep dan terkesan garing. Tapi setidaknya ada beberapa adegan yang bisa membuat Anda tertawa kecil atau bahkan terbahak-bahak.

Yuki Kato dan Ge Pamungkas
via Mega Pilar Pictures

Mungkin yang membuat kenikmatan menonton berkurang adalah tentang cerita yang tak terlalu mengena. Masing-masing karakter punya cerita sendiri di film ini, tapi mungkin hanya Cakka yang mampu membawa penonton ke dalam masalah yang dihadapinya. Selebihnya terkesan dangkal dan tak begitu menarik.

Ada banyak alur yang terkesan melompat-lompat dan hadir sekadar untuk menjelaskan kepada penonton tentang latar belakang dari karakter. Dan entah kenapa plotnya mengingatkan FTV nan cheesy. Beberapa narasi juga terkesan klise dan seakan dipaksakan.

Belum lagi alur perjalanan cinta dalam film ini mudah ditebak. Mungkin tidak sedikit penonton yang merasa bagian romantis berjalan sesuai pikiran mereka. Apa yang terjadi ketika dua orang yang saling membenci berada di pulau yang terisolasi dan saling berinteraksi? Sepertinya semua orang bisa langsung menerka jawabannya.

Babe Cabita dalam film Kapal Goyang Kapten
via Mega Pilar Pictures

Secara keseluruhan, film ini cukuplah untuk sekadar melepas lelah dari rutinitas sehari-hari. Dengan pemandangan pantai yang indah dari pulau-pulau menawan dari bagian timur Indonesia, serta berbagai jokes yang cukup mengena, film Kapal Goyang Kapten bisa menjadi tontonan pilihan bersama teman atau keluarga.

Rating: 6/10

Genre: Komedi

Sutradara: Raymond Handaya

Penulis: Muhadkly AchoAwwe

Pemeran: Yuki KatoGe PamungkasBabe Cabita

Review Overview
  • 6/10
    Rating - 6/10
6/10

Summary

Film ini cukuplah untuk sekadar melepas lelah dari rutinitas sehari-hari. Dengan pemandangan pantai yang indah dari pulau-pulau menawan dari bagian timur Indonesia, serta berbagai jokes yang cukup mengena, film Kapal Goyang Kapten bisa menjadi tontonan pilihan bersama teman atau keluarga.

Penulis baru yang terpesona dengan bagaimana kata-kata bisa mengubah dunia.