Review Fantastic Beasts: The Crimes of Grindelwald – Dibuat Khusus untuk Potterhead

Menonton Fantastic Beasts: The Crimes of Grindelwald menghadirkan kembali dunia Harry Potter dengan cerita baru. Mulai dari awal sampai akhir, film ini mencoba melanjutkan alur yang lebih gelap ditambah menguak rahasia yang tersimpan selama film pertama. Jadi jika ingin menonton film ini, pastikan jati diri kamu sebagai seorang Potterhead, atau setidaknya pernah menonton Fantastic Beasts and Where to Find Them.

Newt Scamander dan Jacob Kowalski
via Warner Bros.

Kali ini menjelajahi Paris, Fantastic Beasts: The Crimes of Grindelwald merupakan rekonstruksi termegah dunia sihir pra-Harry Potter. Sesuai dengan judul dari prekuel ini, penonton kembali akan disuguhkan dengan makhluk-makhluk fantastis yang hanya bisa dibayangkan oleh J.K. Rowling dalam buku-bukunya. Kecanggihan teknologi dan CGI yang digunakan membuat menonton film ini seperti masuk ke dalam dunia fantasi.

Selain gambar yang memanjakan mata dari awal hingga akhir film ini, score dan alunan musik yang menyentuh mampu mengarahkan penonton ke dalam cerita. Gabungan semuanya membuat menonton film ini seakan terhanyut kembali ke dalam dunia sihir dan masa lalu. Cerita dibuat lebih dalam dengan alunan score dari James Newton Howard yang terasa pas menghidupkan setiap momen dalam alur yang dibuat padat.

Newt Scamander
via Warner Bros

Mencoba menonjolkan hubungan antara Dumbledore dan Grindelwald, film ini fokus kepada rencana Grindelwald untuk menguasai dunia sihir dan no-Maj. Tapi, sebagai sekuel dari film pertama yang keluar 2016 lalu, cerita masih berpusat pada Newt Scamander, si Muggle Jacob Kowalski, Tina dan Queenie Goldstein. Penambahan karakter baru yang memperkaya cerita adalah cinta masa kecil Newt, Leta Lestrange, dan kakak Newt, Theseus Scamander.

Selain itu, film kedua ini tak lupa membawa fans kembali bernostalgia melihat beberapa karakter dan tempat orisinil dari dunia Harry Potter; munculnya Albus Dumbledore serta Professor McGonagall muda, dan tak lupa sekolah sihir Hogswarts kembali hadir menyapa pecinta franchise yang sudah difilmkan sejak 2001 ini. Dibandingkan keseluruhan plot cerita, tidak terlalu banyak adegan yang memperlihatkan sekolah sihir terkenal tersebut. Tetapi setidaknya cukup untuk pengobat rindu para Potterhead.

Albus Dumbledore di Fantastic Beasts: The Crimes of Grindelwald
via Warner Bros.

Memang susah mempertahankan penonton untuk duduk tenang di dalam studio selama dua jam. Dan Fantastic Beasts 2 berhasil melakukannya. Tetapi lebih karena nostalgia dunia sihir J.K. Rowling, CGI yang megah, dan beberapa twist yang mengejutkan. Hanya saja film kedua ini seperti memberikan terlalu banyak informasi yang dijejalkan untuk penonton hingga membuat penonton kurang menikmati alur cerita yang diberikan. Mungkin kehadiran J.K. Rowling sebagai penulis naskah masih belum bisa membuat film ini menarik bagi penonton biasa.

134 menit dari durasi film ini terkesan masih kurang untuk memperkenalkan karakter baru dengan semua latar belakangnya. Tambah sesak dengan kelanjutan cerita dari karakter yang sudah ditampilkan pada film pertama. Keinginan untuk membuat film ini sebagai jembatan untuk tiga film selanjutnya (Fantastic Beasts memang direncanakan untuk dibagi menjadi lima film) bisa dianggap sebagai pengorbanan; terlalu banyak informasi dalam film ini.

pemeran Fantastic Beasts: The Crimes of Grindelwald
via Warner Bros

Sebagai ‘veteran’ dalam membaca isi kepala J.K. Rowling, David Yates yang menjadi sutradara Fantastic Beasts: The Crimes of Grindelwald menyuguhkan dunia sihir yang megah, elegan, dan lebih gelap namun menggoda. Tetapi cerita yang terkesan dijejalkan sebagai batu loncatan untuk film selanjutnya sangat mengurangi kenikmatan menonton film ini. Jadi, jika kamu bukan Potterhead sejati, film ini mungkin bukan untuk kamu.

Rating: 3/5


Genre: Fantasy, Drama, Adventure

Sutradara: David Yates

Penulis:  J.K. Rowling

Bintang: Eddie RedmayneKatherine WaterstonDan FoglerJude Law

Avatar photo
Padli Nurdin

Penulis baru yang terpesona dengan bagaimana kata-kata bisa mengubah dunia.

Articles: 923

No comments yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *