Serial Doom Patrol season 2 masih menyenangkan dan unik, sejalan dengan titelnya sebagai salah satu adaptasi buku komik terbaik dalam bentuk serial TV yang pernah ada. Dan di musim kedua, petualangan superhero nyentrik penuh kelemahan ini bahkan semakin unik.
Melanjutkan cerita di musim pertamanya, kali ini kelompok Doom Patrol yang terdiri dari Jane (Diane Guerrero), Rita (April Bowlby), Larry (Matt Bomer), Cliff (Brendan Fraser) dan Vic (Jouvan Wade) memutuskan hubungan dengan Niles (Timothy Dalton) setelah mengetahui semua yang terjadi pada mereka merupakan bagian dari eksperimen Niles.

Niles melakukan eksperimen untuk menyelamatkan putrinya, Dorothy (Abigail Shapiro). Dengan masing-masing karakter harus mengalahkan trauma mereka sendiri, mereka harus menyelamatkan Dorothy yang melepaskan kekuatannya, sebuah entitas kuno yang dikenal dengan nama The Candlemaker.
Adaptasi petualangan yang surreal
Tak begitu jauh dibandingkan musim pertamanya, Doom Patrol menyajikan plot dengan alur waktu yang melompat-lompat. Setiap episode berdurasi sekitar 50 menit, cerita mengalir dari plot utama dan kembali ke masa lalu, menjelaskan beberapa poin penting yang sejalan dengan konflik yang terjadi bagi masing-masing karakter.
Dan musim kedua menuntun setiap karakter utama menghadapi masalah mereka yang belum terselesaikan di musim sebelumnya. Seperti Larry yang harus berhadapan dengan penyesalannya sendiri, Cyborg dengan sang ayah, Rita dengan kenangan popularitasnya, Cliff dengan sang anak.

Sedangkan Jane mendapatkan porsi yang cukup besar setelah beberapa episode membahas sebagian besar dari 64 karakter yang ada dalam tubuhnya. Termasuk mengupas lebih dalam mengenai Underground, tempat di mana semua karakter dalam tubuh Jane berada.
Tema keluarga dan bagaimana mengenal diri sendiri disampaikan dalam petualangan penuh warna dan terkadang terkesan surreal. Warna-warna yang kusam berbagai setting yang kadang terkesan out-of-the-box, ditabrakkan dengan beberapa latar waktu untuk memberikan keunikan tersendiri pada serial ini.

Doom Patrol merupakan satu di antara sedikit kisah superhero yang mampu membawa kompleksitas sumber aslinya ke layar kaca. Digabungkan dengan humor dan tone yang gelap, membuatnya hampir sama menawannya dengan serial TV fenomenal lainnya, Watchmen (2019).
Lebih gelap dan unik
Versi komiknya debut pada tahun 1963 sebagai versi yang lebih aneh dari X-Men milik Marvel. Menggabungkan gaya DC yang lebih fokus pada karakter dengan latar belakang yang suram, Doom Patrol memang lebih banyak ditempatkan pada seri petualangan yang surealis.
Tiga episode pertama Doom Patrol season 2 membawa kelompok superhero aneh dari DC ini melalui narasi yang lebih quirky, berwarna, dan jauh lebih menyenangkan dibandingkan sebagian besar serial superhero yang ada di era sinematik Marvel vs DC ini.

Tapi Doom Patrol bukannya tanpa masalah. Dari rencana 10 episode, Jeremy Carver hanya bisa menyelesaikan 9 episode sebelum pemberlakuan lockdown akibat pandemi COVID-19. Tapi episode kesembilan bisa dibilang cukup apik dalam melengkapi musim kedua ini.
Kehilangan Mr. Nobody (Alan Tudyk) memang menjadi kemunduran tersendiri pada serial ini. Narasi monolognya memang menjadi elemen pertunjukkan sendiri yang menjadi daya tarik serial ini di musim pertamanya.

Tapi narasi yang padat dan terbagi dengan baik pada setiap karakter memperlihatkan perkembangan yang signifikan di akhir musim kedua. Belum lagi kedatangan Dorothy yang diperankan dengan apik oleh Abigail berdampak baik bagi perkembangan arc masing-masing karakter.
Serial Doom Patrol season 2 mengangkat lebih dalam tema trauma yang dialami superhero dengan pendekatan yang unik dan terkadang surreal. Lengkap dengan drama dan komedi yang terbalut rapi sebagai tontonan yang menyenangkan, menarik bagi penyuka genre aksi superhero.
Genre: Aksi, Komedi
Kreator: Jeremy Carver
Pemain: Matt Bomer, Diane Guerrero, April Bowlby, Brendan Fraser, Joivan Wade

