Review Film The Fabelmans (2022): Keluarga, Seni, dan Kutukannya

Film The Fabelmans merupakan karya terbaru sutradara fenomenal Stephen Spielberg. Terasa hangat dan mengharukan, didukung dengan gambar yang menawan, deretan cast penuh talenta, dan kisah inspiratif dari sang maestro yang kompleks tapi menenangkan. 

Sinopsis film The Fabelmans

Samuel Fabelman (Gabriel LaBelle) kecil diajak pertama kali oleh kedua orang tuanya, Burt (Paul Dano) dan Mitzi (Michelle Williams) menonton bioskop. Shock dengan hal baru yang ditemuinya, ia terpana dengan gambar bergerak yang ia tonton.

Gabriel LaBelle sebagai Sam Fabelmans
via Universal Pictures

Sampai ia meminta kepada orang tuanya untuk dibelikan kereta api mainan demi merekam ulang adegan yang ia tonton di bioskop tersebut menggunakan kamera yang dimiliki oleh ayahnya. Dan ketertarikannya kepada seni film muncul.

Keinginan Sam untuk bekerja di bidang film mendapat pertentangan dari sang ayah yang menginginkan Sam untuk kuliah. Sementara ibunya, seorang pemain piano televisi mulai gerah dengan kehidupan yang berpindah-pindah mengikuti pekerjaan sang suami. 

Dieksekusi dengan apik dan menawan

Stephen Spielberg yang terkenal dengan deretan film fenomenal kembali menghadirkan kisah hangat tentang calon sutradara muda yang tertarik dengan seni ini sejak kecil. Menampilkan pengaruh film di era 50-an, di Amerika mulai menata kembali kehidupannya paska Perang Dunia II. 

Spielberg kembali mengajak Tony Kusher sebagai penulis naskah, kali kedua sejak mereka menulis cerita West Side Story (2021). Menghasilkan deretan plot yang mengalir dengan tenang menggambarkan berbagai fase hidup Sam tumbuh dari anak-anak menuju dewasa.

keluarga Fabelmans
via Universal Pictures

Film coming-of-age ini lebih banyak mengangkat isu kesukaan Sam terhadap seni pembuatan film. Tapi selain itu, konflik lainnya muncul menghadirkan sebuah kisah yang hangat tentang mimpi dan keluarga.

Keindahan dialog serta kepenulisan Spielberg semakin mentereng dengan visual apik nan memesona. Tanpa CGI yang berlebihan, komposisi gambar dan adegan saja sudah cukup menyimpulkan pengalaman dan gaya artistik puluhan tahun Spielberg di seni peran.

Terlihat dari bagaimana ia menggambarkan John Ford, sutradara kenamaan Hollywood, yang muncul sebagai karakter dalam film ini. Dimana Ford menyebutkan bahwa film yang bagus itu tergantung pada dimana letak sudut garis horizon pada gambar. Diikuti adegan akhir film yang mengubah horizon gambar. Brilian!

Deretan cast yang muncul punya pesonanya sendiri. Dipimpin oleh Gabriel LaBelle mentereng sebagai sutradara muda yang inovatif dan jenius dengan bakat alaminya. Ekspresif dan membawa sisi emosional remaja yang terkurung indahnya dunia seni. 

Judd Hirsch sebagai Boris Schildkraut
via Universal Pictures

Paul Dano, berpindah dari Riddler yang problematik di The Batman (2022) kini menjadi Burt, ayah yang workaholik namun selalu mementingkan keluarga di atas segala. Serta Michelle Williams yang memerankan sang ibu, Mitzi. Dengan darah seni yang mengalir di dirinya, tapi terpaksa harus mengalah demi kesuksesan karir sang suami.

Meski hanya sebentar, kemunculan Judd Hirsch sebagai kerabat lama, Paman Boris, datang tiba-tiba menjerumuskan Sam lebih dalam ke dunia seni. Ia pula yang menjelaskan bahwa mereka yang punya darah seni, akan berhadapan dengan pertentangan batin: keluarga atau dunia seni yang menjadi gairah hidup mereka. 

Kisah personal Stephen Spielberg

Banyak yang menyebutkan bahwa film ini merupakan representasi sendiri dari Stephen Spielberg. Lagi dari keluarga Yahudi yang menerima perundungan ketika tumbuh dewasa, Spielberg juga memiliki tiga saudari. Sama seperti Sam.

film The Fabelmans
via Universal Pictures

Oleh karena itu, tak heran ada banyak kesan sentimentil yang dimasukkan ke dalam film ini. Jelas terasa dengan berbagai isu yang dimasukkan Spielberg ke dalam film; keluarga yang berantakan, perundungan, serta ketertarikannya ke dunia film. 

Jangan tertipu dengan trailer yang terasa menyesatkan. Karena film ini bukan hanya tentang bagaimana seseorang meraih mimpinya. Tapi juga film tentang keluarga serta bagaimana seni sangat berpengaruh pada kehidupan orang yang terjerumus di dalamnya.

Tentu saja ada beberapa bagian yang muncul seperti tanpa sebab. Namun ketika ditelaah lebih dalam, semuanya berperan besar untuk pengembangan karakter. Mengungkap makna tersirat yang membuat film ini terasa mengagumkan untuk sebuah drama keluarga dan pencarian jati diri.

Sam Fabelmans
via Universal Pictures

Naskahnya memang tak megah, tapi baik Labelle, Williams, sampai Dano menawarkan kapasitas akting yang menghadirkan nyawa dan gelora tersendiri pada karakter dan keseluruhan narasi dalam film ini.

Film The Fabelmans merupakan masterpiece terbaru dari sang master storytelling. Membawa kisah inspiratif tentang keindahan seni tak bisa dilepaskan dari segala “kutukan” yang menyertai orang-orang di dalamnya. Dieksekusi dengan indah, hangat, dan salah satu film terbaik tahun ini. 

Genre: Drama

Sutradara: Stephen Spielberg

Penulis Naskah: Stephen Spielberg, Tony Kushner

Pemeran: Gabriel LaBelle, Paul Dano, Michelle Williams

Avatar photo
Padli Nurdin

Penulis baru yang terpesona dengan bagaimana kata-kata bisa mengubah dunia.

Articles: 915

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *