Review Film In Order of Disappearance (2014) – Film Balas Dendam dalam Komedi Gelap

review film cold pursuit norwegia

Seberapa jauh seorang ayah membalaskan kematian anaknya yang dibunuh? Mungkin premis ini sudah sering kita lihat dalam berbagai judul dengan menghadirkan usaha balas dendam penuh kesedihan, amarah, dan pertarungan hidup mati dari seorang ayah kepada para penjahat. Tapi siapa sangka kalau film In Order of Disappearance, atau Kraftidioten dalam bahasa Norwegia, memiliki pendekatan yang berbeda dalam menyajikan premis tersebut.

Film yang disutradarai oleh Hans Peter Molland dan ditulis oleh Kim Fupz Aakeson ini menggunakan komedi gelap dalam menyajikan cerita balas dendam sehingga film ini tidak selalu menitikberatkan pada rasa kehilangan, kemarahan dan kesedihan orang tua yang kehilangan anaknya. Hasilnya, film asal Norwegia ini seperti menertawakan nyawa demi nyawa yang hilang gara-gara balas dendam.

Nils Dickman (Stellan Skarsgard), iya, “Dickman,” adalah warga terbaik di salah satu kota kecil di Norwegia yang berprofesi sebagai pembersih salju di jalan raya sekaligus pemilik perusahaannya. Kehidupannya yang normal di negara yang makmur dikacaukan oleh kabar kematian anaknya akibat overdosis. Tahu kalau putranya bukanlah seorang pecandu, ia pun mencari orang-orang yang bertanggung jawab dan “menghilangkan” mereka satu per satu. Maka jadilah In Order of Disappearance.

Review film in order of disappearance indonesia
Via IMDb

Seperti yang telah disebutkan, film In Order of Disappearance membalut kisah balas dendam dengan komedi gelap yang membuat film ini terkesan nyeleneh.

Dari nama tokohnya saja sudah menggambarkan kalau film ini adalah film yang ngaco. Mulai dari tokoh utama dari keluarga “Dickman,” hingga beberapa anggota mafia yang memiliki julukan-julukan aneh, seperti “Jappe” untuk Jan Petter Eriksen, “Strike” untuk Stig Erik Smith hingga “Ronaldo” untuk Ronny Amundsen.

Sesuai dengan judulnya, pembalasan dendam yang dilakukan Nils membuat orang-orang yang bertanggung jawab itu “menghilang” satu per satu. Tapi uniknya, setiap ada yang mati, film ini akan menampilkan nama panggilan dan nama lengkap para jenazah dengan simbol agama mereka masing-masing dengan latar hitam dan diiringi musik dramatis seperti sebuah penghormatan terakhir.

Karena jumlah yang mati cukup banyak, “penghormatan” ini berubah menjadi sebuah repetisi yang terkesan lucu. Bayangkan saja nama-nama aneh tadi satu per satu muncul di layar ketika mereka mati. Ini seperti menertawakan kematian itu sendiri. Khas komedi gelap.

ulasan film in order of disappearance
Via IMDb

Film In Order of Disappearance tidak selalu menonjolkan adegan Nils menghilangkan musuh-musuhnya, tapi juga menghadirkan keputusan-keputusan para mafia dan kebetulan-kebetulan ajaib yang terjadi akibat chaos yang tercipta dari balas dendam Nils. Kekacauan yang dibuat Nils seperti batu yang jatuh di air tenang yang membuat permukaannya beriak. Ini menjadikan plot sulit ditebak.

Namun sayangnya skrip yang kurang solid membuat humor gelap film ini tidak cukup kuat untuk membuat film selalu engaging dari awal hingga akhir. Ada yang hit, ada yang miss. Hasilnya, ada beberapa adegan yang terasa membosankan terutama di akhir babak kedua.

Selain itu, eksekusi adegan klimaks di babak ketiga yang sering menggunakan slow motion membuat momen ketika semua tokoh bertemu kurang dramatis dan kurang lucu dari segi komedi gelap.

review film cold pursuit norwegia
Via IMDb

Film In Order of Disappearance berisi curhatan para ayah

Walaupun film In Order of Disappearance juga menampilkan sosok ibu, film ini lebih berisi curhatan para ayah yang kehilangan anaknya, baik itu karena dibunuh ataupun karena perceraian. Masing-masing ayah memiliki konflik tersendiri yang membuat karakter mereka menarik.

Selain itu, film ini juga seperti memperlihatkan bagaimana aktifitas kriminal di negara Norwegia yang sangat makmur terkesan aneh dan lucu karena dilakukan oleh para pengedar narkoba yang juga memiliki sisi “baik dan beradab.” Berbeda jauh dari citra pengedar narkoba di Amerika Selatan.

Film In Order of Disappearance akan di-remake ke dalam versi Hollywood dengan judul Cold Pursuit oleh sutradara yang sama, yaitu Hans Peter Molland dengan penulis naskah Frank Baldwin. Film tersebut akan dibintangi oleh Liam Neeson sebagai Neil Coxman. Masih dengan nama yang nyeleneh.

Rating: 3.5/5


Genre: Crime, DramaThriller

Sutradara: Hans Petter Moland

Penulis: Kim Fupz Aakeson

Bintang: Stellan SkarsgårdBruno GanzPål Sverre Hagen

Review Overview
  • Rating Film
3.5

Kesimpulan

Walaupun komedi gelap yang menjadi daya tarik utamanya ada yang miss dan ada yang hit, film In Order of Disappearance masih menghibur dan mampu menghadirkan kisah balas dendam yang mengundang tawa getir.

Sending
User Review
( votes)
Haris Syukri

Sedang belajar mengedit tulisan di Mariviu.