Review Film Ruby Gillman, Teenage Kraken (2023): Interpretasi Baru Mitologi Kraken

Film Ruby Gillman, Teenage Kraken bisa jadi animasi baru yang enak ditonton bersama keluarga. Tak hanya memikat penonton remaja, tapi film ini juga punya cerita komedi romantis yang menarik untuk penonton dewasa.

Sinopsis film Ruby Gillman, Teenage Kraken

Ruby Gillman (Lana Condor) yang berumur 15 tahun hidup bersama keluarganya di sebuah kota pinggir pantai bernama Oceanside. Mereka sebenarnya adalah Kraken yang menyamar sebagai manusia dan bersembunyi dari Kraken lainnya.

film Ruby Gillman Teenage Kraken
via Universal Pictures

Ruby yang ingin pergi ke pesta dansa mencoba untuk mengajak Connor (Jaboukie Young-White). Namun karena keteledorannya, Connor jatuh ke laut. Meski ibunya melarang untuk ke laut, Ruby melompat demi menyelamatkan Connor. Karena menyentuh air laut, Ruby malah berubah menjadi Kraken.

Ibunya, Agatha (Toni Collette), mengetahui hal tersebut. Ia mengejarnya dan akhirnya bisa menenangkan Ruby hingga kembali ke wujudnya semula. Namun Ruby pergi dari rumah untuk mengetahui tentang jati dirinya yang disembunyikan oleh sang ibu.

Pencarian jati diri

Punya tema tentang kehidupan remaja yang hampir sama dengan Turning Red (2022) milik Pixar, tapi Ruby Gillman menawarkan penggambaran yang berbeda. Kali ini dengan kisah Kraken yang harus menyesuaikan diri di sisi manusia.

Ruby Gillman menghadirkan kisah yang ringan, dengan plot yang cukup menarik dan bisa dinikmati oleh seluruh keluarga. Tak terlalu ribut dengan pesan moral bergelimpangan, namun punya alur dan pendekatan yang berbeda dengan kisah antara si monster laut, Kraken.

karakter film Ruby Gillman Teenage Kraken
via Universal Pictures

Dibuat ringan, hanya saja film ini bukan untuk anak-anak. Lebih tepat dikonsumsi oleh remaja atau young-adult karena pace cerita yang tergolong cepat serta balutan kisah keseharian remaja SMA yang tergolong kompleks.

Dreamworks memang piawai dalam membuat animasi 3D yang punya daya tarik tersendiri. Visual pada film hadir dengan palet yang berwarna. Bagaimana penggambaran bawah laut yang temaram, namun tetap menarik dan menawan di sebagian adegan. 

Setiap karakter memiliki daya tariknya tersendiri. Sahabat-sahabat Ruby yang ‘rebel’, Chelsea yang punya aura cewek populer di sekolah, serta sang nenek Grandmamah (atau Omama dalam terjemahan Indonesia) yang penyayang tapi tegas.

Annie dan Connor
via Universal Pictures

Entah disengaja atau tidak, tokoh putri duyung berambut merah pun memiliki kesamaan dengan Ariel milik Disney. Film ini punya pendekatan karakter yang jauh lebih berbeda dan hampir mirip dengan mitologi aslinya.

Kraken vs putri duyung

Kirk DeMicco sebagai sutradara punya pendekatan yang baru terhadap karakter Kraken dan putri duyung. Sutradara yang juga mengarahkan dua film animasi lainnya, The Croods (2013) dan Vivo (2021) menghadirkan cerita yang berbeda dibandingkan kebanyakan kisah adaptasi lainnya tentang makhluk mitologi tersebut.

Ruby dan Grandmamah
via Universal Pictures

Kirk mengembalikan mitos tentang putri duyung yang walaupun memiliki paras yang cantik, tapi mampu memperdaya orang lain untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Sebagian benda mitologi lainnya, seperti trisula Poseidon pun muncul dalam film ini.

Kraken yang sebelumnya selalu ditampilkan sebagai monster yang besar dan siap menenggelamkan kapal, kini dihadirkan dengan kesan lucu serta membaur dengan manusia. Karakter di film ini dibuat dengan mengedepankan karakteristik remaja gen-Z yang penuh dengan hiruk pikuk dan pencarian jati diri.

Selain kisah tentang keluarga dan jati diri, ada banyak pesan-pesan lainnya yang disematkan ke dalam film. Tak terlalu mendapatkan porsi besar, tapi cukup menarik dalam menampilkan representasi berbagai remaja di dunia nyata saat ini.

keluarga Ruby Gillman
via Universal Pictures

Film Ruby Gillman, Teenage Kraken punya pesona tersendiri dalam sebuah penggambaran kisah remaja dengan cerita yang solid dan bisa dinikmati oleh semua umur. Visual dan komedinya membuat film ini semakin menyenangkan dengan selipan pesan moral yang pas dan tak terlalu dipaksakan.

Genre: Animasi

Sutradara: Kirk DeMicco

Penulis Naskah: Pam Brady, Brian C. Brown, Elliott DiGuiseppi

Pengisi Suara: Lana Condor, Toni Collette, Jane Fonda

Avatar photo
Padli Nurdin

Penulis baru yang terpesona dengan bagaimana kata-kata bisa mengubah dunia.

Articles: 853

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *