Update Kontroversi Ha Young: K-Netz Temukan Keterlibatan Sang Buyut dalam Kematian Kaisar Gojong

Kontroversi buyut aktris Ha Young ternyata belum selesai. Setelah agensinya mengonfirmasi tudingan pro-Jepang terhadap sang buyut, warganet Korea terus menggali lebih dalam. Termasuk fakta baru dari postingan anonym yang menuding keterlibatan sang buyut dalam kematian seorang kaisar.

Awal mula kontroversi Ha Young

kontroversi ini bermula saat Ha Young tampil di KBS2 “Problem Child in House” pada 7 Agustus 2026. Di program tersebut, ia bangga menyebut keluarganya sebagai “keluarga dokter empat generasi” dan menceritakan buyutnya yang belajar kedokteran Barat di Jepang, membuka klinik pertama di Hanyang (kini Seoul), dan merawat Kaisar Gojong.

Warganet dengan cepat mengidentifikasi sosok ini sebagai Ahn Sang-ho (1872-1927), orang Korea pertama yang meraih lisensi medis Jepang pada 1902.

kontoversi Ha Young di Problem Child in the House
via KBS

 Agensinya, Bistus Entertainment pada 10 Agustus membantah tudingan pro-Jepang sebagai “tidak berdasar”. Mereka mengubah sikap dan mengonfirmasi Ha-young merupakan bagian dari keluarga Ahn Sang-ho.

Ahn Sang-ho tercatat sebagai anggota dewan Daejeong Chinmokhoe (Taisho Friendship Association) pada 1916. Ini merupakan organisasi yang anggotanya termasuk Yi Wan-yong, salah satu penanda tangan perjanjian aneksasi Jepang-Korea 1910.

Postingan anonim 13 tahun lalu

Perkembangan paling mengejutkan datang saat warganet menemukan postingan anonim berjudul “Pengakuan yang Bisa Kubuat Karena Ini Anonim”. Pertama kali diunggah pada 18 Mei 2013, penulis yang hanya diidentifikasi sebagai “A” mengaku buyutnya adalah dokter kerajaan yang dicurigai meracuni Kaisar Gojong. Ia baru mengetahui fakta ini empat tahun sebelumnya lewat sebuah tayangan televisi.

 “A” menulis bahwa keluarganya hidup berkecukupan turun-temurun tanpa kesulitan berarti selama masa penjajahan Jepang. Menurutnya, ini jadi indikasi kuat bahwa buyut dan kakeknya kemungkinan besar pernah bekerja sama dengan pihak Jepang. Penulis bahkan mengaku merasa “kotor” karena lahir dari keluarga dengan latar belakang seperti itu.

foto keluarga Dr Ahn Sang-ho
via Facebook

Berdasarkan rincian dalam postingan tersebut, warganet menduga penulis postingan ini kemungkinan besar adalah kerabat dekat Ha Young. Termasuk fakta bahwa Ahn Sang-ho diketahui memiliki empat putra dan tiga putri, dengan putra keempat adalah kakek kandung Ha Young. Bahkan ada spekulasi penulis tersebut merupakan Ha Young sendiri atau kakak perempuannya.

Identitas pasti penulis “A” ini sampai sekarang belum terkonfirmasi. Namun kemunculan kembali postingan ini memicu tudingan baru bahwa keluarga Ha Young sebenarnya sudah lama menyadari sejarah kelam buyut mereka, bertentangan dengan kesan awal yang diberikan Ha Young seolah baru mengetahuinya.

Terindikasi terlibat dalam kematian Kaisar Gojong

Kontroversi makin melebar setelah muncul tudingan lain yang jauh lebih serius. Sang buyut, Ahn Sang-ho, disebut terlibat dalam kematian Kaisar Gojong sendiri pada 1919. Instruktur sejarah Bae Ki-sung membahas klaim ini di kanal YouTube Maebul Show pada 12 Agustus.

foto Raja Gojong

Dalam penjelasannya, Ahn Sang-ho diketahui merawat Kaisar Gojong saat sang kaisar tiba-tiba tumbang dini hari pada 21 Januari 1919. Dan tiga jam setelah itu, apa yang terjadi disebut sebagai “misteri”.

Menurut Bae, saat itu beredar rumor di kalangan rakyat Korea bahwa Kaisar Gojong diracun oleh Ahn Sang-ho. Ada indikasi catatan bahwa lidah dan gigi sang kaisar menghitam serta tubuhnya membengkak usai meminum sikhye (minuman beras tradisional Korea). Bahkan, dua pelayan yang membawakan minuman itu disebut meninggal beberapa hari kemudian.

Namun penting dicatat: teori peracunan ini tidak diakui sebagai fakta sejarah yang terkonfirmasi oleh kalangan akademisi. Sejarawan Shim Yong-hwan menulis di media sosial pada 11 Agustus bahwa meski teori peracunan Kaisar Gojong memang jadi pemicu Gerakan 1 Maret, hal itu tetap sebatas rumor, bukan fakta sejarah yang terbukti.

pemakaman Raja Gojong di Korea Selatan
via internet

Sedangkan, sosok nenek buyut terbongkar melalui​ buku terbitan tahun 1983 berjudul ‘Penelitian Adat Istiadat Istana Joseon’ karya Kim Yongsook. istri Ahn Sang-ho kala itu merupakan putri dari seorang jenderal atau perwira tinggi Jepang yang bertugas pada masa pemerintahan kolonial penjajah Jepang di Korea.

K-netz menyindir keras dan merasa bahwa darah yang mengalir di keluarga Ha-young bukan hanya sekadar darah Jepang, tapi darah penjajah. Bahkan banyak yang menuntut supaya pemerintah Korea untuk menyita harga kekayaan keluarga ini.

Klarifikasi Ha-young dan sang ayah

Setelah dua hari bungkam. Ha Young akhirnya mengunggah permintaan maaf tulisan tangan lewat media sosial pribadinya pada 12 Agustus. Ia menulis, “Saya menundukkan kepala meminta maaf karena telah menyebabkan kekecewaan dan rasa sakit besar terkait hal-hal yang berkaitan dengan buyut saya.”

Ayah Ha Young, Ahn Byeong-mun, turut memberikan pernyataan lewat wawancara dengan Ilagan Sports. Ia mengaku dirinya sendiri merasa “sangat terganggu” usai mengetahui keterkaitan sang kakek dengan organisasi pro-Jepang. Ia menegaskan tidak berniat membanggakan masa lalu kakeknya dan berjanji akan mempelajari kembali sejarah dengan sikap yang lebih hati-hati dan rendah hati.

permintaan maaf Ha Young di sosial media resminya
via Instagram

Meski sudah ada permintaan maaf dari agensi, Ha Young, dan ayahnya, reaksi publik Korea sejauh ini tetap dingin. StarNews melaporkan bahwa dengan bukti-bukti yang terus bermunculan dan dampak yang sudah menjalar ke proyek-proyek mendatang. Netflix bahkan membatalkan wawancara Ha Young untuk promo drama Our Sticky Love.

Media yang sama juga mencatat betapa sensitifnya momentum kontroversi ini karena muncul persis menjelang Hari Kemerdekaan Korea (15 Agustus). Apalagi seorang keturunan kolaborator pro-Jepang justru membanggakan riwayat keluarganya dan ketahuan bisa menyulut kemarahan publik.

Avatar photo
Padli Nurdin

Penulis baru yang terpesona dengan bagaimana kata-kata bisa mengubah dunia.

Articles: 913

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *