Review Film Milea: Suara dari Dilan (2020): Director’s Cut Dilan 1990 dan 1991

Malah kayak rangkuman Dilan 1990 dan 1991!

cover film Milea: Suara dari Dilan

Kisah cinta remaja Dilan dan Milea kembali hadir ke layar lebar. Sebagai iterasi ketiga, film Milea: Suara dari Dilan yang diangkat dari novel ketiga karya Pidi Baiq ini kembali membawa Iqbaal Ramadhan dan Vanesha Prescillia di kisah romantis SMA tahun 90-an. Mempertahankan kisah drama dan problematika remaja, kehadirannya berkesan sebagai pelengkap kisah Dilan dan Milea.

Iqbaal Ramadhan dan Vanesha Prescillia
via Falcon Pictures

Film Milea: Suara dari Dilan menjadi jembatan dari Dilan 1990 (2018) dan Dilan 1991 (2019). Di awal film, penonton akan dibawa pada Dilan dewasa (Iqbaal Ramadhan) mereka ulang apa yang terjadi di masa SMA bersama Milea (Vanesha Presilla). Kisahnya pun menjemput kembali masa-masa pertama Dilan bertemu Milea dan awal kisah cinta mereka.

Film ini fokus pada kisah Dilan, mulai dari keluarga, teman-teman di geng motornya, serta perasaannya terhadap Milea. Cerita juga melanjutkan cliffhanger yang terjadi di akhir Dilan 1991 dimana keduanya bertemu setelah mereka dewasa. Dimana Dilan bertemu dengan Milea yang sudah bertunangan dengan Verdi (Andovi Da Lopez).

Fokus pada Dilan

Sama seperti novel ketiganya, film Milea: Suara dari Dilan menceritakan kisah perjalanan romansa karya Pidi Baiq ini dalam sudut pandang Dilan. Sepanjang film, Iqbaal menjadi narator yang menjelaskan lebih dalam tentang perasaannya terhadap Milea. Dimana Dilan 1990 dan 1991, narasi dari Milea menggambarkan Dilan sebagai sosok yang misterius.

awal pertemuan Dilan dan Milea
via Falcon Pictures

Di film ketiga ini, Dilan dibuat lebih manusiawi dan lebih dekat dengan penonton. Bukannya hanya sebagai pemimpin klub motor yang hanya menuruti ego dan gengsi masa muda. Semua keputusan dan pilihan Dilan yang sebelumnya tak dijelaskan akhirnya terungkap.

Kisah cinta Dilan dan Milea masih sama seperti pada saat film kedua ditayangkan tahun lalu. Bagi yang sudah membaca novelnya tentu mengerti bagaimana kisah keduanya berakhir. Film ketiga menjadi penjelas dan menceritakan hal-hal yang terlewat di dua film sebelumnya.

Iqbaal Ramadhan dalam film Milea: Suara dari Dilan
via Falcon Pictures

Alur yang disampaikan terkesan melompat-lompat. Ya, mau bagaimana lagi. Karena film ini berupaya menjelaskan apa yang kurang dari dua film sebelumnya. Seperti ketika pertama kali Dilan mengetahui murid baru yang pindah dari Jakarta, upaya yang dilakukan Dilan untuk mendekati Milea, serta apa yang terjadi di keluarga Dilan ketika putus dari Milea.

Satu jam kilas balik

Mengingat film ketiga diambil dari sudut pandang Dilan, cerita yang diberikan pun memang tak begitu berbeda. Semuanya menceritakan kembali sejak pertama kali Dilan bertemu Milea. Novelnya sendiri pun lebih banyak mengisahkan tentang Dilan, mulai dari keluarga hingga pertemanan di geng motornya.

Vanesha Prescillia, Wibowo dan Zara
via Falcon Pictures

Hingga pertengahan pertama film, cerita terkesan seperti pengulangan dari film pertama. Hanya beberapa adegan yang ditambahkan. Baru pada pertengahan kedua alur cerita mulai terasa baru.

Bisa dibilang, film ketiga ini layaknya behind the scene dengan director’s cut dari dua film pertama.

Durasi yang lebih pendek dari film sebelumnya pun berakibat pada beberapa adegan dan kisah dalam novel terpotong. Terutama karakter Anchika, kekasih Dilan setelah Milea yang diceritakan di novel ketiga. Dalam berbagai kesempatan, Fajar Bustomi, sang sutradara, sendiri menyebutkan bahwa dia ingin memberikan kisah yang ‘happy ending’ bagi kedua karakter. Sehingga karakter Anchika pun tak dikeluarkan.

Bukan tak mungkin Fajar Bustomi dan Pidi Baiq akan bekerjasama lagi dengan kisah lanjutan Dilan dan Milea. Mengingat animo masyarakat yang masih tinggi serta beberapa kisah dalam cerita novel masih disimpan, kisah dua sejoli ini bisa saja menghasilkan film keempat.

reuni Dilan dan Milea dalam film Milea: Suara dari Dilan
via Falcon Pictures

Secara keseluruhan, kehadiran Milea: Suara dari Dilan merupakan pengisi kekosongan dua film sebelumnya. Tak terlalu fokus pada cerita baru, perjalanan film baru terasa di pertengahan cerita. Tapi bagi penggemar Dilan dan Milea, film ini masih menghadirkan rekreasi ke dunia 90-an dengan kisah cinta SMA yang penuh ego dan gejolak masa muda.

Rating: 5/10

Genre: Drama, Romansa

Sutradara: Pidi BaiqFajar Bustomi

Penulis: Pidi BaiqTitien Wattimena

Bintang: Iqbaal Dhiafakhri RamadhanVanesha PrescillaIra Wibowo

Review Film
  • 5/10
    Biasa Aja - 5/10
5/10

Summary

Kehadiran Milea: Suara dari Dilan merupakan pengisi kekosongan dua film sebelumnya. Tak terlalu fokus pada cerita baru, perjalanan film baru terasa di pertengahan cerita. Tapi bagi penggemar Dilan dan Milea, Fajar masih menghadirkan rekreasi ke dunia 90-an dengan kisah cinta SMA yang penuh ego dan gejolak masa muda.

Padli Nurdin

Penulis baru yang terpesona dengan bagaimana kata-kata bisa mengubah dunia.