Review Film Bos Level (2022): Time-Loop dan Komedi Aksi Berdarah-Darah

Film Boss Level karya Joe Carnahan menghadirkan gaya baru dari film bertemakan time-loop yang membawakan aksi sekelas film superhero namun berdarah-darah. Film ini ringan yang menyenangkan untuk ditonton berulang-ulang atau sekadar tontonan pelepas lelah.

Sinopsis film Boss Level

Roy Pulver (Frank Grillo) adalah mantan tentara yang terjebak di dalam sebuah time-loop, atau pengulangan waktu. Ia terbangun di apartemennya setiap pukul 7 pagi di mana para pembunuh berdatangan mencoba untuk membunuhnya.

Frank Grillo sebagai Roy Pulver
via Highland Film

Ia lalu mencari cara untuk menghindar dari pembunuh bayaran yang menyerangnya dan tetap hidup. Karena setelah lebih dari seratus kali pengulangan, ia tak pernah bisa hidup lebih lama dari pukul 12.47 siang. 

Ia lalu mengingat kembali dan menganalisa apa saja yang dialaminya seharian sebelum memasuki time-loop. Ternyata peristiwa ini berhubungan dengan sebuah proyek yang sedang dikerjakan oleh Jemma (Naomi Watts) dan Kolonel Clive Ventor (Mel Gibson).

Dimulai dengan pelan di awal

Tak banyak film aksi bertemakan time-loop yang muncul akhir-akhir ini. Yang paling fenomenal tentu saja Edge of Tomorrow (2014). Meski berkutat di genre yang sama, Boss Level tetap memiliki daya pikat tersendiri. 

Cerita ini fokus tentang mantan tentara yang terjebak di dalam time-loop, di mana ia harus mengulang kembali setiap harinya ketika ia mati, baik itu dibunuh atau membunuh dirinya sendiri. Mirip dengan karakter di video game yang me-restart permainan ketika ia terbunuh.

Frank Grillo dan Naomi Watts
via Highland Film

Joe Carnahan selaku sutradara mencoba untuk memulai film dengan memperlihatkan bagaimana Pulver mulai bosan setelah mengalami pengulangan sama terus menerus ketika ia harus berhadapan dengan pembunuh yang mengejarnya silih berganti.

Meski dipenuhi dengan adegan aksi, bagian awal memang terkesan membosankan, terutama untuk penonton yang menginginkan skala aksi penuh baku hantam. Ada banyak adegan dengan pace lambat dan dialog untuk menyampaikan latar tentang bagaimana Pulver bisa terjebak di pusaran waktu yang berulang.

Tapi ketika memasuki pertengahan film, aksi berbalut komedi sekaligus gaya fiksi ilmiah terasa lebih menyenangkan untuk diikuti. Ketika Pulver mulai menyadari apa yang harus ia lakukan ketika mengalami pengulangan waktu tersebut.

Frank Grillo di film Boss Level
via Highland Film

Bisa dibilang film ini merupakan ‘one man show’ Frank Grillo sebagai ex-tentara yang awalnya urakan dan masa bodoh dengan semua yang terjadi kepada dirinya. Namun karakternya menjadi lebih menarik ketika ia perlahan mengalami perubahan seiring berjalannya cerita.

Fiksi ilmiah dan referensi pop culture

Groundhog Day (1993) yang dibintangi oleh Bill Murray selalu menjadi barometer film bertemakan time-loop. Tapi Joe Carnahan membawakan genre ini dengan gaya aksi yang jauh berbeda dibandingkan film time-loop lainnya. Bahkan, ide cerita untuk film ini muncul pada tahun 2012, dua tahun sebelum Edge of Tomorrow dirilis.

Jon sendiri menyebutkan bahwa film ini merupakan Groundhog Day versi aksi. Yang jadi pembeda, ia memasukkan ide cerita dari pengulangan seperti terjadi dalam video game. Sehingga membuat film ini memiliki gaya unik tersendiri yang membedakannya dengan film time-loop lainnya.

karakter villain di film Boss Level
via Highland Film

Meski disebut sebagai film aksi komedi dengan cerita yang ringan, tapi Boss Level tentunya bukan film keluarga. Ada banyak adegan gore penuh darah di sepanjang alur cerita yang membuatnya tak patut ditonton oleh anak-anak.

Kepala terpenggal dengan machete hingga pedang, peluru yang ditembakkan ke dahi, serta ledakan yang menghancurleburkan orang-orang menjadi penghias film ini. Adegan bunuh membunuh pun sudah menjadi karakteristik Grillo, yang dipertajam dalam film ini.

Ada banyak referensi tentang budaya populer, seperti film maupun video game yang bermunculan di sepanjang film. Mulai dari game Street Fighter, The Matrix, sampai “I can do this all day” yang menjadi catchphrase milik Captain America (yang jadi lawan Grillo di Civil War) bisa ditemukan. 

Di balik cerita yang ringan, pengembangan narasi yang kompleks dan cenderung membosankan di babak pertama memang membuat film ini kurang menggigit. Keseruannya baru bisa dinikmati di paruh kedua, dan berlanjut hingga final act.

Frank Grillo dan Mel Gibson
via Highland Film

Ada banyak aspek yang disia-siakan, seperti drama keluarga yang kurang digali lebih dalam, hingga kehadiran Ken Jeong sebagai cameo atau Michelle Yeoh yang memerankan ‘master pedang’ hanya muncul sekilas lalu.  

Untuk sekadar tontonan pelepas lelah, film Boss Level memberikan aksi yang menyenangkan dibalut komedi dan cerita ringan. Bayangkan Groundhog Dog dipadukan dengan Ready Player One (2018), Menarik untuk ditonton berulang-ulang meski tanpa kisah yang mendalam dan ketidaksempurnaan narasi.

Genre: Aksi, Fiksi Ilmiah

Sutradara: Joe Carnahan

Penulis Naskah: Joe Carnahan

Pemeran: Frank Grillo, Naomi Watts, Mel Gibson

Avatar photo
Padli Nurdin

Penulis baru yang terpesona dengan bagaimana kata-kata bisa mengubah dunia.

Articles: 890

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *