Film Crime 101 mempersiapkan thriller aksi yang mendebarkan. Dipimpin oleh si ganteng Chris Hemsworth, adaptasi novella ini punya cerita yang kompleks tapi tetap menyenangkan buat penggemar genre thriller klasik era 80 dan 90-an.
Sinopsis film Crime 101
Mike (Chris Hemsworth) merupakan pencuri kelas kakap yang rapi dan tak pernah meninggalkan jejak ketika melakukan aksinya. Namun seorang detektif bernama Lou (Mark Rufalo) yakin bahwa setiap perampokan yang terjadi memiliki pola yang sama.
Bersiap untuk melakukan pencurian besar selanjutnya, Mike butuh akses ke orang-orang super kaya. Ia akhirnya bertemu dengan Sharon (Hale Berry), agen asuransi yang biasa mengurus klien super elit.
Sharon yang pada awalnya menolak terlibat dengan hal-hal illegal beralih ketika sebuah kejadian menimpa hidupnya. Kesepakatan berbahaya antara Mike dan Sharon membuat mereka berada di jalur yang sam dengan Detektif Lou.
Thriller aksi nan klasik
Chris Hemsworth berubah dari superhero menjadi penjahat misterius dalam thriller aksi dengan gaya noir dan sinematografi apik. Bertabur bintang, ceritanya penuh dengan lika-liku, walaupun sedikit dragging tapi dengan plot yang dinamis.
Durasinya mencapai 140 menit. Jadi, film Garapan Bart Layton ini bisa dibilang slow-burn. Ada aksi kejar-kejaran, tapi lebih banyak percakapan panjang yang tentunya bukan makanan penonton yang ingin aksi yang hanya mengedepankan ledakan dan baku tembak saja.
Sinematografi yang memukau karya Erik Wilson digabungkan dengan soundtrack dan musik dari Blanck Mass, Bart Layton menciptakan thriller dengan intensitas tinggi. Tak heran jika film ini banyak disamakan dengan The Driver (1978) atau Heat (1995).

Tanpa basa-basi, Bart memperkenalkan karakter Mike, membuntuti penjahat yang mengangkut perhiasal mahal. Chris Hemsworth memerankan penjahat dengan karakter yang penuh perhitungan dan punya trauma mendalam. Tetap menawan walau tak berperan sebagai superhero.
Dan mungkin karena pertemanan mereka di Marvel Cinematic Universe, “a friend from work” Hemsworth dan Ruffalo punya chemistry yang tampak jelas di setiap adegan. Selain menegaskan kekuatan keduanya berperan dalam karakter yang berbeda ketimbang versi MCU-nya.
Tak ada post credit dalam film ini. Bagian akhirnya juga ditutup dengan twist serta ending yang terasa emosional tanpa proyeksi adanya film selanjutnya. Tapi tak menutup kemungkinan Amazon dan Sony punya rencana lain.
Plot kompleks dan karakter emosional
Film crime thriller ini diadaptasi dari novela berjudul sama yang ditulis oleh Don Winslow. Versi novelnya sendiri dipuji sebagai cerita dengan alur yang cepat, terinspirasi dari Pulp Fiction (1994) karya Quentin Tarantino.
Sementara Bart menghadirkan versi film melalui thriller dengan intensitas tinggi. Tapi pendekatannya bukan hanya dari tampak luarnya saja. Namun ceritanya mendalam, lengkap dengan pendalaman karakter yang personal serta kisah pilu tentang trauma.

Keseluruhan nuansanya hampir sama seperti serial docudrama true-crime American Animals (2018) yang dibuatnya bersama Evan Peters dan Barry Keoghan. Tapi kali ini, pertaruhan aksi terasa lebih tinggi dengan budget yang tentu lebih besar.
Di balik tensinya yang tinggi dan karakternya yang kompleks, plot dan ceritanya memang tak mudah untuk diikuti. Mengingat karakternya yang terlalu penuh, beberapa adegan dan penceritaan saling tumpang tindih.
Film Crime 101 bukan pilihan genre aksi dengan plot remeh dan cerita yang sederhana. Namun jika kamu suka dengan thriller klasik yang penuh dengan sub-plot bertebaran dan visual yang bikin tetap duduk tenang sepanjang durasi, film ini punya semua yang kamu inginkan.




