REVIEW

Review The Devil Wears Prada 2 (2026): Sentimen 20 Tahun Dipenuhi Isu Modern

4 / 5

Drama

Reviewed by

poster The Devil Wears Prada 2

20 tahun sejak pertemuannya dengan Miranda, Andy Sachs kembali ke Runway Magazine dalam film The Devil Wears Prada 2. Tetap menampilkan keglamoran industri fashion, tapi tak lupa membumi dalam menyampaikan isu-isu modern tentang sosial media dan dunia kerja yang semakin tak menentu.

Sinopsis film Devil Wears Prada 2

Andy Sachs (Anne Hathaway) yang kini menjadi jurnalis dengan segudang artikel serius, dipecat ketika memenangkan penghargaan. Pidatonya yang mengkritik minimnya apresiasi terhadap jurnalis menjadi viral. Ia lalu ditunjuk sebagai Asisten Editor di Runway Magazine.

Para petinggi Runway sedang kebakaran jenggot gara-gara mendapatkan kecaman dari netizen karena gagal memeriksa artikel promosi tentang merek yang menggunakan tenaga kerja murah. Andy dipekerjakan tanpa sepengetahuan Miranda (Meryl Streep) untuk meredam kecaman tersebut.

Miranda kesulitan dalam menghadapi media mode saat ini seiring berkembangnya media sosial. Bahkan asisten utama Miranda, Nigel (Stanley Tucci) menyebutkan bahwa majalah Runway hanya tersedia secara online. Miranda dan Nigel mengajak Andy menemui petinggi Dior yang diwakilkan oleh Emily (Emily Blunt) imbas dari kecaman netizen.

Segar tapi menghadirkan nostalgia

Masih disutradarai oleh David Frankel dan naskah oleh Aline Brosh McKenna yang menggawangi film sebelumnya, sekuel ini menawarkan vibes yang tak jauh beda sama yang pertama. Tentunya menawarkan nostalgia untuk gen milenial maupun yang pernah nonton film ini sebelumnya.

Berjarak 20 tahun, ceritanya masih terasa relate. Kali ini fokus dengan perkembangan dunia kerja, terlebih bagi mereka yang bekerja sebagai jurnalis. Baru di 5 menit pertama, Andy sudah dipecat dari pekerjaannya, padahal baru saja menerima penghargaan.

Anne Hathaway sebagai Andy, Meryl Streep sebagai Miranda, dan Stanley Tucci sebagai Nigel
via 20th Century Fox

Dan akhirnya dia kembali ke Runway Magazine. Bertemu lagi dengan si ‘Devil’ Miranda yang tak pernah berubah. Masih tetap menyebalkan, tegas, flamboyan, serta dipenuhi dengan komentar-komentar sarkas dan sinis yang bikin nyes. Meskipun memang karakternya tak setajam yang dulu.

Selain Miranda, penggemar setia dihadapkan pada karakter-karakter lama yang kembali lagi, seperti Emily (Emily Blunt) dan Nigel (Stanley Tucci). Belum lagi sama cameo yang bejibun dari model, artis, influencer sampai olahragawan yang menghiasi keseluruhan cerita.

Gabungan drama, komedi, dan konfliknya menarik. Menyeimbangkan antara kisah Miranda dan Nigel di dunia fashion, Andy sebagai jurnalis yang kini juga harus memikirkan konten, serta Emily sebagai representasi ritel dan brand.

Anne Hathaway sebagai Andy di film The Devil Wears Prada 2
via 20th Century Fox

Dibuka dengan shoot Andy di jalanan New York, ada banyak pengambilan gambar lainnya yang bikin film ini khas. Pesona dan sinematiknya masih ada. Menampilkan lanskap-lanskap kota mode yang megah, tak kalah mewah berkat apa yang ada di dalamnya. Penggemar fashion bakal cuci mata sama item dan koleksi yang ditampilkan dalam film ini.

Bawa isu fashion dan jurnalistik

The Devil Wears Prada pada awalnya menitikberatkan pada industri fashion dan orang-orang yang terlibat di dalamnya. Menguak apa yang terjadi di balik layar sekaligus menyampaikan keluhan mereka yang bekerja di industri ini. Kekuatan ini masih tersuarakan pada sekuelnya.

Di tengah perkembangan zaman, dua dekade berlalu menyiratkan perubahan besar. Dunia fashion yang masih glamor, tapi medianya tak seprestisius sebelumnya. Kini dipenuhi dengan influencer dan suara netizen jadi pertimbangan besar. Peralihan ini membuat sekuel ini punya arti penting

Frenkel mengangkat isu terbaru di dunia fashion dan jurnalistik. Bagaimana majalah fisik ditinggalkan dan orang-orang beralih ke sosial media dan viral-based content, selalu memperhatikan apa kata netizen, peran jurnalis seperti tak dibutuhkan lagi, sampai pertanyaan apakah majalah masih relevan untuk industri fashion modern saat ini.

Stanley Tucci dan Anne Hathaway
via 20th Century Fox

Meski pada dasarnya ceritanya juga tak selalu believable. Terlebih dengan bagian akhir yang too good to be true di dunia nyata. Namun, menarik bagaimana Frenkel menghadirkan sekuel yang sejalan dengan perkembangan zaman sembari masih mempertahankan vibes yang membuat film ini ikonik.

Jika film pertama menampilkan semarak serta sisi lain dari dunia model dan fashion, film kedua terasa lebih umum. Menyoroti dunia kerja yang semakin keras, terlebih bagi pekerjaan yang kini seperti kehilangan makna, a.k.a jurnalis, di tengah perkembangan sosial media dan konten berbasis AI.

Secara keseluruhan, ceritanya solid, pesannya kuat, dan nostalgianya sangat terasa. Memang tak banyak adegan memorable seperti sebelumnya, hanya saja penggemar film pertama sepertinya tak akan kecewa dengan apa yang diberikan oleh sekuel ini.

poster film The Devil Wears Prada 2

GENRE

Drama

AKTOR

Meryl Streep, Anne Hathaway, Emily Blunt

SUTRADARA

David Frankel

TANGGAL RILIS

01/05/2026

The Devil Wears Prada 2

RATING

Facebook
X Platform
LinkedIn
WhatsApp
Threads

About Reviewer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *