Film Ballerina merupakan salah satu contoh terbaru dimana spin-off bisa melanjutkan daya tarik waralaba sebelumnya. Masih mempertahankan apa yang membuat John Wick disukai, seperti cerita yang mudah dicerna tapi dibekali aksi bertubi-tubi, film ini tetap menawan walaupun berpijak pada format baku yang sudah berlalu.
Sinopsis film Ballerina
Demi membalaskan dendam atas kematian ayahnya dan keluarganya yang dibunuh secara brutal, Eve (Anna de Armas) masuk ke Ruska Roma demi berlatih menjadi seorang pembunuh. Ia mencari tahu tentang pembunuhan ayahnya bermodalkan lambang X di lengan mayat yang membunuh ayahnya.

Setelah resmi menjadi agen, ia mendapatkan tugas dari Ruska Roma untuk menjaga klien dari pembunuh bayaran. Ia berhadapan dengan pembunuh lainnya, termasuk seseorang yang memiliki tanda X yang sama dengan yang ia temukan sebelumnya.
Terdesak antara dendam dan masa lalu yang tak bisa ia tinggalkan, Eve menyusuri dunia gelap yang penuh kekerasan dan pengkhianatan. Setiap jejak yang ia telusuri membawanya lebih dalam ke rahasia yang mengungkap siapa sebenarnya dirinya—dan siapa yang benar-benar bertanggung jawab atas kehancuran hidupnya.
Spin-off yang senada dengan aslinya
Setelah kematian (?) John Wick yang mengagetkan di John Wick: Chapter 4 (2023), film Ballerina membuka chapter baru untuk orang-orang yang masih menantikan kisah seru penuh adrenalin one-man-show (atau woman) yang menarik buat ditonton sendirian atau bersama teman-teman.
Film ini memang bukan untuk orang-orang yang pengen melihat cerita penuh aksi yang kompleks dengan tema yang dalam. Tapi kalau kamu pengen lihat Anna de Armas menghajar orang-orang dengan gaya mirip Keanu di film Wick, Ballerina adalah tontonan yang tepat buat kamu.

Yang membuat film ini tepat dijadikan sebagai suksesor John Wick adalah palet gelap, nuansa gloomy, dan tebaran aksi yang serasa tak putus-putus membuatnya jadi salah satu calon film aksi terbaik tahun ini. Apalagi didukung sama koreografi dan baku hantam yang menawan. Pas banget sama Oscar yang bakal ngasih nominasi khusus untuk stuntman di film. Bakal auto menang nih?
Adegan aksinya patut diacungi jempol. Dari gun fight sampai pertarungan tangan kosong mengalir dengan indah dari satu adegan ke adegan lainnya. Dan tentu saja semakin manis karena ditutup dengan sekuens aksi di akhir yang bikin pengalaman menonton ini gak kalah sama versi Chad Stahelski dan Keanu Reeves.
Tanpa post credit, tak ada informasi apakah film ini bakal dirilis sekuelnya. Namun ending film ini mengindikasikan ada cerita lainnya yang sedang dipersiapkan. Mungkin dibuat open ending untuk memberikan harapan akan adanya cerita baru menyambung waralaba ini.
Pesona aksi Anna de Armas
Anna de Armas memang bukanlah nama pertama yang direncanakan untuk memerankan Eve. Tapi pesona (dan kecantikannya) menghadirkan percikan tersendiri untuk waralaba ini. Wisemen pun tak segan untuk menghadirkan karakter Eve yang berdarah-darah yang harus mempertaruhkan nyawanya untuk menghadapi lawan-lawannya.

Dari segi plot, ceritanya masih mengikuti format lama. Seperti aksi balas dendam atas seseorang yang dicintai. Entah mengapa cerita tentang assassin wanita selalu dikaitkan dengan rekruter dan organisasi rahasia yang melatih mereka? Kayak La Femme Nikita (1990), Anna (2019), atau Black Widow (2020).
Namun mengubah karakter utama menjadi wanita dalam spin-off ini membawa angin segar. Penonton bisa mendapatkan cerita tentang dunia pembunuh bayaran di Continental dalam sudut pandang baru.
Layaknya Creed terhadap Rocky Balboa, Eve merupakan penerus yang pas untuk keberlangsungan waralaba ini. Meski tak ada irisan yang kuat antara Eve sebagai suksesor John Wick, tapi alur ceritanya terasa pas dan cukup menjanjikan.
Apalagi jika gaya bertarung dan ceritanya dikembangkan dengan lebih luas, namun masih menyertakan apa yang membuat Wick menyenangkan: koreografi sekaligus cerita yang berbasis dengan aksi silih berganti. Maka Lionsgate tak perlu mengubah apa yang terjadi pada Wick-nya Reeves di Chapter 4.
Film Ballerina menyajikan cerita yang simpel tapi eksekusinya pas dan sesuai dalam melantunkan nostalgia apa yang diinginkan penggemar John Wick. Nikmati saja bagaimana film ini membawa penontonnya ke perjalanan beringas Eve layaknya Wick memperjuangkan kehidupannya. Dan tentu saja, ditunggu Ballerina 2!




