Review Avengers: Endgame (2019): Film Superhero Paling Emosional Abad Ini

Is this the end of an era? Or just the beginning?

review endgame

Emosional. Mungkin inilah kata yang tepat untuk menjelaskan film Avengers: Endgame. Bukan hanya memberikan hasil yang pasti di luar ekspektasi sebagian besar penggemar Marvel serta pertarungan akhir yang epik, penonton juga dibawa naik turun dalam perjalanan emosi yang dinamis. Tak salah jika Endgame akan dikenal sebagai film superhero paling emosional abad ini.

Sangat jarang sebuah film superhero memberikan apa yang diharapkan penggemarnya di seluruh dunia. Ingat yang terjadi dengan Justice League yang diperkirakan mampu menyaingi Avengers dan semesta Marvel? Nah, Endgame – dan sebagian besar MCU lainnya – mampu mengimbangi, bahkan melampaui ekspektasi penontonnya. If you want 10, they’ll give you 15.

review Avengers: Endgame
via Marvel

Berjalan tanpa banyak promosi, bahkan terkesan tertutup, Avengers: Endgame bisa menyajikan cerita yang unik, segar, dan nyaris di luar bayangan. Penggemar Marvel sendiri juga sudah memberikan promosi gratis melalui teori-teori yang berkembang, bahkan sebelum Infinity War ditayangkan. Namun Anthony dan Joe Russo yang kembali didapuk sebagai sutradara membantah itu semua.

Semua yang diungkapkan Russo bersaudara menjadi kenyataan. Endgame berpusat pada 5 tahun setelah “The Snap” melenyapkan setengah makhluk hidup di alam semesta. Dan para pahlawan kita berusaha untuk bangkit dari keterpurukan kehilangan orang-orang yang mereka cintai. 10 menit di awa film memberikan harapan tinggi namun langsung menghancurkannya di saat itu juga.

Perpaduan yang pas antara aksi, humor, dan emosi

Bukan Marvel namanya jika tidak bisa menggabungkan berbagai unsur menjadi sajian yang memanjakan mata. Mulai dari aksi penuh CGI mengagumkan, humor yang lucu, serta perjalanan emosi karakternya. Dinamika narasi yang menghanyutkan mampu menyihir penonton untuk terpaku. Tanpa sadar, adegan puncak datang dan waktu tiga jam hampir usai.

ulasan film avengers endgame

Dan banyak yang menyebutkan bahwa Endgame akan menjadi akhir pertarungan yang epik Avengers melawan Thanos. Benar, namun tidak terlalu tepat. Penonton memang akan dihadapkan dengan salah satu pertarungan kejahatan dan kebaikan yang pernah ada dalam sejarah Hollywood, setara dengan edisi final The Lord of the Rings maupun Ready Player One.

Tetapi bukan pertarungan epik yang ditonjolkan dalam film ini. Melainkan bagaimana para Avengers bangkit dari keterpurukan dan mencoba mencari cara untuk mengalahkan sang antagonis akan membimbing penonton dalam perjalanan emosi yang naik turun. Whatever it takes.

Film superhero paling emosional dalam beberapa dekade

Terlepas dari adegan aksi dan humor khas Marvel, Endgame merupakan salah satu film superhero paling emosional yang pernah ada. Tidak hanya membawa narasi dari 22 film MCU sebelumnya, tetapi juga membawa kembali penggemar Marvel dalam sejarah 11 tahun semesta sinema Marvel. Meskipun tidak semuanya, tetapi menyenangkan untuk melihat film-film Marvel sebelumnya menjadi pondasi hingga sampai pada puncaknya, Avengers: Endgame.

Endgame langsung menunjukan apa yang terjadi paska “The Snap” dengan semua superhero yang tersiasa di Bumi. Setelah Infinity War, Clint Barton dan Rocket kehilangan keluarganya hingga Thor yang merasa bersalah atas kegagalannya membunuh Thanos. Bahkan sang Tony Stark yang flamboyan juga merasakan kehilangan Peter Parker yang menjadi debu dalam genggamannya.

Sebagian berhasil dan memulai awal baru, sedangkan yang lain masih terpuruk dalam penyesalan. Penonton dibawa dalam aliran emosi yang selalu berubah di sepanjang 3 jam durasi. Perjalanan yang membuat karakter Marvel lebih dekat dengan penonton. Karena terlepas dari jubah dan kostum mereka, mereka adalah manusia yang bisa sedih, marah, dan terpuruk (even Rocket Raccoon). Inilah yang membuat film ini memesona.

