Pemenang Man Booker International Prize 2018 untuk karya fiksi terjemahan akhirnya jatuh pada penulis Polandia, Olga Tokarczuk. Dengan novel Flight yang merupakan sebuah rumusan filosofis tentang perjalanan modern, Olga membagi hadiah 50.000 poundsterling Inggris, atau hampir Rp. 1 Milyar, dengan penerjemah bahasa Inggris untuk buku ini, Jennifer Croft.
Bagi yang masih belum mengetahui, Man Booker International Prize merupakan penghargaan yang diberikan kepada karya fiksi berbahasa asing dan diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Hadiah yang dimenangkan akan dibagi sama banyak oleh penulis dan penerjemah.

Olga Tokarczuk bukan nama asing bagi penulis karya sastra di Polandia, bahkan di dunia. Penulis berusia 58 tahun ini telah memenangkan Nike Award, penghargaan tertinggi untuk karya sastra di Polandia, tidak hanya sekali, tapi dua kali, salah satunya dengan Flight yang diterbitkan pertama kali pada tahun 2007.
Tak hanya itu, Olga juga memenangkan penghargaan pada tahun 2015 dengan novelnya yang berjudul The Books of Jacob, tentang pemimpin agama Polandia-Yahudi di abad ke-18, Jacob Frank. Buku setebal 900 halaman ini menelurusi sejarah Frankisme yang hanya sedikit diketahui, yaitu sekte mesianis Yahudi yang bermunculan di Polandia pada abad ke-18.

Flight sendiri menceritakan tentang seseorang petualang yang mengambil buku tertentu dalam perjalanannya. Narator, yang bisa diindikasikan sebagai alter-ego dari pengarang, menjelaskan bagaimana Flight mampu merefleksikan perjalanan dan makna dari rumah. Olga menghadirkan lika-liku perjalanan yang misterius dan jenius meskipun masih menyimpan ambiguitas pemikirannya.
Sebagaimana dijelaskan oleh Kapka Kassabova yang mengulas buku ini di Guardian, “Flight adalah permohonan diskursif yang penuh gairah dan mempesona dalam keterhubungan yang berarti, untuk mendapatkan penerimaan “fluiditas, mobilitas, dan ilusi”. Lagi pula, Tokarczuk mengingatkan kita, ‘Orang Barbar tidak bepergian. Mereka hanya pergi ke satu tujuan atau melakukan penggerebekan.’”
Terlebih, novel ini merupakan novel intuisi yang mencampur adukkan hiruk pikuk suara dan kisah yang tampaknya tidak berhubungan dengan garis lintas ruang dan waktu, menurut Kapka. Tak heran, dimana Olga sendiri mengungkapkan bahwa novel ini merupakan campuran dari nomadenisme modern dan anatomi manusia.
Dikutip dari NYTimes, Lisa Appignaesi yang pemimpin panel penilai menjelaskan, “Tokarczuk adalah seorang penulis dengan kecerdasarn, imajinasi dan kepustakaan sastra. Dengan Flight, Tokarszuk menerbangkan kita melalui galaksi keberangkatan dan kedatangan, cerita dan penyimpangan, sambil mengeksplorasi hal-hal yang dekat dengan keadaan kontemporer dan manusia.”

Buku-buku lain yang ikut meramaikan nominasi Man Booker Prize tahun ini adalah Vernon Subutex 1 karya penulis Prancis, Virginie Despentes, The White Book karya novelis Korea Selatan, Han Kang; The World Goes On oleh penulis Hungaria, Laszlo Krasznahorkai; Like a Fading Shadow karya penulis Spanyol, Muñoz Molina; serta cerita dekonstruksi karya lawas Mary Shelly, Frankenstein in Baghdad oleh penulis Irak, Ahmed Saadawi.

