Tak hanya jump scare, horor psikologis memberikan rasa takut melalui ketegangan yang perlahan meresap dan tetap menempel di kepala berhari-hari setelah film selesai. Bahkan jadi perbincangan karena ceritanya yang membekas dan membingungkan. Buat kamu yang mencari film yang menggali rasa takut seperti Obsession (2026), berikut 10 film horor psikologis paling populer di Netflix.
1. Gerald’s Game (2017)
Sutradara: Mike Flanagan
Pemeran: Carla Gugino, Bruce Greenwood, Henry Thomas, Carel Struycken
Durasi: 103 menit
Bercerita tentang Jessie dan Gerald Burlingame pergi ke rumah danau terpencil untuk menyegarkan pernikahan mereka. Rencana itu berantakan ketika Gerald tiba-tiba meninggal karena serangan jantung, sementara Jessie masih terborgol di ranjang, sendirian, tak tahu cara melepaskan diri. Sepanjang film, Jessie harus bertahan hidup sekaligus menghadapi trauma masa kecilnya yang selama ini ia kubur dalam-dalam.
Diadaptasi dari novel Stephen King yang selama puluhan tahun dianggap “mustahil difilmkan” karena settingnya yang nyaris statis. Salah satu proyek Netflix Original yang paling dipuji kritikus. Ulasan positif didapatkan kaena caranya menyeimbangkan horor tubuh (body horror) dengan drama trauma yang jujur dan menyakitkan. Banyak yang menganggap ini sebagai adaptasi King terbaik yang pernah dibuat Netflix.
2. 1922 (2017)
Sutradara: Zak Hilditch
Pemeran: Thomas Jane, Molly Parker, Dylan Schmid
Durasi: 101 menit
Masih dari adaptasi karya Stephen King, Hilditch membawa kisah thriller ini dengan cara penceritaan yang sabar. Membangun rasa bersalah dan paranoia selangkah demi selangkah. Apalagi Thomas Jane dipuji berkat penampilannya dan disebut sebagai peran paling “revelatory” dalam karirnya. Jadi salah satu karya King yang underrated yang tak banyak diketahui penonton awam.
Menceritakan tentang Wilfred James, petani sederhana di Nebraska tahun 1922, membujuk putranya yang masih remaja untuk membantu membunuh istrinya sendiri demi keuntungan finansial dari tanah warisan. Tapi kejahatan itu justru membuka pintu bagi serangkaian konsekuensi mengerikan yang perlahan menghancurkan kewarasan Wilfred.
3. Veronica (2017)
Sutradara: Paco Plaza
Pemeran: Sandra Escacena, Bruna González, Claudia Placer, Ana Torrent
Durasi: 105 menit
Kisahnya terinspirasi dari laporan polisi asli di Madrid tahun 1991. Verónica, remaja 15 tahun mencoba menghubungi arwah ayahnya lewat papan Ouija bersama teman-temannya saat gerhana matahari. Alih-alih menemukan ketenangan, ia justru membuka pintu bagi kehadiran gaib yang mulai menghantui rumahnya dan mengancam keselamatan adik-adiknya.
Disutradarai Paco Plaza, sosok di balik waralaba [REC] yang terkenal lewat gaya found footage-nya. Veronica mengambil pendekatan berbeda, mengisahkan horor rumah tangga yang lebih intim dan berbasis suasana. Film ini sempat viral karena diklaim Netflix sebagai “film paling menakutkan yang pernah dibuat”. Agak berlebihan, tapi kritikus tetap mengapresiasi kemampuan Plaza membangun ketegangan lewat detail suara dan sinematografinya.
4. Apostle (2018)
Sutradara: Gareth Evans
Pemeran: Dan Stevens, Lucy Boynton, Michael Sheen, Mark Lewis Jones
Durasi: 129 menit
Di tahun 1905, Thomas Richardson menyamar sebagai penganut baru dan menyusup ke sebuah pulau terpencil di Wales, tempat kultus misterius menahan adiknya untuk tebusan. Semakin dalam ia menyelidiki, semakin ia menyadari bahwa ada aktivitas menyeramkan yang terjadi. Termasuk ritual pengorbanan darah yang jauh lebih gelap dari yang ia bayangkan.
Gareth Evans, sutradara yang populer lewat The Raid dan The Raid 2, membawa ketegangan serupa ke ranah horor folk yang lebih lambat dan atmosferik. Para kritikus menyoroti caranya memadukan horor tubuh yang ekstrem dengan kritik sosial terhadap ideologi dan eksploitasi kolektif. Sementara desain produksi pulau kultus tersebut dipuji sebagai salah satu pencapaian visual terbaik Netflix Original kala itu.
5. Bird Box (2018)
Sutradara: Susanne Bier
Pemeran: Sandra Bullock, Trevante Rhodes, John Malkovich, Sarah Paulson
Durasi: 124 menit
Sandra Bullock berperan sebagai Malorie, ibu dua anak yang menyusuri sungai sembari tetap menutup mata. Karena di dunia ini, entitas gaib tak kasat mata memicu gelombang bunuh diri massal bagi siapapun yang melihatnya. Narasinya menggabungkan masa kini yang menegangkan dan kilas balik yang menjelaskan bagaimana dunia runtuh di awal wabah tersebut.
Bird Box jadi salah satu film paling ditonton dalam sejarah awal Netflix, mencatat lebih dari 45 juta penonton dalam minggu pertama perilisannya. Fenomena “Bird Box Challenge” bahkan sempat viral di media sosial hingga Netflix sendiri harus mengeluarkan peringatan keselamatan publik. Ratingnya tak terlalu tinggi, tapi ceritanya yang menegangkan punya nuansa yang tak jauh berbeda dengan A Quiet Place (2018).
6. Cam (2018)
Sutradara: Daniel Goldhaber
Pemeran: Madeline Brewer, Patch Darragh, Melora Walters
Durasi: 95 menit
Mengisahkan tentang Alice, camgirl ambisius yang berjuang naik peringkat di platform siaran langsungnya. Ia terbangun dan mendapati akunnya diambil alih oleh sosok kembarannya sendiri yang terus menyiarkan konten atas namanya, semakin lama semakin ekstrem. Alice terjebak dalam perjuangan mengklaim kembali identitas digitalnya sendiri, mengaburkan batas antara dirinya dan persona daringnya.
Ditulis Isa Mazzei berdasarkan pengalamannya sendiri sebagai mantan camgirl. Sutradara debutan Daniel Goldhaber memadukan horor teknologi dengan komentar tajam soal dehumanisasi identitas di era internet. Tak banyak diketahui ketika rilis, Cam jadi hidden gem di Netflix dan dipuji berkat konsepnya yang unik dan eksekusinya yang berani untuk debut sutradara di genre horor.
7. The Perfection (2019)
Sutradara: Richard Shepard
Pemeran: Allison Williams, Logan Browning, Steven Weber
Durasi: 90 menit
Durasinya yang pendek tak membuat film ini kurang esensinya. Strukturnya berani dengan memberikan informasi yang terus dibalik berkali-kali. Memaksa penonton merevisi kembali pemahaman mereka soal siapa korban dan pelaku sepanjang cerita. Pendekatan narasi nonlinear ini jadi daya tarik utama The Perfection. Jadi sangat direkomendasikan untuk tidak membaca spoiler sebelum menontonnya.
Shepard mengambil cerita tentang Charlotte, mantan murid cello berbakat di akademi musik prestisius Bachoff yang kembali setelah bertahun-tahun absen karena merawat ibunya yang sakit. Pertemuannya dengan Lizzie, murid bintang baru akademi itu, memicu serangkaian kejadian mengejutkan yang mengungkap rahasia gelap dan kekerasan tersembunyi di balik dunia musik klasik elite tersebut.
8. The Platform (2019)
Sutradara: Galder Gaztelu-Urrutia
Pemeran: Iván Massagué, Zorion Eguileor, Antonia San Juan
Durasi: 94 menit
Salah satu film horor psikologis terbaik di Netflix. Alegori sosialnya yang tajam soal ketimpangan kelas dan keserakahan membuat film Spanyol ini jadi bahan diskusi luas di berbagai platform. Premis sederhana dikembangkan jadi komentar sosial yang jauh lebih dalam dari yang terlihat di permukaan. Termasuk visual yang mengganggu tanpa mengandalkan jump scare berlebihan.
Ceritanya tentang Goreng yang terbangun di sel penjara vertikal misterius bernama “Vertical Self-Management Center,”. Tempat dimana sebuah platform berisi makanan mewah turun setiap hari dari lantai teratas. Kadang ada remah-remah, bahkan tak ada apa pun bagi penghuni di lantai-lantai bawah. Sistem yang timpang ini memaksa penghuninya memilih antara solidaritas atau kanibalisme demi bertahan hidup, tergantung di lantai berapa mereka “dilempar” setiap bulannya.
9. His House (2020)
Sutradara: Remi Weekes
Pemeran: Sope Dirisu, Wunmi Mosaku, Matt Smith
Durasi: 93 menit
Debut penyutradaraan Remi Weekes ini mendapat sambutan luar biasa dari kritikus. Skor sempurna 100% di Rotten Tomatoes disebut sebagai debut yang menakjubkan untuk Remi Weekes. Yang membuat His House istimewa adalah caranya memadukan horor rumah berhantu klasik dengan realitas politik nyata. Ada rasisme dari tetangga yang curiga, ancaman deportasi yang terus membayangi, dan trauma yang tak bisa mereka tinggalkan.
Ceritanya tentang Bol dan Rial, pasangan pengungsi yang berhasil lolos dari perang saudara di Sudan Selatan. Setelah kehilangan putri mereka dalam perjalanan berbahaya melintasi laut, mereka ditempatkan di sebuah rumah tua yang lapuk. Yang mereka temukan justru teror kejahatan gaib yang perlahan mengungkap trauma dan rasa bersalah yang mereka bawa dari masa lalu mereka.
10. I’m Thinking of Ending Things (2020)
Sutradara: Charlie Kaufman
Pemeran: Jesse Plemons, Jessie Buckley, Toni Collette, David Thewlis
Durasi: 134 menit
Seorang perempuan muda yang diam-diam mempertimbangkan mengakhiri hubungannya. Ia mengikuti kekasihnya, Jake, untuk bertemu orang tuanya di peternakan terpencil. Yang seharusnya jadi kunjungan singkat berubah jadi malam panjang. Mereka terjebak badai salju, penuh percakapan aneh, hingga mempertanyakan segala yang ia kira ia tahu soal Jake, dirinya sendiri, dan dunia di sekitarnya.
Serupa dengan Eternal Sunshine of the Spotless Mind (2004), karena kedua film ini ditulis oleh Kaufman. Ia mengadaptasi novel karya Iain Reid dengan interpretasi yang sangat personal, justru dianggap kritikus sebagai adaptasi sastra paling orisinal sejak Adaptation karya Kaufman sendiri. Narasinya yang terus mempertanyakan realitas membuat film ini masuk kategori horor psikologis tentang eksistensialisme ketimbang rasa takut konvensional. Apalgi ceritanya yang absurd juga tak mudah dicerna.