fbpx

Anthony dan Joe Russo Jelaskan Kematian [Spoiler] di Endgame

Kematian yang tak terelakkan

cover Avengers: Endgame

Jika kamu menangis saat kematian Iron Man di adegan puncak Endgame, maka kamu tidak sendirian. Tapi pertanyaannya kenapa harus Tony Stark yang menggunakan Infinity Stones? Pastinya ia tahu kalau itu bisa membunuhnya. Nah sutradara Avengers: Endgame, Anthony dan Joe Russo, pun akhirnya mengungkapkan alasannya.

Situasi genting

penjelasan anthony dan joe russo tentang kematian tony stark
via Marvel

Dalam interviewnya dengan salah satu media Cina, Ent.qq, sang sutradara menyebutkan kalau hanya Tony yang bisa merebut Infinity Stones dari Thanos karena ia berada paling dekat pada saat itu.

Hal ini juga termasuk dalam masa depan yang dilihat Doctor Strange. Jika Tony tidak merebut dan melakukan jentikan itu, pastinya Thanos kembali keluar sebagai pemenang. Pilihan yang dimiliki Tony saat itu adalah mengorbankan diri atau kembali gagal.

Tidak terelakkan

kenapa iron man mengorbankan diri
via Marvel

Dalam interview yang sama, Anthony dan Joe Russo juga menyebutkan kalau kematian Tony memang tidak terelakkan jika ingin mengalahkan Thanos. Pengorbanan Tony Stark harus dilakukan untuk mewujudkan satu kemenangan dari 14 juta kemungkinan yang telah dilihat Doctor Strange di Infinity War.

Ini menjelaskan kenapa Doctor Strange tidak mau mengatakan apa yang terjadi pada satu kemenangan itu kepada Tony karena Strange menganggap jika Tony tahu kalau ia akan mati maka satu-satunya kesempatan menang itu bisa hilang.

Ketika Thanos berhasil mendapatkan semua Infinity Stones, Strange memberi kode kalau hanya ada satu kesempatan menang kepada Tony. Sang Iron Man pun sadar kalau ia memang harus mengorbankan dirinya demi alam semesta.

Evolusi Iron Man

anthony dan jow russo jelaskan kenapa iron man harus mati
via Marvel

Nah, yang ini bukan penjelasan dari Anthoy dan Joe Russo melainkan pendapat penulis sendiri.

Selain tidak terelakkan, kematian Iron Man di adegan puncak Endgame juga melengkapi narasi evolusi Tony Stark dari miliarder eksentrik nan egois menjadi pahlawan sejati.

Di Iron Man, Tony sendiri mengaku kalau ia bukanlah tipe pahlawan. Pada saat itu ia mungkin adalah orang terakhir yang mau mengorbankan diri untuk orang lain. Bahkan di The Avengers, Captain America juga sempat mencela Tony kalau ia hanyalah seorang egois yang tidak akan mau berkorban.

Dan perlahan kita melihat perubahan pada karakter sang Iron Man. Ia mulai menempatkan kepentingan orang banyak di atas kepentingannya sendiri. Ia mengorbankan diri di New York, meninggalkan sejenak kostum Iron Man demi Pepper Potts, dan yang terakhir ia mengorbankan kehidupan bahagia bersama anak dan istrinya demi alam semesta.

Sedang belajar mengedit tulisan di Mariviu.