Categories
Film News

Film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas Cetak Sejarah di Swiss

Di tengah ketidakpastian di Indonesia, satu lagi karya anak bangsa sukses unjuk gigi di luar negeri. Film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas, atau dikenal dengan nama lain Vengeance is Mine, All Others Pay Cash memenangkan penghargaan tertinggi Locarno Film Festival.

Dapat sambutan meriah

Film yang diangkat dari novel karya Eka Kurniawan ini mendapatkan penghargaan Golden Leopard. Produksi kerja sama Indonesia, Jerman, dan Singapur ini bahkan menjadi film Indonesia pertama yang memenangkan penghargaan tertinggi sejak 74 tahun sejarah festival film internasional di swiss tersebut.

film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas
via Palari Films

Dilansir dari Screen Daily, Muhammad Zaidy yang bertindak sebagai salah satu produser di film ini menerima penghargaan yang diserahkan langsung oleh The Match Factory. Ia menggantikan sang sutradara, Edwin, yang kembali ke Jakarta dan sedang melakukan karantina mandiri.

“Saya berharap sinema Asia Tenggara selalu memberi kita banyak warna dan rasa dan, yang terpenting, selalu berani berbicara menentang ketidakadilan atau apa pun yang membunuh kemanusiaan kita.”

Ungkap Zaidy dalam pesan video.

Kritik atas toxic masculinity

Berbagai kritikus memuji film yang mengambil latar tahun 80-an tersebut. Salah satunya media asal Amerika, Variety, yang menyebutkan bahwa Vengeance is Mine, All Others Pay Cash merupakan kritik sosial terhadap toxic masculinity.

Film ini menceritakan tentang Ajo Kawir (Marthino Lio), seorang preman yang dikenal memiliki masalah disfungsi ereksi. Untuk mengubah penghinaan atas masalah seksualnya, ia ingin membuktikan bahwa ia lebih jantan dari lelaki mana pun.

Marthino Lio dan Ladya Cheryl
via Palari Films

Ketika ia disuruh untuk membuat keributan di pasar lokal, ia berhadapan dengan Iteung (Ladya Cheryl). Kesenangan Iteung untuk memukuli orang lain merupakan bagian dari motivasinya yang beranggapan bahwa wanita harus tangguh di dunia ini. Pertarungan mempertemukan mereka. Tapi cinta yang mempersatukan kedua sejoli ini.

BACA JUGA  Review Film Susah Sinyal - Mengharukan Namun Juga Penuh Tawa

Di lain pihak, Budi (Reza Rahadian) yang juga memiliki perasaan terhadap Iteung berniat untuk mempermalukan Ajo. Karena masalah seksual Ajo, Iteung akhirnya melepaskan hasratnya dengan Budi hingga akhirnya ia hamil.

Kilas balik dari cerita Ajo, masalah seksualnya tercipa ketika ia masih muda ia dipaksa untuk menonton dan berpartisipasi dalam sebuah pemerkosaan brutal terhadap seorang wanita oleh dua orang polisi. Trauma inilah yang membuatnya mengalami impotensi.

Film ini disebut menghadirkan berbagi kritikan mengenai toxic masculinity; dimana seorang laki-laki harus kuas, baik di luar rumah maupun pada urusan ranjang. Tone klasik dan sound gaya 80-an juga akan menghadirkan nostalgia tersendiri pada film ini.

Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas sebelumnya ditampilkan pada Toronto International Film Festival (TIFF). Namun selain dua festival tersebut, belum ada informasi detail mengenai kapan film ini akan tayang di Indonesia. 

By Padli Nurdin

Penulis baru yang terpesona dengan bagaimana kata-kata bisa mengubah dunia.

Leave a Reply