Indonesia kembali kehadiran satu film horor yang fresh dengan gaya retro. Melalui film Monster Pabrik Rambut, Edwin menghadirkan kisah mistis dalam balutan aksi bergaya vintage dengan membawa isu-isu penting tentang pekerja yang dieksploitasi dan harus kerja lembur berhari-hari.
Sinopsis Monster Pabrik Rambut
Film ini mengisahkan tentang tiga saudara, Putri, Ida, dan Bona. Ketiganya diperankan oleh Rachel Amanda, Lutesha, dan Iqbaal Ramadhan. Nama terakhir pun menjalani debut perdananya bermain di dalam film horor.
Putri dan Ida yang ingin mencari tahu penyebab kematian ibu mereka terpaksa menjadi butuh pabrik PT Raga Abadi, tempat di mana ibu mereka bekerja dan dianggap bunuh diri. Dan karena terjebak hutang, Bona pun menyusul kedua kakaknya bekerja di pabrik tersebut.
Mereka menemukan hal aneh yang terjadi di dalam pabrik, misalnya ketika karyawan lain mengalami kesurupan jika sudah lembur berhari-hari. Ketiganya pun bertekat untuk membunuh apa pun yang ada di balik peristiwa aneh ini.
Film horor bergaya retro
Deretan aktor muda Tanah Air bergabung di bawah arahan Edwin menawarkan film horor yang fresh dari genre yang paling ramai di bioskop saat ini. Sebuah film horor yang mengandung kritikan pedas terhadap dunia kerja dan eksploitasi yang ditawarkan dalam bentuk okultisme dan tema pembalasan dendam.
Jika ada yang merasa jika film ini mirip dengan Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas (2021) tak salah. Mengingat kedua film yang sama-sama disutradarai Edwin ini mengambil pendekatan vintage dengan banyak praktikal efek atau efek praktis yang jauh lebih mekanis ketimbang CGI. Penggunaan efek praktikal membuat film ini terlihat retro dan unik.
Bahkan lengkap dengan trailer yang mengingatkan kita pada cuplikan-cuplikan trailer tahun 2000-an. Hanya menampilkan gambar adegan didukung dengan voice over dengan nada suara yang berat. Membuat plotnya lebih misterius dibandingkan trailer baru yang bahkan mengungkap hampir keseluruhan cerita filmnya.
Berbeda dari kebanyakan film horor Indonesia pada umumnya dengan formula horor yang itu-itu saja. Kali ini penonton dihadapkan dengan sosok monster yang bentuknya absurd. Lengkap dengan adegan-adegan gore yang penuh darah.
Bawa isu eksploitasi pekerja
Premisnya mungkin tak begitu baru, tapi cerita dan pendekatannya tergolong fresh dan menarik untuk diikuti. Dibawakan dengan alur yang cukup pelan, bisa terasa lama bagi sebagian penonton. Penonton juga dibawa menelusuri misteri tentang apa yang ada di balik pabrik tersebut.
Dan tak jauh berbeda dengan Seperti Dendam, Edwin menghadirkan isu yang sering ditemukan di kehidupan sosial. Kini ia mengupas kondisi lingkungan kerja yang bisa jauh lebih horor dari sebuah film horor.
Tersemat kritik terhadap sistem kapitalisme, ketika buruh dieksploitasi dan diharuskan lembur terusmenerus tanpa beristirahat. Ceritanya menjelaskan bagaimana sistem yang buruk tak bisa memberikan keamanan dan kesejahteraan bagi pekerja. Sementara pekerja yang tak punya pilihan hanya menerima tanpa bisa berbuat apa-apa.
Monster Pabrik Rambut menawarkan pendekatan yang unik ketimbang film horor Indonesia lainnya, termasuk menggabungkan dengan thriller dan aksi ala film tahun 80-an. Film ini siap menyapa penonton Tanah Air mulai 4 Juni 2026 mendatang.