Game A Space of the Unbound: Kenangan Masa Kecil Berlatar 90-an

Game berlatar 90-an untuk nostalgia karya anak bangsa!

cover game A Pace for the Unbound

Satu lagi game menarik hasil kolaborasi Toge Production dengan Mojiken Studio, game A Space of the Unbound. Walaupun belum diketahui kapan versi lengkap dirilis, namun game ini memiliki desain, gambar, serta soundtrack yang mengesankan. Latar belakang yang gelap memberikan sentuhan menarik untuk game yang terlihat ringan ini.

Berlatar di Indonesia pada akhir 90-an, versi prolognya baru saja dirilis pada 22 Januari lalu.

Game A Space for the Unbound sudah bisa dimainkan secara gratis di Steam. Jika kamu melihat laman game ini pada laman store Steam, kamu bisa melihat bahwa review dari 138 pemain menyebutkan game ini “Very Positive”.

Latar tahun 90-an di Indonesia

Prolog dimulai dengan sebuah kisah yang diceritakan oleh gadis di sekolah dasar, Nirmala. Atma, seorang siswa sekolah menengah mendengarkannya dengan penuh perhatian ingin membantu menyelesaikan cerita yang ditulis oleh Nirmala. Karena itu, dia membutuhkan ‘tongkat sihir’-nya.

Nirmala dan Atma berbincang-bincang
via Toge Production

Karena tidak ingin ayahnya tahu bahwa dia bolos sekolah, Atma sukarela pergi ke rumahnya untuk mengambilnya, Kamu akan menyelinap dengan menggali lebih dalam pikiran karakter lainnya.

Permainannya seperti puzzle, dimana kamu bisa mendapatkan berbagai penjelasan serta mengungkap beberapa peristiwa setelah berbincang-bincang dengan penduduk desa. Bahkan kamu juga bisa bermain-main dengan kucing.

Game ini bukan hanya sekadar menggambarkan Indonesia tahun 90-an, tetapi juga menggali lebih dalam tentang depresi dan kecemasan yang bisa ditemukan pada beberapa karakter di desa tersebut. Kamu juga bisa melihat satu hal yang membuat Nirmala trauma ketika pertama kali masuk ke dalam pikiran Nirmala, yang disebut dengan Magic Red Book.

kisah supranatural dalam game Toge Production
via Toge Production

Toge Production menyebutkan bahwa game ini juga mengambil nilai-nilai mistis yang ada di Indonesia. Sebagaimana dijelaskan dalam deskripsi game ini dalam Steam, “game petualangan slice-of-life dengan pixel art…tentang cara mengatasi kecemasan, depresi, dan hubungan antar anak laki-laki dan perempuan dengan kekuatan supranatural.”

Sudah bisa dimainkan secara gratis

Prolog bisa kamu mainkan dengan waktu bermain sekitar 15 sampai 20 menit. Kamu bisa menjelajahi pedesaan Indonesia dan menikmati suasana yang santai. Pemain bisa mengobrol dan berinteraksi dengan penduduk lainnya serta mendengarkan kisah mereka. Dalam penjelasannya, kamu bisa menyelami pikiran penduduk lainnya dengan gaya film Inception karya Christopher Nolan.

latar game A Pace for the Unbound
via Toge Production

Kris Antoni, pendiri Toge Productions menyebutkan bahwa game A Place for the Unbound terinspirasi oleh film-film animasi Makoto Shinkai, namun dengan nada dan kearifan lokal Indonesia. Ditambah dengan musik dan soundtrack yang dibuat oleh Masdito “Ittou” Bachtiar.

Ada banyak kenangan bagi generasi 90-an yang bisa kamu dapatkan. Salah satunya, kamu bisa bertegur sapa dengan penjual cimol beserta gerobaknya yang ada di pinggir jalan. Ada pula konstruksi bangunan ketika kamu berjalan-jalan di beberapa area. Rumah dengan warna yang berbeda-beda hingga gerbang berkarat yang terkesan realistis.

mengelus kucing dalam game A Pace for the Unbound
via Toge Production

Grafik gaya pixel art khas Toge Production bisa kamu nikmati, sama seperti game Coffee Talk yang sudah bisa dimainkan. Setiap adegan memiliki kesan warna bernada pastel yang menawan. Seperti dilansir IGN, bingkai hitam di tepi layar mengingatkan kita pada layar TV puluhan tahun lalu.

Padli Nurdin

Penulis baru yang terpesona dengan bagaimana kata-kata bisa mengubah dunia.