Black Panther akan Merusak Stereotype Film Aksi Hollywood

Film Black Panther akan ditayangkan pada bulan Februari tahun depan. Film ini akan menjadi pembuka film Marvel sebelum Avengers: Infinity War, yang akan menjadi mega blockbuster Marvel. Namun, Lupita Nyong’O, salah satu bintang di Black Panther, menyatakan bahwa film Marvel pertamanya itu akan menghadirkan suatu pergerakan ‘berani’ jika dibandingkan dengan film major Hollywood lainnya.

Lupita Nyong'O
Lupita Nyong’O dalam Black Phanter via Digital Spy UK

Disampaikan pada Vogue, sang aktris yang berperan sebagai Nakia dalam film tersebut mengatakan Black Panther merupakan “film yang berani untuk sekelas film aksi”. Pernyataan ini didasari oleh tema dan setting film ini yang bertempat di Wakanda, sebuah negara maju yang tidak pernah dijajah oleh negara lain. Ini menjadi suatu hal yang sangat personal bagi Lupita Nyong’O.

Seperti yang diketahui, Black Panther berseting pada sebuah negeri fiksi di Afrika bernama Wakanda dengan teknologi yang sudah maju. Bangsa ini merupakan sebuah bangsa tertutup yang tidak pernah terjamah oleh pengaruh bangsa Barat maupun bangsa lainnya. Tema inilah yang menjadi pengaruh besar bagi aktris yang juga memerankan Maz Kanata dalam film Star Wars: The Last Jedi.

Wakanda dalam film Black Panther
Gambaran Wakanda dalam Black Panther via Disney

“Bagi saya, sebagai orang Afrika yang tinggal di luar Afrika dan bertarung dengan dikotomi tradisi serta modernisasi, [film] ini seperti terasa mengharukan. Seperti ketika anak-anak dari Kenya melompat-lompat kegirangan ketika saya menjalani film ini. Kolonialisasi bisa mengakibatkan krisis identitas terhadap budaya sendiri.” katanya dalam wawancara tersebut, (18/12/2017)

Wakanda yang merupakan sebuah negara maju dengan teknologi yang sudah berkembang menyeimbangkan antara tradisi dan modernisasi. Ide tentang sebuah negara yang belum pernah meresap dalam setiap elemen di film ini. Elemen inilah yang belum pernah diperlihatkan dalam film maupun televisi.

Chadwick Boseman sebagai Black Panther
Chadwick Boseman sebagai T’Challa/Black Panther via Disney

Kolonialisasi masih menjadi tema yang sering disampaikan oleh film-film berlatar Afrika. Mendobrak stereotype ini, Chadwick Boseman yang memerankan T’Challa/Black Panther dalam film ini, menyatakan bahwa Wakanda yang belum pernah dijajah ini memengaruhi kepribadian dan bagaimana T’Challa berbicara.

“Orang-orang memikirkan bagaimana ras telah mempengaruhi dunia. Bukan hanya di Amerika, kolonialisme adalah saudara dari perbudakan. Kolonialisme di Afrika mendapatkan [perbedaan] itu, untuk menjadi penguasa [di Afrika], sesorang harus belajar di Eropa. Saya ingin meyakinkan bahwa kami tidak menyampaikan ide itu, karena itu akan bertentangan dengan semua yang ditentang oleh Wakanda.” katanya dalam sebuah wawancara dengan CNet. (18-12-2017)

Wakanda
Concept Art Wakanda via Comicbook.com

Black Panther menghadirkan Wakanda, sebuah tempat tanpa kolonialisme, yang menjadi sentimen tersendiri bagi bangsa-bangsa yang pernah terjajah. Bisa dibilang, hadirnya Wakanda merupakan sebuah bentuk protes, dalam bentuk film, tentang semua penjajahan dan perbudakan yang telah terjadi di seluruh dunia, khususnya di Afrika.

Avatar photo
Padli Nurdin

Penulis baru yang terpesona dengan bagaimana kata-kata bisa mengubah dunia.

Articles: 853

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *