Rian Johnson Menanggapi Kejutan tentang Snoke di The Last Jedi

Artikel ini berisi spoiler berat Star Wars: The Last Jedi. Jika kamu belum menonton, kami sarankan kamu untuk berhenti membaca sekarang juga

Sejak pertama kali terlihat di The Force Awakens dengan tampilan hologram raksasa, para penggemar Star Wars telah membuat berbagai spekulasi dan teori-teori tentang asal usul pemimpin tertinggi First Order tersebut. Karena tidak ada informasi yang cukup tentang Snoke, bagi banyak penggemar, kematian mendadak Snoke di tengah film Star Wars: The Last Jedi terasa mengecewakan karena itu semua terjadi begitu saja, tanpa menjawab pertanyaan dan teori-teori fans tersebut.

The Last Jedi
Kylo Ren di The Last Jedi

Namun, sang sutradara tampaknya punya alasan tersendiri. Dilansir dari EW, Rian Johnson menjelaskan bagaimana dia sampai pada keputusan di mana Kylo Ren membunuh Snoke dan menggantikannya sebagai pemimpin tertinggi First Order. Dari apa yang Johnson katakan, keputusan itu dibuat agar dapat memberi Kylo Ren dinamika yang lebih meyakinkan dan memikat baik itu dari segi perkembangan karakter antagonisnya maupun dari hubungannya dengan Rey.

“Ketika saya sedang mengerjakan karakter Kylo, ​​saya sampai di tempat di mana saya berpikir hal yang paling menarik adalah mengetuk fondasi yang goyah di bawahnya [Kylo Ren] di awal film ini … Pada akhir film ini, dia telah berubah dari seorang Vader wannabe menjadi seseorang yang berdiri di atas kakinya sendiri sebagai penjahat kompleks yang memegang kendali. ”

“Tapi kemudian pertanyaannya adalah: Tempat apa yang dimiliki Snoke dengan akhir seperti itu? … [akhir] Itu membuat saya menyadari hal yang paling menarik adalah menghilangkan dinamika antara ‘kaisar’ dan murid, sehingga semua prediksi hilang dalam film selanjutnya. Hal itu juga menyebabkan kejadian dramatis di tengah film [The Last Jedi] tersebut, yang juga bisa menjadi koneksi yang sangat kuat antara Kylo dan Rey. “

Penjelasan tersebut Ini cukup masuk akal dan dapat membuka pintu bagi J.J. Abrams dan tim kreatifnya untuk terus memegang kendali cerita para karakter tanpa harus terlalu memikirkan mitologi asal usul para karakter tersebut. Ini juga menghilangkan spekulasi kemiripan cerita antara Episode IX dengan The Return of the Jedi nantinya.

Lebih jauh lagi, Johnson juga membahas mengapa dia tidak menambahkan cerita yang cukup untuk menceritakan asal usul Snoke di The Last Jedi:

“Itu akan membuat semua adegan tersebut menjadi mati jika dia [Snoke] berhenti dan memberikan pidato selama 30 detik tentang bagaimana dia adalah Darth Plagueis … Namun hal itu tidak masalah bagi Rey. Jika Snoke melakukan itu, Rey akan berkedip dan berkata, ‘Siapa?’ Dan kejadian [kematian Snoke] akan tetap terjadi… dan saya tidak mengatakan dia Darth Plagueis! “

Penjelasan ini juga cukup masuk akal. Adegan yang dramatis ketika Rey bertemu Snoke tersebut akan terasa dingin jika ketika Snoke menyebut siapa jati dirinya, tiba-tiba Rey berkata “siapa itu Darth Plagueis?” karena Rey tidak mengetahuinya.

Asal Usul Snoke
Snoke Via Comic Book

Walaupun begitu, sebagai bagian dari sebuah franchise tentu para fans ingin mengetahui latar belakang dari para karakter secara menyeluruh. Mungkin suatu saat, jika tidak di Episode IX, asal usul Snoke dapat terjawab di salah satu film yang akan dibuat seperti spin-off atau trilogi baru yang sedang dikembangkan oleh Rian Johnson.

Terlepas dari semua itu, penulis sangat setuju dengan keputusan Rian Johnson di mana kematian Snoke di The Last Jedi berhasil membuat Kylo Ren berevolusi menjadi seorang Villain yang berpendirian kuat dan memiliki tujuan jelas, yaitu menghancurkan sistem lama yang telah berjalan secara turun temurun. Keputusan Kylo Ren juga semakin memantapkan hati Rey untuk menghentikannya.

Avatar photo
Haris Syukri

Sedang belajar mengedit tulisan di Mariviu.

Articles: 182

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *