Rumor Main-Villain Black Panther 2, Siapakah Namor the Sub-Mariner?

Namor melawan Black Panther

11 tahun dan 21 film, Marvel belum menemukan cara memperkenalkan Namor the Sub-Mariner dalam Marvel Cinematic Universe. Padahal, salah satu karakter paling tua dari Marvel Comics ini memiliki sejarah yang panjang di Marvel Comics. Rumor terbaru mengindikasikan Marvel mencari aktor berdarah Asia untuk peran Namor di Fase Lima MCU.

Namor dalam Marvel Cinematic Universe
via Marvel

Sebuah dialog dari Avengers: Endgame memposisikan Namor sebagai penjahat yang akan muncul pada Black Panther 2. Sedangkan kicauan – yang saat ini sudah dihapus – oleh sutradara Scott Derrickson mengindikasikan Namor muncul dalam Doctor Strange in the Multiverse of Madness.

Mengenal Namor the Sub-Mariner

Namor merupakan salah satu karakter tertua di Marvel. Lebih tua dari Captain America, Fantastic Four, X-Men, bahkan Iron Man. Dia diciptakan oleh Bill Everett untuk Marvel Comics #1, meskipun dipasarkan oleh Timely Comics. Timely sebelumnya bernama Atlas Comics pada 1950-an sebelum menjadi Marvel Comics pada 1961.

edisi pertama di Marvel Comics
via Marvel

Terinspirasi dari puisi milik Samuel Taylor Coleridge “The Rime of the Ancient Mariner”, Namor disebut sebagai setengah manusia, setengah Homo Mermanus. Dia adalah anak dari kapten kapal Leonard McKenzie dan Putri Fen, anak dari Emperor Thakorr sang penguasa Atlantis.

Karena DNA campurannya, Namor bisa dibilang sebagai mutant. Ia memiliki kekuatan superhuman, seperti berenang lebih cepat dari manusia maupun penduduk Atlantis, bernafas di dalam air, masa hidup lebih panjang, serta memiliki sayap kecil di kakinya. Meskipun aneh, sayap ini membuatnya bisa terbang.

Superhero atau penjahat?

Namor bukanlah Aquaman yang menjadi penghubung daratan dan lautan. Dalam beberapa kisah komiknya, Namor disebut membenci mereka yang berkulit putih. Bahkan, Namor sebenarnya berarti “anak pembalas” dalam bahasa Atlantis milik Marvel.

Namor the Sub-Mariner
via Marvel

Tapi sebenarnya, nama Namor awalnya diambil dari kata “Roman” yang dibalik. Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Marvel dalam buku komiknya Giant-Super Stars #1 yang dipublikasikan pada tahun 1974.

Ketika menjadi pahlawan, Namor pernah memberantas Nazi dengan tim Invaders yang berisi Captain America, Bucky, Toro, dan Human Torch. Dia juga pernah bergabung dengan Defenders bersama Doctor Strange, Hulk, dan Silver Surfer. Namun Namor juga bisa beraliansi dengan penjahat Marvel, seperti Doctor Doom dan Magneto, ketika rencana mereka memikat hatinya.

karakter anti-hero
via Marvel

Karena itu, Namor sering dikategorikan sebagai anti-hero pertama dalam dunia komik, akibat karakternya yang ambigu antara pahlawan atau penjahat. Pertarungannya yang paling terkenal ketika dia melawan Fantastic Four dan Black Panther, termasuk ketika dia membuat Wakanda terendam banjir.

Banjir di Wakanda

Dalam crossover antara Avengers vs X-Men, Namor membanjiri Wakanda menggunakan kekuatan Phoenix Force. Alasannya? Tanpa alasan apapun. Tapi sebagiannya karena dia dipengaruhi oleh Phoenix Force. Kejadian ini membuat perseteruan antara Namor dan Black Panther membara.

Namor membanjiri Wakanda
via Marvel

Dan Namor tidak hanya sekali menyerang Wakanda. Setelah itu, pada event Infinity, Namor berbohong kepada Thanos dan membuatnya menyerang Wakanda untuk mencari Infinity Gems (nama Infinity Stones dalam komik). Dia mengakui hal ini kepada T’Challa tanpa penyesalan di New Avengers #23. Akibatnya keduanya pun berkelahi.

Dilansir dari Inverse, Pertarungan Black Panther dengan Namor the Sub-Mariner bisa saja terjadi dalam Black Panther 2. Dialog antara T’Challa dan Okoye (Dania Gurira) di Avengers: Endgame menyebutkan “gempa bawah laut” terjadi di Wakanda. Okoye menyebutkan bahwa masalah ini hanya akan ditangani oleh Wakanda saja. Situasi yang tidak lagi dijelaskan selanjutnya.

Meskipun sudah dibeli Marvel pada 2016,  Namor masih belum bisa mendapatkan film solonya sendiri karena Universal masih memiliki sebagian hak layar lebarnya. Sama seperti Hulk, Marvel bisa memasukanya ke dalam filmnya, tapi tidak bisa membuatkannya film sendiri. Inilah mengapa kita hanya bisa melihat Bruce Banner menjadi pendukung dalam setiap film Marvel.

Penulis baru yang terpesona dengan bagaimana kata-kata bisa mengubah dunia.

Leave a Reply