poster Vengeance is Mine, All Others Pay Cash
Film, Review

Review Film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas (2021): Kisah Cinta Provokatif dan Apa Adanya

Film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas atau dikenal juga dengan Vengeance is Mine, All Other Pay Cash merupakan adaptasi dari novel berjudul sama karya Eka Kurniawan. Mengangkat kisah cinta dan masalah sex yang tabu, film ini kasar, apa adanya, namun memikat sampai akhir. 

Film ini mengisahkan Ajo Kawir (Marthino Lio) yang mengalami masalah disfungsi ereksi, tak bisa ‘berdiri’ karena ia pernah disuruh menyaksikan pemerkosaan di depan matanya. Marah terhadap penyakitnya, ia mencari pelampiasan dengan bertarung untuk membuktikan kejantanannya. 

Ladya Cheryl dan Marthino Lio
via Palari Films

Ia bertemu dengan Iteung (Ladya Cheryl), bodyguard wanita yang ia kalahkan. Selepas pertarungan keduanya, keduanya tertarik satu sama lain. Iteung menjadi satu-satunya wanita yang menerima kekurangannya.

Meskipun begitu, Iteung tetap merasa tak puas, hingga akhirnya ia berhubungan dengan sahabat lamanya, Budi (Reza Rahadian) hingga ia pun hamil. Mengetahui hal ini, Ajo pun meninggalkan Iteung, menjadi pembunuh bayaran, dan akhirnya masuk penjara. 

Nostalgia 90-an

Edwin menghadirkan Seperti Dendam, terlepas dari novelnya, sebagai sebuah kesatuan unik antara nostalgia 90-an, narasi tentang maskulinitas dan sex yang masih dianggap tabu di Indonesia, serta kisah cinta romansa yang tak biasa.

Reza Rahardian dan Ladya Cheryl
via Palari Films

Plotnya dibuat maju-mundur dengan pace yang cepat. Fokus pada kisah Ajo Kawir yang memiliki masalah disfungsi ereksi adalah poin penting penggerak cerita. Hingga nantinya mengungkapkan apa yang menjadi penyebab masalah tersebut dalam sebuah kisah kilas balik. 

Ceritanya bergerak dinamis. Kadang terasa cepat terbagi dalam segmen-segmen waktu ditambah pertarungan baku hantam yang memikat, tapi di lain waktu dibuat pelan untuk menyampaikan emosi serta monolog panjang yang mengarahkan cerita.

Palet warna kekuningan khas film lama yang lekat dengan film-film Rhoma Irama atau Barry Prima digunakan. Edwin tahu kapan harus memasang musik latar, atau membiarkan adegan kosong dengan hanya bunyi pemantik api dan kaki yang terdengar. So vintage.

Marthino Lio dan Ladya Cheryl
via Palari Films

Kudos bagi seluruh pemeran di dalam film ini, terlebih pada Marthino Lio dan Ladya Cheryl dengan semua adegan perkelahian yang terasa nyata. Bahkan mungkin tanpa pemeran pengganti. Apalagi ketika pertarungan antara Ajo dan Iteung, dimana Ajo membanting Iteung ke kerikil.

Mengkritisi toxic masculinity

Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas sudah lebih dulu terkenal setelah Eka merilis novel dengan judul yang sama pada tahun 2014. Premis dan tema kontroversial serta gaya penceritaan yang blak-blakan menjadi daya tarik novel ini. 

Reza Rahardian sebagai Budi dan Ladya Cheryl sebagai Iteung dalam Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas
via Palari Films

Tak begitu beda dengan novelnya, Edwin membawa kesan ‘mentah’ dan apa adanya ke layar lebar. Termasuk unsur-unsur politis, budaya, dan sosial di era 90-an yang ditampilkan dengan apik membuat terpana selama hampir dua jam durasi berjalan. 

Atensi terhadap detail patut diacungi jempol. Motor bebek butut, sedan Honda Civic klasik, tak ketinggalan berkirim salam di radio mengiringi dendangan lagu dangdut yang diputar melalui radio tape membangkitkan nostalgia. Dan kapan lagi lagu Sekuntum Mawar Merah mengalun di Locarno Film Festival, Swiss?

Film ini mengkritisi sekaligus merusak pakem maskulinitas, apa yang terjadi jika seorang laki-laki sudah tak bisa lagi ngaceng? Trauma apa yang menyebabkannya? Lalu bagaimana dengan hubungan percintaannya?

film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas
via Palari Films

Di era tersebut, lelaki haruslah pandai berkelahi, dan kuat di urusan ranjang. Kelelakian Ajo tercoreng dengan masalah seksualitas yang terjadi akibat trauma masa kecil. Membuatnya merasa inferior dan kurang “laki”, hingga perkelahian menurutnya menjadi jalan keluarnya. 

Hingga ia bertemu dengan Iteung, wanita tangguh yang membuktikan bahwa wanita tak lemah dan hanya berada di “dapur, sumur, kasur”. Keduanya saling melengkapi dalam balutan kisah aksi romantis yang penuh pesan emosional. 

Berantakan, tapi menawan

Segala tema dicampur-adukan, mulai dari romansa, trauma, balas dendam, bahkan nostalgia. Terkadang terkesan berantakan, ditambah potongan-potongan adegan yang berlalu cepat, tapi masih menarik diikuti. Apakah kisah keduanya berakhir mengenaskan atau bahagia? Mungkin tergantung pada penonton untuk menilainya. 

film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas
via Palari Films

Tak harus membaca novelnya untuk bisa menikmati film ini. Narasi yang gamblang dipertegas dengan gaya penceritaan yang sejalan dengan latarnya. Apalagi sudah dipercantik dengan aspek pendukung, seperti warna, lagu, latar, dan interaksi antar pemain. 

Sedikit trivia, Seperti Dendam bisa jadi satu-satunya film baru Indonesia yang menyematkan profesi unik, “Pawang Hujan” ketika credit roll berakhir. Cukup menghibur, mengingat film ini tak memiliki post credit yang bisa ditunggu.

Film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas layaknya kata-kata di belakang truk antar kota; menceritakan kisah di bidang terbatas, tapi memiliki arti mendalam bagi siapapun yang membacanya. 

Marthino Lio sebagai Ajo Kawir dan Ladya Cheryl sebagai Iteung
via Palari Films

Film ini membawa kisah romansa dalam gaya aksi berbalut nostalgia dan balas dendam. Menceritakan hubungan antar manusia yang gamblang, nyata dan membara, Seperti Dendam merupakan salah satu film Indonesia yang provokatif dan memikat di saat bersamaan.

Genre: Aksi, Romansa

Sutradara: Edwin

Penulis: Edwin, Eka Kurniawan

Pemeran: Marthino Lio, Ladya Cheryl, Reza Rahadian 

Rekomendasi Film
8/10

Summary

Film ini membawa kisah romansa dalam gaya aksi berbalut nostalgia dan balas dendam. Menceritakan hubungan antar manusia yang gamblang, nyata dan membara, Seperti Dendam merupakan salah satu film Indonesia yang provokatif dan memikat di saat bersamaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *