Film Wildwood bisa dibilang sebagai salah satu animasi paling ditunggu tahun ini. Karya terbaru dari studio LAIKA yang dulu meledak dengan Coraline (2009) ini bukan hanya sekadar animasi stop-motion gaya baru, tapi produksinya butuh bertahun-tahun untuk dikembangkan.
Sinopsis film Wildwood
Disutradarai oleh Travis Knight, ceritanya mengikuti Prue McKeel, seorang gadis yang tinggal di Portland, Oregon. Suatu hari, adiknya yang masih bayi, Mac, diculik oleh sekawanan burung gagak. Prue kemudian masuk ke sebuah hutan misterius bernama Impassable Wilderness, dunia tersembunyi yang berada tidak jauh dari Portland.
Teman sekelasnya, Curtis Mehlberg, ikut masuk ke hutan tersebut. Di sana mereka menemukan dunia yang dihuni hewan-hewan yang dapat berbicara, bandit, serta berbagai tokoh dengan kepentingan masing-masing. Perjalanan mereka akhirnya berubah dari misi menyelamatkan Mac menjadi konflik yang dapat menentukan masa depan seluruh Wildwood.
Film ini dibintangi oleh Peyton Elizabeth Lee sebagai Prue dan Jacob Tremblay sebagai Curtis. Mereka didukung nama besar seperti Carey Mulligan, Mahershala Ali, Angela Bassett, Awkwafina, Jake Johnson, Charlie Day, sampai Richard E. Grant. Travis bertindak sebagai sutradara dengan skenario dari Chris Butler.
Adaptasi novel anak
Wildwood merupakan adaptasi dari novel Wildwood karya Colin Meloy yang diterbitkan pada 2011, dengan ilustrasi oleh Carson Ellis. Meloy sendiri dikenal sebagai vokalis band The Decemberists, sementara Ellis, istrinya yang menggarap ilustrasi untuk buku tersebut.

LAIKA bahkan sudah memperoleh hak adaptasi film hanya beberapa minggu setelah novel tersebut diterbitkan. Studio kemudian membuat trailer promosi untuk bukunya. Namun, proyek filmnya tidak langsung berjalan. Pengembangan film baru diumumkan kembali secara resmi pada 2021.
Menariknya, Wildwood bukan sekadar novel tunggal. Buku tersebut merupakan bagian pertama dari trilogi Wildwood Chronicles, yang dilanjutkan Under Wildwood (2012) dan Wildwood Imperium (2014). Belum ada konfirmasi bahwa kedua novel berikutnya akan diadaptasi menjadi film.
Film stop-motion paling ambisius Laika
Butuh waktu 16 tahun untuk membuat film ini. Maka tak heran jika Travis menyebutkan bahwa LAIKA mengembangkan kemampuan yang diperlukan untuk memproduksi Wildwood. Film ini bahkan memiliki 136 set dan 241 puppet praktis. Laika menggabungkan stop-motion fisik dengan visual efek untuk menyempurnakan detailnya.
Hutan Wildwood sendiri terinspirasi dari Forest Park, tempat dimana Meloy dan Ellis sering berjalan-jalan ketika tinggal di Portland. Lokasi ajaib ini bukan hanya sekadar hutan fantasi, melainkan lingkungan yang benar-benar muncul berdasarkan imajinasi penciptanya.
Film ini juga membutuhkan berbagai adegan pertempuran dalam skala besar. Tak ketinggalan, Laika menghadirkan sequence udara, serta karakter The General, seekor elang emas raksasa yang menjadi salah satu tantangan teknis terbesar produksi.
Dalam featurette terbaru, LAIKA menekankan proses pembuatan film yang tetap berpusat pada seniman dan pekerjaan tangan. Travis bahkan menggambarkan proses tersebut sebagai sesuatu yang memiliki “magic” tersendiri. Mengingat puppet yang sebenarnya kaku dapat memberikan penampilan yang terasa hidup melalui gerakan frame-by-frame.
Film Wildwood rencananya baru akan tayang 23 Oktober 2026 mendatang. Sayangnya, belum ada informasi lebih lanjut mengenai kapan film ini akan dibawa ke Indonesia. Namun mengingat potensi dan popularitasnya, tak heran jika film ini tayang tak jauh dari perilisan globalnya.

