Film The Animal Kingdom dipenuhi dengan berbagai pesan positif tentang keluarga dan bagaimana kita bisa menerima perubahan, disampaikan dengan cerita realis sekaligus diperindah dengan visual yang mengagumkan.
Sinopsis film The Animal Kingdom
Dunia dilanda sebuah virus baru. Tanpa obat, orang-orang yang terjangkit virus tersebut perlahan-lahan berubah menjadi hewan dan kehilangan kemampuan untuk berbicara. Mereka yang terkena virus diasingkan di sebuah pusat perawatan tersendiri.

Émile (Paul Kircher) dan ayahnya, François (Romain Duris) pindah agar bisa dekat ke tempat perawatan ibunya yang terletak di selatan Prancis. Ketika mobil yang membawa ibunya ke pusat perawatan mengalami kecelakaan, ibunya dan orang-orang lain yang terkena virus menghilang ke hutan.
Mengetahui hal tersebut, François mengajak Émile dalam perjalanan mencari ibunya. Tanpa sepengetahuan François, tubuh Émile mengalami perubahan dengan kuku tajam yang tumbuh di jari-jarinya, penciuman yang semakin tajam, serta tulang punggung yang menonjol.
Plot datar tapi menarik
Film The Animal Kingdom pertama kali dirilis pada Festival Film Cannes 2023 dan mendapatkan respons yang positif. Sutradara Thomas Cailley menggabungkan berbagai genre untuk memberikan pengalaman yang menarik saat menonton film ini.

Ceritanya hampir sama dengan plot dari serial Netflix berjudul Sweet Tooth (2021), yang mana series ini menceritakan tentang anak-anak terlahir sebagai hybrid manusia dan hewan. Tapi film ini mengandung plot yang lebih dalam dari sekadar kisah coming-of-age.
Layaknya film festival pada umumnya, cerita yang disampaikan cukup kompleks dengan plot yang datar dan mendayu-dayu. Jadi jangan heran jika di pertengahan film ini terasa membosankan tanpa ada klimaks yang menghebohkan.
Selain musiknya yang juara, visualnya memanjakan mata dari lanskap menawan dari awal sampai akhir. Tanpa menggunakan efek komputer berlebihan, Cailley membawa penonton untuk melihat bagaimana manusia menjadi hewan terasa nyata.

Kedua pemeran utama tampil menjanjikan. Tapi pemeran pendukung lainnya seperti tak punya peran berarti. Misalnya saja Julia, polisi yang diperankan Adèle Exarchopoulos. Aktris yang terkenal lewat Blue Is the Warmest Colour (2013) ini muncul tanpa eksistensi berarti.
Fiksi ilmiah yang heartwarming
Tak sedikit yang menggambarkan virus dalam film ini seperti COVID-19. Virus tersebut datang tiba-tiba. Awalnya orang-orang tidak tahu siapa yang terkena virus sehingga orang-orang berprasangka buruk terhadap orang lain dan merusak hubungan sosial.
Kekuatan terbesar film ini terdapat pada cara Thomas Cailley membawakan cerita senyata mungkin. Konflik bukannya tentang dunia yang terkena virus, tapi bagaimana para karakter bereaksi terhadap transformasi dari orang-orang di sekitar mereka.

Film ini tak menjelaskan banyak hal tentang virus tersebut, bahkan namanya. Menegaskan bahwa Cailley fokus terhadap kehidupan orang-orang terdampak, alih-alih mengarahkan penonton untuk mencari tahu lebih jauh mengenai virus.
Kisah tentang virus dan mutasi hewan hanya menjadi pondasi untuk film coming-of-age dari karakter Émile. Dia yang sebelumnya takut akan perubahan yang dialaminya akhirnya menerima bahwa hal tersebut merupakan sesuatu yang alami.
Cailley membawa tema tentang keluarga dan menjelaskan tentang orang-orang yang menjalin hubungan dengan mereka yang terinfeksi virus; bagaimana kita seharusnya hidup berdampingan dengan orang yang berbeda.

Film The Animal Kingdom membawa genre fiksi ilmiah dengan cara yang lebih realis dan membumi. Sebuah cerita heartwarming dipenuhi dengan pesan positif tentang pengorbanan dan menerima perubahan dari hal-hal yang tak bisa terelakkan.
Genre: Drama, Fiksi Ilmiah
Sutradara: Thomas Cailley
Penulis Naskah: Thomas Cailley, Pauline Munier
Pemain: Romain Duris, Paul Kircher, Adèle Exarchopoulos