Puncak yang pas untuk 11 tahun dan 22 film

Akan ada banyak referensi yang bisa didapatkan oleh penggemar setia Marvel sepanjang alur cerita. Bahkan tidak hanya film Marvel, ada banyak referensi terhadap berbagai film lain, termasuk budaya pop culture. Belum lagi film ini akan menunjukan karakter terakhir dari Sang Raja Cameo, Stan Lee. Kehadirannya yang sekilas dan tak disangka-sangka akan selalu menjadi bagian dari semesta Marvel.

Seluruh film dibangun dari callback, referensi, memori, dan kenangan. Kadang-kadang dengan pertempuran besar, melalui percakapan antar karakter, hingga momen kecil yang terjadi dengan tiba-tiba. Momen-momen kecil tersebut akan membawa penonton dalam 11 tahun dan 22 film perjalanan semesta Marvel.

para Avengers yang akan berangkat
via Marvel

Dan Endgame memberikan akhir yang cukup menarik, terlebih dengan alur yang pasti di luar dugaan. Tak perlu sibuk untuk mencari tahu semua cerita-cerita konspirasi seputar Endgame. Because you know what? Most of the theories are wrong. Tidak ada yang bisa menebak ke mana Joe dan Anthony Russo membawa karakter dan arah mana Marvel Cinematic Universe akan berlabuh.

Masih memakai formula superhero yang sama

Pahlawan kita terpuruk, mendapatkan harapan, dan akhirnya terpuruk lagi. Selanjutnya ada harapan kecil terakhir untuk menyelamatkan seluruh manusia. Masih formula yang sama dan digunakan berulang-ulang oleh Marvel. Apakah penonton bosan? Sebagian besar tidak. Karena penonton akan menikmati prosesnya.

Rocket Raccoon dan Nebula endgame
via Marvel

Tetapi bagaimanapun, tidak ada yang salah dengan formula ini. Semua yang ada di dalam film bukanlah karakter yang baru saja muncul dan membutuhkan waktu lama untuk berempati pada karakter yang ada. Penonton sudah mengenal mereka, jauh sebelum Marvel Cinematic Universe ada. Dan penonton, terlebih die hard fans, tentu saja ingin melihat apa dan bagaimana karakter yang mereka cintai berkembang.

Masih dengan cara yang sama, yaitu membagi karakter menjadi beberapa tim, sebagaimana yang kita rasakan pada Infinity War. Metode tersebut jelas menciptakan berbagai kemungkinan tak terbatas. Bisa jadi untuk memberikan screen time kepada masing-masing karakter. Meskipun terdapat banyak ketimpangan, tetapi kedua sutradara dan penulis cukup baik dalam membagi perjalanan semua karakter yang ada.

Secara keseluruhan, Avengers: Endgame merupakan penutup yang pas untuk Thanos Arc. Walaupun tidak semua orang bisa menghadapi apa yang mereka lihat atau rasakan ketika keluar dari bioskop, namun setidaknya Anthony dan Joe Russo memberikan apa yang diinginkan penonton: pertempuran yang epik dan lebih besar dari Infinity War dan pondasi cerita yang lebih besar untuk masa depan MCU.

Captain America dan Black Widow
via Marvel

Dengan semua kemegahan yang dibawanya, Russo bersaudara mengungkapkan bahwa Endgame bukanlah akhir dari fase ketiga MCU. Setelah ini, Spider-Man: Far from Home akan menjadi pemungkas. Tahun depan, Black Panther 2 atau Black Widow diprediksi akan membuka era baru dari semesta Marvel yang fenomenal.

Rating: 5/5


Genre: Superhero, Action, Adventure, Fantasy

Sutradara: Anthony RussoJoe Russo

Penulis: Christopher MarkusStephen McFeely

Bintang: Robert Downey Jr.Chris EvansMark Ruffalo 

Review
  • Review Film
5

Kesimpulan

Secara keseluruhan, Avengers: Endgame merupakan penutup yang pas untuk Thanos Arc. Walaupun tidak semua orang bisa menghadapi apa yang mereka lihat atau rasakan ketika keluar dari bioskop, namun setidaknya Anthony dan Joe Russo memberikan apa yang diinginkan penonton: pertempuran yang epik dan lebih besar dari Infinity War dan pondasi cerita yang lebih besar untuk MCU.

Sending
User Review
( votes)

Penulis baru yang terpesona dengan bagaimana kata-kata bisa mengubah dunia.