Black Panther mungkin masih sebulan lagi tayang di bioskop di seluruh dunia, tapi Marvel sudah memberikan euforia film superhero ini dengan merilis pembelian tiket online untuk sebagian negara. Selain itu, sang sutradara, Ryan Coogler, akhirnya menjelaskan apa yang ditawarkan film yang akan menjadi pembuka untuk Avengers: Infinity War tersebut.
T’Challa, seorang raja dari negara dengan teknologi yang sudah maju di Afrika menjadi pemimpin sekaligus penjaga kerajaan menggunakan alias Black Panther. Film ini akan menggali lebih dalam karakter T’Challa, yang diperankan oleh Chadwick Boseman, yang sebelumnya sudah diperkenalkan dalam Captain America: Civil War.
Cerita Black Panther pun terjadi tak beberapa lama setelah T’Challa kembali dari pertempurannya dengan para Avengers pada Civil War. Ryan Coogler sendiri mengatakan tidak ada perbedaan karakteristik yang berarti pada T’Challa dari Civil War dengan film ini. Namun, film ini akan mengambil sisi humanis dari T’Challa ketika dia berada di tanah asalnya, Wakanda, di mana dia dikelilingi oleh orang-orang yang membuatnya nyaman. Dia menjelaskan dalam sebuah wawancara dengan Fandango.
“Film ini akan berlangsung segera setelah Civil War… Disini, anda bisa melihat T’Challa berada disekitar orang yang dia sayangi, bagaimana dia merasa nyaman. Dalam Civil War, dia berada di luar Wakanda, dia berada di tempat yang tidak dia inginkan dan ayahnya terbunuh. Di seluruh filmnya, dia sedang dalam misi. Dia disiksa. Saya pikir, itu adalah sesuatu yang membuatnya menarik dalam [Civil War] itu”
Selain itu, Black Panther akan menghadirkan sosok villain yang lebih kompleks. Erik Killmonger yang diperankan oleh Michael B. Jordan akan menjadi sosok penantang T’Challa dalam film ini. Sosok ini menjadi salah satu villain unik yang dipunyai oleh Marvel. Dalam pandangannya, MB Jordan mempunyai banyak ruang yang dieksplorasi dalam membentuk karakter ini.
“Saya mengatakan apa yang membuatnya berbeda dari banyak penjahat yang ada di Marvel; dia memiliki kepekaan terhadap dunia nyata. Saya pikir ini adalah keuntungan dari memiliki Mike sebagai aktor, tapi dia adalah karakter yang menurut saya yang sangat familiar bagi penonton. Saya pikir Marvel memiliki penjahat yang bisa kita fikirkan, tapi dia [Killmonger] lebih dari itu, anda akan merasa dia ada di dunia ini. Dia sangat membumi.”
Selain itu, ide memperkenalkan superhero dengan kebudayaan kulit hitam merupakan salah satu cara Marvel untuk ‘menyegarkan’ diri dari belasan film superhero yang sudah dibuat. Tentu saja, hal ini akan memberikan nuansa baru dimana penonton bisa menikmati bagaimana Wakanda, sebuah peradaban kulit hitam yang sudah maju, bertentangan dengan stereotype Hollywood sebelumnya.
Sang sutradara juga mengakui bahwa film ini akan membuat gagasan baru terhadap film superhero menjadi lebih terbuka. Black Panther berpotensi menjadi sebuah film yang unik dengan menceritakan kisah asli yang baru.
Marvel juga telah merilis trailer final dari film ini yang langsung disambut oleh penikmat film. Dengan beberapa tambahan cuplikan dari filmnya yang akan tayang pada 12 Februari ini, Black Panther merupakan salah satu film yang akan memberikan sensasi yang belum pernah ada dalam film superhero lainnya.