10 Novel Distopia Terbaik yang Diprediksi Menjadi Masa Depan Manusia

novel distopia terbaik

Tak semua masa depan menyenangkan. Dan 10 novel distopia terbaik di bawah ini mampu menggambarkan masa depan yang suram dengan berbagai tema yang membayangi manusia. Semua kejadian di dalam novel terlihat lebih nyata ketika melihat apa yang terjadi di dunia beberapa waktu belakangan ini. Bagi kamu yang suka berpetualang ke masa depan, ini dia novel distopia terbaik yang bisa kamu baca.

10. Philip K. Dick – Do Android Dream of Electric Sheep? (1968)

cover buku Do Android Dream of

Menjadi inspirasi dari film distopia legendaris, The Blade Runner, novel ini bersetting di San Fransisco paska-apokaliptik. Pemburu bayaran Rick Deckard memutuskan untuk menghentikan enam android yang telah melakukan kejahatan. Novel ini mencari tahu teka-teki eksistensialisme, membayangkan garis antara kenyataan dan persepsi.

9. Yevgeny Zamyatin – We (1921)

cover buku We novel distopia terbaik

Salah satu diantara novel distopia awal yang ditulis antara 1920-1921 dan dipercayai menginspirasi Brave New World dan 1984. Menceritakan tempat yang disebut One State, sebuah kota yang sebagian besar terbuat dari kaca dan membuat semua orang berada di bawah pengawasan ‘pemerintah’. Mengisahkan D-503, seorang insinyur pesawat ruang angkasa yang akhirnya terlibat dalam kelompok pemberontak.

8. Lewis Lowry – The Giver (1993)

cover buku The Giver

Karakter utama, Jonas yang berusia 12 tahun, mengira dia hidup di dunia yang ideal. Sampai dia diberikan tugas sebagai “Penerima Memori” yang mengungkap rahasia gelap masyarakatnya. Hidup di tengah komunitas yang telah menghilangkan rasa sakit dan penderitaan dengan menggunakan “Sameness”. Tapi di dunia tersebut, warna, music, perbedaan individu, dan privasi menjadi tidak ada.

7. J. G. Ballard – The Drowned (1962)

cover buku The Drowned

Masalah global warming tidak hanya terjadi beberapa tahun ini. Ballard dalam novel ini menggambarkan secara jelas perubahan dunia ketika terjadi pemanasan global. Kota-kota Eropa dan Amerika terendam. Skenario global yang mungkin tampak aneh ketika buku ini ditulis pada tahun 1962. Prediksi Ballard bisa saja menjadi masa depan umat manusia.

6. Cormac McCarthy – The Road (2006)

cover buku The Road

The Road mendeskripsikan masa depan yang brutal di Amerika paska-apokaliptik. Seorang ayah dan anak lelakinya berjalan melintasi alam yang hancur tanpa ada kehidupan. Masa depan tanpa harapan, tanpa arah dan tujuan. Tak tahu apa pun yang menanti mereka. Sebuah novel distopia yang paling suram hingga saat ini.

5. Anthony Burgess – A Clockwork Orange (1962)

cover buku A Clockwork Orange

Buku yang tak terlupakan, menelurkan masterpiece dari Stanley Kubrick yang sama-sama mencengangkan. A Clockwork Orange menggambarkan masa depan yang menyedihkan; dipenuhi geng yang kejam, kekerasan anak muda yang ekstrim, dan otoritas negara yang mencoba memulihkan ketertiban dengan cara yang kontroversial. Melahirkan banyak kata-kata baru, termasuk droog (anggota geng) dan ultraviolence, novel ini membawa kita merenungkan kembali arti menjadi bebas.

4. Aldous Huxley – Brave New World (1932)

cover novel Brave New World

Terinspirasi dari novel utopia karya H.G Wells, Huxley mengubahnya menjadi cerita yang suram tentang masa depan. Dengan beberapa gaya, Brave New World menggambarkan dunia yang dingin, reproduksi yang diatur, tidak ada konsep keluarga, serta pencucian otak sejak lahir. Novel ini melahirkan pertanyaan: jika kamu tidak bisa merasakan sakit, bisakah kamu benar-benar merasa gembira?

3. Margaret Atwood – The Handmaid’s Tale (1985)

cover buku Handmaid's Tale novel distopia terbaik

Sebuah visi distopian tentang masa depan yang mengerikan dan bisa dibilang sedang terjadi. The Handmaid’s Tale menceritakan teokrasi Kristen totaliter yang menggulingkan pemerintahan Amerika. Di era paska bencana nuklir, perempuan dilarang membaca. Sebuah bacaan yang mengerikan dengan pandangan distopia yang menarik berdasarkan diskriminasi gender.

2. Ray Bradbury – Fahrenheit 451 (1953)

novel buku Fahrenheit 451 novel distopia terbaik

Distopia paling besar bagi seorang penulis. Fahrenheit 451 karya Bradbury menggambarkan masyarakat Amerika dimasa buku-buku dibakar dan pemikiran intelektual adalah sesuatu yang ilegal. Media yang bebas dan penyebaran gagasan dipandang sebagai prinsip demokrasi dan kemajuan intelektual. Sayangnya, kita sudah bisa merasakan masalah ini di kehidupan nyata saat ini.

1. George Orwell – 1984 (1949)

cover buku 1984 novel distopia terbaik

Salah satu novel distopia terbaik yang pernah ada, George Orwell menunjukan apa yang terjadi jika pemerintah mengekang penduduknya dalam berkomunikasi. Big Brother yang memata-matai, Newspeak, dan 2+2= 5 adalah bagian dari kisah klasik Orwell. 1984 adalah distopia yang sedang kita rasakan saat ini: pengawasan terus menerus dan media yang dikendalikan pemerintah. 

Penulis baru yang terpesona dengan bagaimana kata-kata bisa mengubah dunia.