Review Film Ancika: Dia yang Bersamamu 1995 (2024): Penutup yang Menenangkan

Film Ancika: Dia yang Bersamamu 1995 merupakan iterasi terbaru dari adaptasi novel Dilan karya Pidi Baiq yang sempat booming di Indonesia beberapa tahun lalu. Soft reboot dengan mengganti pemeran Dilan terbayar tuntas dengan menghadirkan kisah cinta yang lebih dewasa dibandingkan sebelumnya.

Sinopsis film Ancika 1995

Ancika Mehrunisa Rabu (Azizi Asadel), remaja yang tak suka dengan konsep pacaran. Perkenalan pertamanya dengan Dilan (Arbani Yasiz) terjadi di rumah kakeknya, meski perkenalan pertama mereka diawali dengan buruk.

Azizi Asadel dan Arbani Yasiz di film Ancika Dia yang Bersamaku 1995
via MD Pictures

Dilan yang dekat dengan kakak Ancika, Anwar (Dito Darmawan), sering datang ke rumah Ancika. Hubungan keduanya perlahan membaik, yang mana Ancika merasa Dilan berbeda dengan laki-laki lain yang mendekatinya, termasuk Yadit (Daffa Wardhana), pengusaha muda yang mengejarnya.

Tapi Ancika masih belum bisa membuka hati, terlebih dengan kisah cinta Dilan dan Milea yang ternama di seantero Bandung. 

Akhir kisah Dilan (?)

Film Ancika 1995 merupakan edisi keempat dari cerita Dilan. Dua film pertama, Dilan 1990 (2018) dan Dilan 1991 (2019) dibuat dengan sudut pandang Milea, sementara film Milea: Suara dari Dilan (2020) mengambil sudut pandang Dilan.

Arbani Yasiz sebagai Dilan, Azizi Asadel sebagai Ancika, dan Daffa Wardhana sebagai Yadit
via MD Pictures

Tanpa arahan Pidi Baiq, film ini tak lagi mengandalkan pesona kota Bandung yang temaram dengan suasana sendu yang terasa pada tiga film sebelumnya. Begitu pula soundtrack yang tetap bersahaja, tapi kurang nendang.

Benny Setiawan sebagai sutradara menggantikan Pidi Baiq lebih menonjolkan bagaimana film ini bergantung pada karakter Ancika yang teguh pendirian dan dewasa, sekaligus pertemuan dan perkenalannya dengan Dilan.

Meski dengan karakter Dilan yang berbeda, tapi film ini masih menyajikan kisah romansa percintaan remaja yang penuh lika-liku, kadang bikin gemes dengan dialog one liner dari Benny dan Tubagus Deddy sebagai penulis naskah, Tanpa balutan kekonyolan yang khas dari Pidi Baiq.

Azizi Asadel sebagai Ancika dan Arbani Yasiz sebagai Dilan di film Ancika 1995
via MD Pictures

Mungkin bagi penggemar setia yang mengikuti seri ini dari film pertama, Benny masih mengandalkan alur yang biasa layaknya film romansa lainnya. Didukung soundtrack dan nuansa Bandung tahun 1995 yang menyejukkan serta gambaran politik yang panas di masa-masa akhir pemerintahan Soeharto.

Chemistry Zee dan Arbani terasa cukup nyata sebagai pasangan yang memulai pertemuan mereka dengan konflik. Arbani jadi pengganti yang sempurna bagi Iqbaal Ramadhan, sementara Kudos bagi Zee yang menghadirkan karakter Ancika yang kuat, tapi tetap masih diselimuti kebimbangan remaja.

Dilan yang lebih dewasa

Hal baru yang terlihat dari film ketiga Dilan ini adalah bergantinya pemeran Dilan yang sebelumnya diperankan oleh Iqbaal Ramadhan. Ia menolak untuk kembali memerankan Dilan karena ingin keluar dari karakter yang turut membesarkan namanya.

Arbani Yasiz muncul sebagai mantan ‘panglima geng motor’, Dilan yang sudah dewasa dan kini berkuliah d Institut Teknologi Bandung. Pergantian ini membuat pesona Dilan cukup berubah drastis ketimbang ketika diperankan oleh Iqbaal.

Arbani Yasiz sebagai Dilan
via MD Pictures

Perubahan yang positif, karena tampak kedewasaan dari pembawaan Arbani. Berbeda dari Iqbaal yang cocok untuk karakter Dilan ketika SMA yang urakan dan petakilan, Dilan versi Arbani terasa lebih kalem. Namun tak melupakan kebandelan khas dari karakter Pidi Baiq ini.

Soft reboot dengan karakter baru Dilan ini juga sekaligus mengubah karakter Milea yang dulu diperankan oleh Vanesha Prescilla. Tapi ada beberapa karakter yang masih dipertahankan, seperti Ira Wibowo sebagai ibunda Dilan.

Kemungkinan besar film ini jadi yang terakhir dari series Dilan, mengingat bagian akhir jadi penutup yang menarik. Menjelaskan bagaimana Dilan tak lagi berada di dalam bayang-bayang Milea dan membuka lembaran baru dengan Ancika.

Azizi Asadel sebagai Ancika di film Ancika 1995
via MD Pictures

Tapi ending Ancika 1995 terlihat tak sejalan dengan ending Milea: Suara dari Dilan, dimana reaksi Dilan ketika bertemu dengan Milea dan tunangannya kurang pas, mengingat mereka pernah bertemu setahun sebelumnya. Tak mengganggu, tapi mengusik detail dari keseluruhan seri Dilan.

Film Ancika: Dia yang Bersamamu 1995 bisa jadi penutup yang syahdu untuk penggemar seri Dilan. Membawa kembali romansa remaja tahun 1990-an yang jadi daya tarik novelnya melalui kisah Ancika yang baru, tapi masih belum mampu melampaui film pertamanya.

Genre: Drama

Sutradara: Benny Setiawan

Penulis Naskah: Benn Setiawan, Tubagus Deddy

Pemain: Azizi Asadel, Arbani Yasiz

Avatar photo
Padli Nurdin

Penulis baru yang terpesona dengan bagaimana kata-kata bisa mengubah dunia.

Articles: 889

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *