Naruto merupakan salah satu manga yang menjadi pendobrak ketenaran Masashi Kishimoto dengan “jalan ninja”-nya. Namun tahukah kalian bahwa cerita Naruto awalnya tidak memiliki sedikit pun unsur ninja dalam komiknya? Faktanya, Kishimoto sebagai sang pencipta memiliki rencana lain yang sangat berbeda dan lebih menggiurkan untuk Naruto.
Beberapa waktu yang lalu, Kishimoto membeberkan kepada penggemar setia cerita Naruto dan kawan-kawan jauh dari apa yang membuatnya tenar hingga saat ini. Komikus 43 tahun tersebut menjelaskan dalam wawancaranya dengan Naruto Meigen Shu sebelumnya dan mengungkapkan bahwa Naruto sebenarnya dibuat untuk cerita masak-memasak.
“Naruto seharusnya bukan tentang ninja,” pengakuan Kishimoto. “[Manga] Itu seharusnya tentang seorang remaja bernama Naruto yang memasak ramen. Tetapi editor saya pada waktu itu mengatakan kepada saya, ‘Ini tidak akan pernah berhasil.’ Saya harus menemukan sesuatu yang lain dan [akhirnya] ini menjadi cerita tentang ninja. ”
Lebih lanjut, Kishimoto mengatakan bahwa ia menyimpan nama Naruto karena dia suka ramen. Dan ia bahkan meletakan kios ramen favoritnya pada saat perguruan tinggi ke dalam manga dengan penjualan terbesar ke-empat di seluruh dunia tersebut. “Saat itu saya suka ramen. Di depan kampusku, ada tempat yang disebut ‘Ichiraku’ di mana aku biasa makan ramen.”
Kishimoto memang tidak membuat Naruto sebagai seorang koki layaknya Shougeki no Shouma, tetapi ia tetap menunjukan kecintaan Sang Hokage terhadap makanan, khususnya, ramen. Keputusan Kishimoto menempatkan Ichiraku di Konohagakure memberikan kesempatan baginya utuk membuat beberapa hidangan lezat yang awalnya dipersiapkan untuk manga Naruto.
Namun manga tentang ninja bukanlah yang pertama kali dibuat oleh Kishimoto. Bahkan, dalam sebuah wawancara dengan Publisher Weekly, ia menyebutkan bahwa ninja adalah tema dari manga pertamanya.
“[Pada saat] itu, sekitar akhir SD atau pertengahan SMP, Saya menulis cerita tentang ninja. Nama karakternya adalah Hiatari-kun, yang berarti “berjemur dibawah matahari”. Ninja terkenal sebagai “orang-orang dalam bayangan”. Dia bukan ninja yang sangat mahir, karena ia tak pernah bisa bersembunyi sepenuhnya. Jadi ia berakhir di bawah matahari, bukannya bersembunyi dibawah bayang-bayang.”
Tentu saja, ninja menjadi berkah untuk Kishimoto. Tak bisa dibayangkan jika ia tetap membuat sebuah manga tentang masak-memasak, tidak ada lagi Naruto dengan jalan ninjanya yang mengubah hidupnya sebagai salah seorang komikus tersukses di Jepang.